Konsumen Sepeda Listrik Keluhkan Baterai SLA Cepat Drop, Apa Sih Masalahnya…!!!

oleh -3633 Dilihat

otobalancing.net – Kangbro pengguna kendaraan listrik khususnya sepeda listrik, di Indonesia ini 90% produk yang beredar masih menggunakan baterai dengan jenis SLA atau sering disebut aki kering, dengan ragam voltase dan amper yang beragam, mulai dari 24 volt sampai 48 volt, bahkan yang terbaru seperti Pasific Syncross memakai 60 volt, untuk amper yang digunakan hanya 2 yaitu 12 ah dan 20 ah.

Dari pemahaman voltase dan amper yang disebutkan bergantung kepada torsi dan jarak tempuh, mulai dari 40 km hingga 60 km namun fenomena sepeda listrik ini mulai banyak dikeluhkan lantaran jenis baterai SLA ini mudah sekali drop, saya tidak bilang 100% namun dari puluhan user yang saya temui kondisinya seperti itu, keluhan ini akhirnya membuat orang kapok memakai sepeda listrik lantaran untuk beli aki sepaket itu masih dinilai mahal, kalo gak salah lebih dari 1 jutaan.

Saya pribadi merupakan pengguna sepeda listrik, yang saya gunakan sebagai alat riwa riwi saya gak hanya untuk keluarga namun juga pekerjaan, jarak rumah dan kerjaan PP 60-80 km setiap hari sehingga bisa dipastikan kondisi baterai SLA saya saya paksa kerja keras dan sudah berjalan 1 tahun ini tanpa ada kendala

Kondisi yang saya alami ini berbanding terbalik dengan kondisi user2 sepeda listrik yang saya temui dimana hanya dalam waktu 3-6 bulan dengan jarak yang jauh lebih dekat dengan yang saya alami sudah mengalami drop alias sudah tidak bisa di cas lagi, hal ini bisa diketahui saat anda menancapkan charger, indikator lampu charger berwarna hijau dan bukan merah yang menandakan aliran listrik masuk…lalu apa yang salah dengan puluhan bahkan ratusan user ini

Ternyata dari 50 user yang saya temui, 40 mengatakan jika sepeda listriknya jarang dipakai…hal ini berlanjut dengan jarangnya di cas, pola fikir user masih berpatok kepada motor bensin dimana kalo bensin gak akan berkurang dengan sendirinya karena tangki bensin dalam keadaan tertutup alias tidak ngowos, sementara sepeda listrik jika jarang dipakai dan jarang di cas, maka arus listrik kecil masih keluar dikarenakan berbagai sebab, salah satunya adalah aktifitas remote dan tidak adanya MCB di kebanyakan sepeda listrik.

Lantas 40 user ini kerap kali menyalahkan kualitas produk, kualitas baterai dan sepeda listrik buatan cina, saya cuman membatin saja…jika Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki memproduksi sepeda listrik juga dan memakai baterai SLA dan kejadiannya sama apakah user2 ini masih menyalahkan produk Cina yang mana 100% produk kendaraan listrik di Dunia berasal dari negara tersebut…???

Jadi jelas disini yang perlu dirubah ya pola kebiasaan user2 ini, jika takut overcas bisa memakai timer di chargernya diset per 2 jam dijeda 30 menit setelah itu otomatis ngecas lagi sambil ditinggal tidur atau aktifitas, atau yang paling simple…kalo habis dipakai ke pasar, sekolah atau yang dekat2 ya di cas lagi saja saat sudah nyampai rumah

Saya pribadi dirumah sudah 100% kendaraan kecil sudah memakai listrik, hanya mobil saya yang masih bensin karena untuk keluar kota bersama keluarga kecil, mau beli mobil listrik eh masih mahal ratusan juta bahkan miliaran, jelas gak mampu bestie, jadi untuk menghemat pengeluaran, motor2 bensin roda 2 saya sudah saya jual dan beralih ke sepeda dan motor listrik…apa efeknya…???

Pengeluaran bensin yang tadinya hampir 1 juta perbulan dari penggunaan 3 motor, menyusut menjadi hanya 100rb per bulan untuk 3 kendaraan listrik, jadi rata2 saya hemat 800-900rb an sejak memakai kendaraan listrik, serta tidak adanya perbaikan berkala yang bikin nambah pengeluaran, kalo untuk ban dan kampas rem itu hal yang lumrah untuk pengeluaran kendaraan dan gak setiap bulan kita keluarkan

Last…
Pola fikir masyarakat tentang perawatan dan penggunaan kendaraan listrik ini yang perlu di rubah, karena mau merek apapun sepeda dan motornya ya kalo ngawur ya pasti akan sama saja hasilnya selama baterainya masih memakai SLA atau sejenisnya.

Jangan sampai menjadi sebuah trauma karena kesalahan sendiri dimana saya banyak melihat emak2 nih, tetangganya beli sepeda listrik trus bilang…

“Aku kapok ning gawe sepeda listrik, jek tas 3 ulan wes bejat padahal jarang tak gawe nangdi2, jarena bateraine rusak, tuku anyar jutaan”

Kalo sudah kayak gini…piye cak menurut sampeyan

 

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

Tentang Penulis : otobalancing

Gambar Gravatar
Otobalancing merupakan portal berita otomotif yang berdomisili di Jawa Timur, merupakan bagian dari keluarga besar Jatimotoblog

Silahkan Komentar Disini :

No More Posts Available.

No more pages to load.