Pemudik Berbagi Tips Hindari Penyekatan Mudik 2021

oleh -19 views

otobalancing.net – Ratusan pemudik motor dari berbagai daerah mengaku lolos penyekatan, memadati jalur utara dan selatan. Mereka bisa lolos dari penyekatan dengan berbagai cara.  Jalur Pantura pada sabtu pagi terlihat dipadati ratusan pemudik yang naik sepeda motor dari arah Jabodetabek. Mereka memanfaatkan waktu malam hari untuk menghindari razia penyekatan larangan mudik.
Saat melintas ada razia penyekatan, mereka memiliki trik agar lolos dari razia petugas gabungan. Jika diminta putar balik oleh polisi, pemudik motor ini menuruti perintah. Setelah putar balik, mereka menunggu sampai razia selesai atau mencari jalan tikus agar terhindar dari razia.

“Saya nekat pulang kampung  demi bersilaturahmi dengan kedua orang tua,” kata Triyanto, salah satu pemudik motor melalui akun facebook di sebuah grup lintas pantura

Setidaknya ada 4 titik lemah yang sering dimanfaatkan pemudik agar bisa lolos pemeriksaan dan sampai tujuan, Titik lemah tersebut antara lain :

  1. Jalan tikus (mayoritas Sepeda motor)
  2. Membaca titik puncak kelelahan petugas
  3. Menggunakan kendaraan secara estafet
  4. Menggunakan mobil- mobil barang (mobil boks, kontainer, ambulans)

Situasi lalu lintas di jalur pantura menjelang larangan mudik tanggal 6 Mei, mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya. Kendaraan pemudik dari Jakarta dan sekitarnya sudah banyak terlihat di jalur ini.

Peningkatan arus lalu lintas di pantura pada Minggu (2/5/2021) kemarin mulai terlihat sejak siang hari sekitar pukul 11.00. Beberapa pemudik yang menggunakan sepeda motor mengaku berangkat dari Jakarta sejak pukul 06.00 WIB.

Salah seorang pemudik motor, Ali (42) mengatakan, perjalanan dari Jakarta hingga sampai Brebes berjalan lancar. Sepanjang jalan yang dilalui Ali tidak menemui penyekatan sama sekali.

“Rencana mau mudik ke Pekalongan. Ini berhenti dulu di Brebes, istirahat. Berangkat dari Jakarta jam 06.00 dan sampai di Brebes jam 11.00. Sepanjang jalan tidak menemui penyekatan,” ungkap Ali

sejumlah pemudik dengan leluasanya menyeberang dari Bekasi ke Karawang dengan kendaraan roda dua serta tas yang dibawanya. Tanpa ada penyekatan seperti lewat jalur darat.

MENYEBERANG DENGAN GETEK

“Saya mau ke Karawang mengunjungi sanak keluarga disana,” kata Kosasih salah seorang penumpang perahu eretan, Jumat 7 Mei 2021.

Kosasih mengaku untuk bisa menyeberangi Sungai Citarum, ia hanya mengocek biaya murah. Kata dia, cukup uang Rp 3 ribu dari kantongnya untuk membawa sepeda motornya menyeberang ke Karawang.

Sebab, jika melintas lewat Jalan Raya Kedungwaringin maka akan ada penyekatan oleh petugas. Begitu pun bila melintas lewat Jembatan Pabayuran.

Kosasih mengaku beruntung dengan perahu ereten ini sehingga bisa mudik.

“Saya keberatan juga kalau perahu eretan ini tidak beroperasi, karena warga sangat membutuhkan. Kalau lewat jembatan kan ada petugas yah tidak boleh melintas, jadi satu-satunya pakai perahu eretan,” ujar Kosasih.

Sementara itu, pemilik perahu eretan, Suhandi mengaku, sudah diimbau oleh pihak kepolisian agar tidak beroperasi, selama larangan mudik. Namun, ia memberanikan diri karena alasan kebutuhan ekonomi jelang Lebaran Idul Fitri.

“Tapi, kan kita butuh duit mas buat lebaran. Satu-satunya penghasilan saya untuk bisa menafkahi keluarga melalui bekerja pengayuh perahu,” katanya.

Dia berharap, pemerintah bisa mempertimbangkan kembali penutupan usaha perahu eretan. Dia meminta jika diminta ditutup maka ada kebijakan yang sesuai terkait operasional waktu. Misalnya, ia bilang hanya ditutup malam, tapi untuk siang hari tetap beroperasi.

“Karena juga pemudik sudah tidak terlalu ramai,” ujarnya.

NAIK truk sayur, ada. Sembunyi di bus yang dimatikan lampunya? Ada. Naik mobil yang ditumpangkan truk towing? Itu juga ada.

Itulah sebagian cara mereka yang masih nekat di saat larangan mudik, yang menurut Presiden Jokowi beda dengan pulang kampung, yang by the way dikampanyekan di mana-mana demi mencegah penularan virus korona.

Mulai pusat sampai daerah. Yang diikuti penyekatan di berbagai titik.

Sekali lagi, itu baru sebagian trik. Masih ada yang berusaha sembunyi dalam kontainer. Ada pula yang pura-pura beristirahat di minimarket.

Sejauh ini sudah sekitar 35 ribu kendaraan, baik berpelat umum maupun pribadi, yang diminta putar balik oleh polisi. Kapok? Oh, tentu tidak. Masih saja ada agen travel yang menawarkan jasa mengantarkan mudik ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, dan sejumlah wilayah di Sumatera.

Lewat Facebook, misalnya, otobalancing mendapati sebuah agen travel yang menawarkan jasa seperti itu. Siap mengantarkan mudik ke berbagai kota di Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur.

”Mau kapan? Nanti malam juga ada,” kata admin agen travel tersebut saat dihubungi otobalancing yang berpura-pura mencari tiket ke Brebes, Jawa Tengah, melalui WhatsApp Rabu lalu (6/5).

Tiketnya, kata si A, admin tersebut, seharga Rp 450 ribu. Harga itu lebih mahal dua kali lipat dari biasanya.

”Yang pasti sampai ke kota tujuan,” jelas si admin yang menolak ditelepon dan minta dikontak lewat WhatsApp saja itu.

Selain Brebes, agen travel tersebut juga melayani pengantaran ke Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Batang. Semua kota-kota di pantai utara Jawa Tengah.

Apakah yakin bisa lolos penyekatan polisi? Admin tersebut berusaha meyakinkan bahwa sudah banyak armadanya yang tembus penyekatan.

”Rutenya bergantung sopirnya,” paparnya.

Bahkan, untuk menghilangkan keraguan, admin tersebut mengirimkan screenshot. Dalam tangkapan layar itu terdapat pembicaraan antara dia dan seorang penumpang. Singkatnya, penumpang sudah sampai di kampung halaman.

”Ini bukti perjalanan,” jelasnya.

Bagaimana bila nanti disuruh putar balik oleh polisi? Dia langsung menjawab pasti aman.

”Armadanya punya anggota (kepolisian, Red),” kata dia, lalu meminta formulir perjalanan diisi.

Di hari keberangkatan yang ditentukan, seseorang dengan nomor yang berbeda menghubungi otobalancing. Dia meminta lokasi penjemputan.

Saat otobalancing akhirnya membatalkan pesanan tiket, si penelepon tetap berusaha meyakinkan bahwa beberapa mobilnya sudah sampai di tujuan penumpang.

”Satu unit sampai Cirebon, dua unit di Cikampek, dan satu unit masih dalam kota,” tuturnya.

Melansir info dari Kepolisian

Kabag Ops Korlantas Kombespol Benyamin menuturkan, adanya agen travel yang mengklaim bisa menembus sekat karena milik anggota kepolisian tidaklah benar.

”Silakan saja klaim, tapi ya di lapangan kami kandangkan,” paparnya.

Beberapa hari belakangan yang paling marak mencoba menembus merupakan kendaraan travel. Untuk wilayah DKI Jakarta saja, sudah ada 42 kendaraan travel yang ketahuan.

”Karena (kendaraan, Red) travel marak coba menembus, aturan baru dibuat,” paparnya.

Angkutan travel yang ketahuan berusaha menembus tidak diputar balik. Mobil ditahan dan dilakukan pemulangan.

”Mobil travel yang dikandangkan ya semua itu, 42 kendaraan,” katanya kepada sumber otobalancing

Mayoritas pemudik dari Jabodetabek, menurut polisi, mengalir ke Jawa Tengah. Karena itu pula, pengawasan di berbagai pintu masuk provinsi yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo tersebut sangat ketat.

Artikel Terkait :

Artikel Terbaru :

Tentang Penulis: otobalancing

Gambar Gravatar
Anda juga dapat menyampaikan pemikiran Anda di bawah ini melalui bagian komentar. Anda juga dapat mengikuti kami di Facebook , di Instagram @otobalancing atau berlangganan saluran YouTube otobalancing

One thought on “Pemudik Berbagi Tips Hindari Penyekatan Mudik 2021

Silahkan Komentar Disini :

No More Posts Available.

No more pages to load.