Perbedaan Mesin Square, Overstroke, dan Overbore

Diposting pada

1. Overbore

Jika mesin overbore maka ukuran bore ukuran silinder lebih panjang dari stroke (langkah), tenaga kendaraan akan muncul saat putaran menengah dan tinggi, mesin tipe inilah yang biasa digunakan untuk keperluan balap.

Hal ini disebabkan panjang pergerakan naik-turun / TMA ke TMB piston lebih cepat karena jarak stroke (langkah) piston pendek.

Tetapi pada putaran rendah tenaga tidak bertenaga, sehingga mesin motor overbore hampir semua memakai manual clutch. Jika tidak maka akan terjadi hentakan pada putaran rendah atau gigi 1, sehingga bisa memperpendek usia gear box / rantai.

Contoh Mesin Motor Overbore :

MotorBore x Stroke
Yamaha RXZ 135 / RX King56.0 mm x 54.0 mm
Yamaha Scorpio Z70 mm x 58 mm
Honda Mega Pro63.5 mm x 49.5 mm
Honda CBR150R63.5 mm x 47.2 mm
Honda CBR 25076 mm x 55 mm
Honda Tiger63,5 mm x 62,2 mm
Kawasaki Athlete 12556.0 mm x 50.6mm
Kawasaki KLX25072.0 mm x 61.2 mm
Ninja 25062 mm x 41,2 mm (x2 piston)
Suzuki Thunder 12552.4 x 57.8 mm
Suzuki Satria FU62 mm x 48,8 mm

2. Overstroke

Untuk mesin berkarakter overstroke (ukuran stroke lebih panjang atau relatif sama panjang dengan bore), mesin memang dirancang untuk mengeluarkan tenaganya (torsi dan output tinggi) pada putaran mesin rendah sampai menengah.

Mesin seperti ini biasanya digunakan untuk kendaraan sehari-hari dan cocok untuk lalu lintas perkotaan yang macet. Pada putaran mesin (rpm) tinggi, tenaganya mengecil dan mesin bergetar sehingga berisik.

Contoh Mesin Motor Overstroke :

MotorBore x Stroke
YZF-12552.0 x 58.6 mm
MX-13554.0 x 58.7 mm
Vixion/R1557.0 mm x 58.7 mm
VEGA R51.0 x 54.0 mm
VEGA ZR50 x 57.9 mm
Yamaha Mio50 x 57.9 mm
Honda Blade 110 cc50 mm x 55.6 mm
Supra X 12552,4 x 57,9 mm
Kawasaki Kaze ZX13053.0 mm x 59.1 mm
Suzuki Titan51.0 X 55.2 mm
MotorBore x Stroke

One thought on “Perbedaan Mesin Square, Overstroke, dan Overbore

  1. Ping-balik: Perbedaan Mesin Square, Overstroke, dan Overbore | Jatimotoblog

Silahkan Komentar Disini :