Cuitan tentang judul diatas ini sebenarnya dari bro Andi, salah satu rekan di sosmed saya yang telpon saya melalu tlp WA tentang bagaimana dia dan rekan2 nya saat touring suasanya gak seperti dulu, hal ini membuat saya penasaran untuk mengetahui lebih jauh permasalahannya, hingga akhirnya beliau menjelaskan seperti ini.

Awal kata saya ucapkan selamat datang di dunia Gadget, sebuah perangkat yang biasa kita sebut sebagai smartphone, hampir 90% kegiatan yang ada di dunia ini di dominasi oleh gadget pintar ini, mulai dari belanja, belajar, tukar informasi, ngobrol, pesan layanan antar dsb, sosial media seperti WA, FB, Line, IG dimana kita ngobrol, update status membuat kita selalu bergantung pada perangkat ini, bahkan ada yang bilang, tanpa gadget seakan dunia ini gelap gulita…what…!!!

Manfaat gadget memang banyak kalo kita bijaksana memakainya, untuk seorang yang gemar Touring seperti bro Andi ini, gadget membatu dia untuk penunjuk arah, dimana dengan bantuan itu touring menjadi lebih tertata dan efisien, jika ada trouble bisa saling memantau karena ada aplikasi yang bisa memantau posisi rekan berada.

Tapi ada hal yang secara gak sadar membuat kegiatan touring menjadi gak seperti dulu lagi, jika kalian suka buat status kalian akan kirim foto dan ngecek kegiatan orang lain via sosmed, saat istirahat bukan rasa yang seperti dulu yang dirasakan, namun saat ini langsung meraih hapenya masing-masing, selain update status, kirim foto ke medsos dan hal ini terjadi gak di warkop atau restoran yang penting ada singal internetnya, kesannya dekat tapi terasa jauh, yang jauh malah jadi dekat.

Memang update status untuk memberitahu bahwa kita di lokasi itu perlu namun ya masih dalam batas wajar dong, namun ada juga yang sampai bermenit2 update status, hal ini membuat banyak hal terlewat, saat rest touring kita biasanya saling canda tawa serta berbagai pengalaman menikmati sensasi touring, bahkan dulu saya sendiri saling pijat pijatan sama teman2 dengan baris menghadap searah, pecah banget suasana saat itu, meski sama2 capeknya.

Untuk selfi sah2 aja jika ada momen bagus namun juga kan gak perlu bermenit2, hal lain jika saat touring trus rest dan bergadget ria, dimana harusnya kita beristirahat baik badan dan khususnya mata, namun malah lebih fokus ke gadget, hal ini membuat mata lelah dan saat melanjutkan perjalanan maka menjadi gak fokus.

Ini hanya sekedar opini belaka masbro, saya yakin ada pro dan kontra nantinya namun apapun itu, pergunakanlah gadget di saat touring dengan bijaksana krn momen saat touring bersama teman itu gak akan bisa terlupakan, sejenak menggunakan gadget dan luangkan waktu kembali bersama rekan2.

Baca artikel lainnya :

Kontak Admin :
WA : 081554492800
Email : givisurabaya@gmail.com
FB Fans Page : otobalancing
Twitter : @priyo_verza
IG : otobalancing
Youtube : Verza Rider
Salam satu aspal cak….

2 KOMENTAR

  1. Saya masih wajar, selama perjalanan hanya dipakai untuk memastikan jalur dengan peta atau kalau sudah merasa salah jalur. Sambungan data cenderung selalu mati, kecuali pas rest dan memastikan jaringan data bisa dipakai, untuk hemat baterai, jepret2 secukupnya saja. Gadget lain paling actioncam, itupun hanya jika jalur mulai menarii diabadikan.

Silahkan Komentar Di Bawah Ini