Dunia Otomotif Dimata Fotografer Otomotif

Diposting pada

otobalancing.net – Masih ingat nggak saat terakhir kali mengeluarkan sepeda motor dan mengendarainya untuk beberapa jam? Apakah kamu masih ingat perasaan yang bebas saat mengendarai sepeda motor – hanya ada kamu, sepeda motor dan perjalanan berliku?

Bagaimana dengan mengambil gambar yang akan mencegah momen-momen tersebut terlupakan? Seringkali kita berkendara hanya demi menikmati perjalanan. Tapi kemudian kita menyesal tidak mengabadikan momen-momen menakjubkan itu melalui lensa kita.

Seperti saya dulu yang sering touring bersama rekan2 komunitas dan melewatkan dokumentasi yang saat ini jujur saya sesali karena saya hanya bisa bercerita tanpa bisa menunjukkan bukti jika saya pernah berkendara motor melewati antar kota, provinsi bahkan antar pulau

Saya mulai menekuni fotografi ditahun 2016 namun untuk dunia otomotif sendiri saya sudah terjun sejak 2014 hingga saat ini, dengan fokus pada blog otomotif roda dua di awalnya, setelah lama berkecimpung di bidang blog otomotif, saya kemudian mulai melebarkan hobi fotografi ke fotografi otomotif.

Awalnya hobi pada fotografi otomotif mulai saat touring dan camping, di mana saya suka membawa kamera saya untuk membuat konten yang menyenangkan. Perjalanan touring saya terbilang lambat karena saya suka berhenti untuk mengambil gambar yang menurut saya menarik dan menakjubkan. Selain itu, saya juga suka mengabadikan momen bersama orang yang saya temui di perjalanan atau hanya untuk memotret pemandangan yang indah

Menurut saya, berpetualang naik sepeda motor sambil memotret selama perjalanan seperti membawa cinderamata konten visual, ada beberapa hal yang ingin saya bagikan kepada pembaca otobalancing mengenai fotography otomotif, antara lain :

  • Jika subjeknya adalah sepeda motor, maka yang dibutuhkan pada gambar tersebut adalah detailing yang dapat memperlihatkan bagian-bagian sepeda motor dengan lebih jelas. Kemudian ambil foto dengan angle close up, dari sisi kiri, kanan, atas, diagonal dan eye level.
  • Soal bercerita, yang perlu diambil adalah motor dengan suasana, bukan lagi detailing. Jadi, perlu adanya pengambilan gambar yang bercerita bagaimana mengenai kenyamanan sepeda motor yang digunakan dan di mana ketika digunakan, sehingga dapat memberikan pandangan yang holistik. Sebagai perbandingan, dalam sebuah gambar perlu ada 20% objek dan 80% pemandangan.
  • Untuk memotret, tidak perlu menunggu cuaca cerah, karena cuacanya apapun memiliki cerita dan visual tersendiri. Jadi, tidak perlu khawatir, lakukan saja!
  • Tips bagi kamu yang baru mulai mencoba fotografi adalah penting untuk mempelajari anatomi subjek. Jika itu sepeda motor, maka kamu perlu tahu angle terbaik. Untuk sepeda motor, setang harus lurus agar dimensinya tampak lebih panjang.

Yang paling penting menurut saya adalah “memahami subjek” sebelum anda memotretnya. Jika ingin mengabadikan sepeda motor, cobalah mengenal sepeda motor itu terlebih dahulu, pahami sepeda motor dengan mengendarai dan menjelajahinya.

Ketahui detail sepeda motornya dan rasakan saat berkendara di berbagai medan. Dengan melakukan ini, foto yang anda ambil akan dapat mencerminkan kreativitas. Gambar memang berbicara seribu kata!

Street Photography

Genre ini adalah yang saya lakoni saat pandemi covid 19 melanda Indonesia, pekerjaan WFH membuat saya gak bisa bergerak kemana2, aktivitas otomotif terhambat, event dan pameran otomotif banyak ditunda, saya sendiri berkali kali batal acara di event otomotif GIIAS, IIMS dan acara balap, belum lagi acara brand/produk otomotif yang dengan sigap mencancel semua jadwal acara yang sudah disusun, akhirnya dunia Street Photography inilah yang saya lakoni, sebuah genre fotografi jalanan yang hingga saat ini belum banyak dilakukan orang karena dianggap tidak menjanjikan secara financial

Tips fotografi menurut saya adalah membutuhkan riset dan referensi yang banyak, serta banyak menonton video tutorial fotografi. Dengan banyak keterampilan yang digali, karakter setiap fotografer akan muncul dengan sendirinya. Itulah yang akan membedakan foto dari banyak fotografer di luar sana.

Untuk fotografi luar ruangan, kamu perlu mengulik kameramu untuk menemukan speed dan ISO yang tepat untuk setiap situasi. Bahkan di malam hari dengan cahaya redup, jika terus bermain dengan speed dan ISO, kita dapat menghasilkan gambar yang bagus.

Selain itu, tidak perlu menggunakan kamera yang mahal dan canggih, dengan kamera standar saja sudah cukup. Yang penting ada kemauan untuk terus mencari referensi, berbagi pengalaman dengan teman, belajar dan banyak bertanya yang akan menghasilkan karakter fotografi tersendiri yang tidak dimiliki orang lain.

Kemudian untuk perawatan kamera, jika kamu sering mengambil foto outdoor seperti riding, maka kamera harus sering diservis untuk membersihkannya dari debu selama perjalanan, inipun bisa kalian pelajari sendiri sehingga lebih hemat

Kunjungi Instagram saya di sini : https://www.instagram.com/otobalancing/

Artikel Terkait :

Artikel Terbaru :

Kontak Admin
WA : 081554492800
Instagram : @otobalancing
Youtube : otobalancing
Email : otobalancingblogjatim@gmail.com

Gambar Gravatar
Salam kenal otomotif lovers, terima kasih banyak telah berkunjung di blog ini, untuk lebih meningkatkan tali silahturahmi, silahkan berinteraksi dengan saya di sosial media dan youtube channel otobalancing

Silahkan Komentar Disini :