Etape 4 : Turung Gunung Bromo Pakai Vario 160…!!! Late Breaking, Speed Cornering Muantap Polll

oleh -1593 Dilihat

otobalancing.net – Kangbro…di etape ke 4 ini sekaligus merupakan artikel penutup dari serangkaian touring blogger vlogger kemerdekaan bersama MPM Honda Jatim dimana beberapa varian motor baru Honda ikut dalam touring kali ini, jika kemarin saya menjajal motor sport yaitu All New CB150R dari mulai start (Sidoarjo s/d Bromo), kali ini saya memakai Vario 160 (Bromo s/d Sidoarjo)

Bagi pengendara motor matik melakukan perjalanan melewati pegunungan bisa menjadi hal yang mendebarkan. Tanjakan curam dan juga jalanan yang berkelok, sering kali membuat pengendara merasa takut jika motor matik yang dikendarai tidak akan kuat menanjak. Walaupun begitu tak perlu khawatir karena otobalancing akan membagikan sejumlah tips bagi pengendara motor matik dalam melewati jalan pegunungan dengan aman dan lancar.

Baca juga :

Tips tersebut saya dapat melalui pelatihan safety riding secara berkala oleh MPM Honda Jatim, dimana sebelum kita berangkat, instruktur Kang Dimas (Instruktur Safety Riding International Honda) menyebut hal utama yang harus diperhatikan soal penggunaan motor matik untuk melewati jalan pegunungan adalah soal performa dan fokus berkendara


PR (pekerjaan rumah) terbesar adalah performa matik tersebut harus terjaga, karena idealnya motor matik tidak untuk medan pegunungan apalagi yang ekstrem, namun nggak mungkin kita sewa motor atau beli motor kalo hanya untuk ke Bromo kan ya…

Yang paling penting adalah menjaga keadaan motor agar tetap bagus, merupakan sebuah kewajiban bagi pengguna matik jika ingin motornya kuat melewati daerah pegunungan. Jangan bawa beban berlebih, selain itu, ada lagi tips yang tak kalah penting yaitu jangan membawa beban berlebihan jika ingin memakai motor matik melewati banyak tanjakan.

“Jadi di tanjakan, jaga momentum agar motor tidak habis napas di tanjakan dengan cara bobot penumpang atau barang tidak sampai overload,” kata Kang Dimas. 

Lebih lanjut, Kang Dimas juga menyarankan untuk selalu mengambil posisi terluar dari jalur jalan supaya jalan yang dilewati lebih landai, sambil membawa motor lewat posisi terluar, jangan lupa juga memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan demi keamanan.

“Kemudian, saat melewati turunan, selalu kontrol dan jaga kecepatan motor agar kerja rem tak terlalu berat,” ucap Kang Dimas. 

Selanjutnya pengendara juga harus mengingat untuk mengemudi sesuai dengan standar operasional motor matik, hal penting lainnya adalah selalu menjaga jarak dengan kendaraan lain agar tersedia ruang menghindar jika ada sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi.


Dan inilah yang membuat saya pede dengan Vario 160, awalnya saya mengira kalo saya memacu motor ini dengan kecepatan tinggi, kampas rem bakalan blong karena panas yang berlebih, namun bayangan itu seakan buyar manakala memacu turunan bromo dengan kecepatan yang saya rasa cukup tinggi untuk sebuah matic yang menuruni gunung dengan turunan yang curam

Cengkraman ban dan rem kompak menjaga keseimbangan motor, saya sendiri dengan bobot 80 kg seakan gak akayak naik motor matic, meski dengan banyaknya turunan pergelangan tangan hingga bahu menahan bobot grafitasi tubuh lebih besar karena posisi setang yang agak rendah dibandingkan motor sport

Namun saya gak membahas itu kangbro, yang saya konsern disini adalah bagaimana handling, pengereman dan performa mesin 160cc yang bikin lupa kalo saya sedang mengendarai motor Matic


Last…
Memang matic bahayanya bukan saat menanjak, karena tanjakan dapat di libas dengan mudah, tapi yang bikin takut saat turun karena gak ada penahan selain rem. kalau motor bebek dan sport kan ada gearnya, jadi bisa di akal masukin gigi 1-2 sudah turun dengan aman. tapi bukan berarti motor matic gak bisa lewat di jalan yang menanjak dan menurun

Kendala rem motor cepat ceplos/masuk angin tergantung cara ridernya menggunakan rem. bila di gunakan hati-hati dan dengan benar ya aman kok sepeti yang saya lakukan kemarin.


Makasih Ibu Wiwin HC3 MPM Honda Jatim yang telah sedianya menemani malam kebersamaan di villa sekaligus merayakan malam kemerdekaan Indonesia ke 77 tahun, terima kasih MPM Honda Jatim dan MPM Insurance atas acara ini, semoga di tahun depan kita bisa mengulangi lagi dengan konsep yang lebih seru lagi

Artikel terkait :

Baca artikel lainnya :

Tentang Penulis: otobalancing

Gambar Gravatar
Halo saya Priyo, lahir di Surabaya Penghobi otomotif, komputer, touring dan gadged 2013 berawal dari biker komunitas motor kemudian ngeblog pada 2016 di otobalancing, silahkan bersilahturahmi dengan saya di sosial media otobalancing

Silahkan Komentar Disini :