Fakta Mengejutkan Tentang Pria Yang Pura-Pura Tertabrak Mobil Di Jakarta

otobalancing.net – Kangbro…kasus pria yang menyetop mobil sambil terpincang-pincang ternyata membuka sebuah fakta yang sangat mengejutkan, dimana di depan Gedung Plaza PP, Pasar Rebo, pria itu langsung mengadang mobil, sambil meminta pertolongan kepada pengendara lain.

“Minggir lo, minggir,” kata pria tersebut sambil menunjuk ke arah mobil.

Sebelumnya ada penumpang mobil yang duduk di bagian belakang merekam aksi pelaku menggunakan smartphone-nya yang kemudian membuka kaca dan memberikan penjelasan bahwa pria tersebut berbohong.

“Enggak. Bohong dia, bohong. Ini direkam,” kata penumpang di dalam mobil.

Dalam keterangan video dijelaskan bahwa pelaku beraksi dengan cara berpura-pura pincang karena ditabrak mobil, kejadian ini akhirnya mendapatkan respon dari Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono dimana menjelaskan jika pria yang diketahui berinisial AF ini sebelum menjalankan aksinya, AF memang sempat menebeng dua pengendara motor.

Pertama, AF menebeng seorang pengendara Yamaha Mio dari sebuah lampu merah (traffic light/TL) di Pasar Rebo.

“Tersangka bertindak sendiri. Dia sengaja nebeng motor orang. Yang pertama dia nebeng motor Mio. ‘Tolong kita ditabrak si A’ (sebut AF ke pengendara Mio),” ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono

Kepolisian hendak memeriksa pengendara Mio itu meski dia tak berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan AF, bahkan pihak kepolisian sudah memiliki pelat nomor Yamaha Mio tersebut untuk keperluan pemeriksaan.

“Kita sudah dapat nomor polisinya (motor Yamaha Mio),” ucap dia.

Usai menebeng pengendara Yamaha Mio, AF membonceng seorang driver ojek online hingga sampai di tempat kejadian perkara (TKP) di depan Plaza PP, Pasar Rebo.

Usai melangsungkan aksinya yang berujung gagal, AF kembali membonceng ke driver ojol yang sama, dia meminta untuk diantarkan ke lampu merah awal lokasi AF menebeng pengendara Yamaha Mio, tersangka pemerasaan itu lalu membayar driver ojol itu sebesar Rp 10.000.

“Kita sudah periksa tukang ojeknya, dia dibayar Rp 10.000,” tutur Budi.

“Pulang dari TKP, yang bersangkutan (AF) kembali ke titik awal (diantar pengemudi ojek online), ke TL di Pasar Rebo,” sambungnya.

https://www.instagram.com/reel/CZXUnsGvJzm/

Kejadian ini memang jarang terjadi dimana terlihat sangat nekad dan tanpa perhitungan mengingat teknologi saat ini bisa menjadi bukti kejadian tersebut benar atau salah, untungnya penumpang kendaraan tersebut merekam aksi tindak pemerasan ini, bisa dibayangkan jika tidak terekam maka akan menjadi fitnah dan berujung kepada tindak pidana tabrak lari

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono mengatakan kepada masyarakat untuk berhati hati dengan fenomena kejadian ini, karena ditengah situasi saat ini, kecenderungan kejadian nekad untuk mendapatkan ganti rugi uang sangat terbuka, apalagi jika tidak ada bukti berupa video, bisa berujung amuk massa karena pemerasan, untuk itu masyarakat untuk selalu waspada akan kejadian serupa supaya tidak terulang kembali

Artikel Terkait :

Artikel Terbaru :

Silahkan Komentar Disini :

%d blogger menyukai ini: