Masbro…apa yang pertama kali anda fikirkan saat melihat motor ini…??? Ya agak aneh karena di indonesia matik beroda dua di depan hampir tidak pernah ditemui, trend matik roda dua di depan ini sebenarnya sudah lama khususnya matik eropa, namun Yamaha Tricity ini adalah matik pertama beroda 2 didepan dari jepang, secara fisik bentuknya bagus dengan headlamp dan stoplamp sudah full LED meski di bagian sein masih menggunakan bohlam.

Terlihat memang sepertinya bobot berat berpusat di depan, ya karena depannya pakai dua roda, Yamaha menyebutnya sebagai teknologi leaning multi-wheel (LMW) yang membawa konfigurasi dua ban berada di depan dan satu di belakang, joknya lebar dan tempat kaki ditengah juga pas, namun unutk jok memang gak terlalu empuk, masih agak keras (kata sumber) dan jika anda bertinggi 165-170 cm anda bakalan agak jinjit dikarenakan joknya yang lebar sehingga bagian paha lebih mengkangkang…maksudnya melebar.

Pengaplikasian kunci masih sama seperti matik Yamaha pada umumnya (yang bukan Keyless), sebenarnya bentuk kunci ini sudah agak kuno mengingat banyaknya matik yang jebol dicuri meski jelas2 sudah dikunci, mungkin kedepan matik yamaha bisa dikasi kunci keyless sebagai standart produksi jadi konsumen lebih merasa aman jika memakai motor Yamaha, selain itu juga keren karena berteknologi kekinian.

Kapasitas bagasinya lumayan luas meski hanya bisa menyimpan 1 helm full face lebih sedikit, kapasitas tangki bensin 7,2 liter lumayan untuk digunakan jalan2 di perkotaan, namun yang mengherankan adalah posisi tutup tangkinya yang dekat sekali dengan bagasi, dikwatirkan bagi yang kebiasaan ngisi bensin sampai meluber bisa2 bagasinya berbau bensin…meski sudah ada pengamannya sebenarnya.

Disebelah kanan ada tempat untuk menyimpan hape berikut colokan chargernya, namun sepertinya Yamaha lupa jika saat ini tren hape saat ini adalah layarnya yang lebar dan tinggi karena untuk menyimpan hape di bagasi ini hanya pas untuk hape berukuran layar kecil…jadi jika anda ingin mengendarai Yamaha Tricity ini dan ingin memanfaatkan bagasi ini…jual hape anda ke layar yang lebih kecil dulu agar pas dan gak memaki2 fitur di motor ini, untuk emak2 yang rajin ke pasar atau ojek online motor ini pas karena ada gantungan barang yang bisa anda lipat jika tidak digunakan dan posisinya pas.

Untuk fitur di setang standart seperti matik Yamaha pada umumnya (kecuali Mio S karena ada lampu hazard) di sebelah kiri ada tombol dim, sein dan klakson, sedangkan di kanan hanya ada tombol engine stater saja, piranti rem depan belakang menggunakan system hidrolik dimana rem depan berkonfigurasi dual cakram di masing2 roda depan, uniknya di belakang juga ada dua rem dimana satunya juga adalah rem cakram namun satunya adalah tromol…hmmm….buat apa rem tromol itu…??? ternyata setelah diurut itu berhubungan dengan tuas di bagian stang kiri yang berfungsi sebagai parking brake alias rem parkir…baru kali ini OB menemui system rem seperti ini.

Bentuk speedometernya sudah full digital, namun tidak seperti speedometer AEROX yang masih terlihat agak lebih manis dilihat, indikator ECO juga disematkan untuk mengajari anda irit bahan bakar, mesinnya ber cc 155 berpendingin radiator dengan teknologi bluecore yang sudah banyak digunakan oleh matik Yamaha lainnya dan terbukti irit, mempunyai power maksimum di 11,1 kw di 8000 rpm dan torsi maksimal di 6000rpm dimana mesin ini mempunyai kesamaan dengan Yamaha Nmax 155 dan AEROX 155, karena mempunyai dua roda dan suspensi di depan belum terhitung bobot pelek mengakibatkan berat motor ini mencapai 165 kg.

teknologi remnya sudah terdepan dengan teknologi ABS di kedua ban, dimana ukuran ban depan adalah 90/80-14 dikali 2, sedangkan di bagian depan dan belakang 130/70-14, meski Yamaha Tricity menggunakan dua roda di depan namun (menurut sumber) saat mengendarainya seperti menggunakan 1 roda hal ini dikarenakan system leaning multi-wheel (LMW) yang membawa konfigurasi dua ban berada di depan dan satu di belakang bergerak naik turun, dengan suspensi depan yang empuk membuat suspensi belakang terasa kerasnya, untuk berbelok dan manuver tikungan menjadi lebih PEDE, grip ban lebih terasa jadi mau belokan tajam atau kencang pun tidak menjadi masalah…asalkan anda sudah memperhitungkan posisi belok dan kecepatannya…jangan niru MotoGP.

Namun kelebihan mesti ada kekurangan, anda tidak akan bisa lagi bermepet2 ria di kemacetan dan kudu lebih bisa memperkirakan karena dimensi roda depan lebih lebar, juga yang kurang di Yamaha Tricity ini adalah karena berfikir di depan ada dua roda sehingga anda tidak perlu menurunkan kaki saat berhenti…itu salah, karena anda tetap harus menurunkan kaki, hal ini karena meski mempunyai 2 roda namun tidak adanya stoper agar motor bisa berdiri tegak saat berhenti, namun memang anda mendapatkan kenyamanyan di motor ini dengan kedua roda yang bergerak secara dinamis dan aman saat berkendara.

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

Kontak Admin :
WA : 081554492800
Email : givisurabaya@gmail.com
FB Fans Page : otobalancing
Twitter : @priyo_verza
IG : otobalancing
Youtube : Verza Rider
Salam satu aspal cak…

Silahkan Komentar Di Bawah Ini