Perbedaan Mesin Square, Overstroke, dan Overbore

Diposting pada

otobalancing.net – Kangbro…pernah gak sampeyan dengar istilah Square, Overstroke, dan Overbore di mesin kendaraan…??? berbagai tipe mesin ini berkaitan dengan karakter mesin yang digunakan, dan sebagai pembuka dimana bore dapat diartikan sebagai angka diameter piston, sedangkan stroke adalah timing langkah setang piston di mesin

Untuk lebih gampangnya saya memakai motor Honda CRF150L ya kangbro, dimana di spesifikasi diameter x langkah Honda CRF150L adalah 57,3 x 57,8 mm, nah angka diameter dan langkah yang hampir sama alias berbeda tipis hanya 0,5 mm berarti mesin tersebut berjenis square engine.

Trus apa sih yang dimaksud square ini?

Jadi gini kangbro, mesin dengan tipe ini memiliki tenaga yang hampir merata disemua tingkatan RPM, baik pada RPM rendah maupun pada RPM tinggi, lalu kalau panjang langkah piston lebih besar dari diameter piston, tandanya mesin itu berjenis over stroke.

otobalancing ambil contoh Kawasaki ZX130 yang punya diameter piston 53 mm tapi langkah pistonnya 59,1 mm, Mesin dengan tipe ini memiliki karakteristik mampu mengeluarkan tenaga dan torsi yang besar pada RPM rendah dan menengah

Mesin seperti ini cocok untuk penggunaan harian yang sering stop and go di kemacetan, karena tenaga torsi di putaran rendahnya besar

Sampai disini baru 50% penjelasan dari artikel perbedaan Mesin Square, Overstroke, dan Overbore ni kangbro, lanjut lagi ya…hehehe…!!!

Trus ada juga mesin yang diameter pistonnya lebih besar dari langkah pistonnya, dimana inilah yang disebut mesin over bore! Nah, mesin dengan tipe ini mampu berputar hingga RPM tinggi, punya tenaga puncak yang besar pada RPM menengah dan tinggi

Otobalancing ambil contoh Suzuki GSX 150 yang mana mempunyai karakter mesin Overbore yang mempunyai diameter x langkah pistonnya 62 x 48,8 mm, mesin over bore ini cocok untuk mengail performa tinggi pada putaran tinggi, misalnya saat balapan di sirkuit.

Engine high revving performa tinggi untuk balap para ahli pasti sepakat akan pilih oversquare (overbore) di atas square atau long-stroke (overstroke).

HP adalah fungsi dari torsi dan rpm maka semakin torsi puncak bergeser naik pada putaran lebih tinggi semakin besar power yang di ciptakan. Sampai kurva torsi menurun drastis akibat defisit airflow, maka HP akan ikut turun.

Bagi yang masih bingung, akan saya sederhanakan seperti ini :