Tips BPJS Mengatasi Stater Senyap Matic Yang Mati

Diposting pada

otobalancing.net – Kangbro…teknologi stater senyap yang ada di motor matic saat ini memang membuat proses penyalaan mesin lebih halus, di honda teknologi ini bernama ACG (Alternating Current Generator) dan di Yamaha dinamakan SMG (Smart Motor Generator), system kerjanya adalah saat kunci kontak ON, lalu tuas rem ditarik dan tombol elektrik dipencet maka mesin akan menyala dengan halus.

Namun demikian, sebagaimana pengalaman admin barusan ini ada kasus dimana motor saudara admin otobalancing yang kala itu hendak pulang tiba2 menjadi tidak berfungsi, dimana saat tombol stater electrik ditekan namun mesin tidak juga hidup, jika hal ini terjadi, silahkan sampeyan cek dulu relay stater, mengapa kok relay…??

Jadi gini kangbro…relay yang ada di system SMG dan ACG gak hanya berfungsi sebagai stater namun juga sebagai penyuplai arus listrik, nah pada saat rusak fungsi staternya maka mesin tidak bisa dihidupkan dengan elektrik stater, beda lagi kalo yang rusak adalah fungsi pengisian kelistrikannya, maka proses pengisian akinya lah yang pasti bermasalah

Untuk memastikan jika relay staternya yang bermasalah, maka sampeyan terlebih dahulu cek kondisi akinya terlebih dahulu, jika tegangannya masih 12,4 volt berarti kondisinya masih bagus

Setelah pengecekan aki sudah oke, komponen berikutnya adalah stater relay dan komponen yang berhubungan, setelah kunci sampeyan kontak ON, tuas rem sampeyan tarik tan tombol elektrik sampeyan tekan, bila ada suara klik yang tidak begitu keras maka relay stater masih OK

Sebaliknya…jika tidak terdapat suara klik para relay stater ini, maka sampeyan perlu di cek lebih lanjut kondisi relay stater ini, jika sampeyan lihat dengan baik…kaki relay ini ada 5, beda dengan yang non ACG/SMG yang hanya 4 kaki, siapkan avo meter, aki dan kabel jumper untuk pengecekan relay stater ini

KONDISI RELAY YANG BAIK/TIDAK BERMASALAH

  1. Jika kaki relay 85 dan 86 diberikan tegangan ke aki, maka saat kaki 30 dan 87 diukur dengan avo maka akan menunjukkan angka 0,0 (terhubung/kontinunitas) dan jika sebaliknya jika kaki 30 dan 87a diukur akan terlihat tulisan 0,L atau tidak terhubung
  2. Jika kaki relay 85 dan 86 tidak diberikan tegangan, maka kaki 30 dan 87a akan menunjukkan angka 0,0 (terhubung), namun kaki 30 dan 87 akan muncul tulisan 0,L (tidak terhubung)

KONDISI RELAY STATER YANG BERMASALAH/RUSAK

  1. Jika kaki 85 dan 86 diberikan tegangan arus dari aki, maka ketika kaki 30 dan 87 akan terlihat tulisan 0,L (tidak terhubung), ini menunjukkan jika saat distater, relay ini tidak berfungsi ketika di stater
  2. Jika kaki 85 dan 86 tidak dialiri listrik maka kaki 30 dan 87a akan keluar tulisan 0,L (tidak terhubung), ini menunjukkan kerusakan relay stater sudha mulai akut dimana sudah menjalar ke area pengisian aki

System kerja ACG pada motor Honda

Alternating Current Generator (ACG) yaitu alat untuk menghasilkan listrik dengan hasil arus bolak-balik (AC), sedangkan starter yaitu alat untuk memulai kerja suatu alat lain atau mesin. Sehinga keduanya dikombinasikan menjadi ACG starter.

Teknologi ACG Starter pada awalnya sempat diaplikasikan pada motor Honda PCX 125, namun kini teknologi ini dapat Anda temukan juga pada Honda Vario Techno 125 ISS. Pada dasarnya, teknologi ACG Starter yang terdapat pada motor Honda merupakan kombinasi dari teknologi ISS (Idling Stop System).

Perbedaannya, jika teknologi ISS bekerja untuk mematikan mesin motor dan mengurangi konsumsi BBM yang terbuang secara percuma, ACG Starter justru bekerja untuk merawat mesin motor karena fiturnya yang mampu menyalakan mesin dengan lebih halus.

Perbedaan Dengan Starter Konvensional

Berbeda dengan motor yang masih menggunakan sliding-gear starter-type system yang cenderung konvensional dengan menggunakan dinamo starter sehingga dapat menimbulkan hentakan suara kasar pada saat menghidupkan mesin.

Pada sliding-gear starter-type system terdapat dua buah gir berukuran kecil dan besar yang harus bergesekan satu sama lain untuk menggerakkan piston. Gesekan tersebut menghasilkan bunyi serupa yang biasanya Anda dengar ketika Anda mulai menyalakan mesin motor.

Ketika mesin dinyalakan, arus listrik akan mengalir melalui stator yang berlaku sebagai magnet listrik (elektromagnet). Stator tersebut pada dasarnya memiliki prinsip kerja yang hampir mirip dengan alternator, hanya saja lebih mengandalkan mekanisme antar magnet. Contohnya, pada Honda Vario Techno 125 ISS terdapat 12 kutub magnet permanen dan 18 kumparan yang terdiri dari kutub magnet yang remanen (tidak tetap). Kumparan-kumparan tersebut masih dibagi lagi menjadi 3 hall.

Pada saat mesin dinyalakan, maka secara otomatis arus listrik akan langsung dialirkan ke FET Circuit yang terdapat pada Electronic Control Module (ECM) yang kemudian dibagi secara merata ke dalam 3 hall tersebut. Selanjutnya, stator yang telah menjadi elektromagnet akan bertemu dengan magnet flywheel.

Pertemuan antar kedua magnet inilah yang menyebabkan flywheel bergerak, sebelum akhirnya menggerakkan piston yang terhubung langsung untuk menyalakan mesin motor. Selanjutnya, setelah motor dalam kondisi berjalan, maka secara otomatis ECU / ECM akan memutus tegangan listrik ke stator dan beralih fungsi menjadi Generator AC.

Generator ini nantinya akan mengubah arus listrik menjadi DC (searah) untuk mengisi baterai (aki) dan mendukung kinerja ACG Starter pada penggunaan berikutnya.

Secara logika, karena gesekan yang terjadi adalah berasal dari pertemuan antara dua magnet, maka dapat dipastikan tidak akan ada lagi suara berisik akibat gesekan antar gir yang terjadi ketika Anda mulai menyalakan mesin motor (seperti pada sliding-gear starter-type system). Anda hanya akan merasakan mesin motor Anda menyala seketika dengan bunyi yang sangat halus (diminimalisasi).

System kerja SMG pada motor YAMAHA

Cara kerja SMG ini menggunakan arus berlawanan arah, ketika motor distarter maka kutub spul dialiri listrik dan menghasilkan medan magnet yang akhirnya berputar karena gaya tarik-menarik dan tolak-menulak sehingga motor menyala,

Setelah mesin menyala, maka SMG akan berubah jadi generator untuk melakukan pengisian baterai, semuanya akan diatur oleh Starting Generator Control Unit (SCGU) yang terdapat relay untuk mengubah starter jadi generator, SGCU ini letaknya jadi satu dengan Electronic Control Unit (ECU).

Sebagai info tambahan di magnet motor yang sudah SMG tidak ada pitch yang dibaca oleh crankshaft position sensor, timing digantikan dengan sensor hole dan yang dibaca merupakan titik yang ada di samping magnet tersebut

Artikel Terbaru :

Silahkan Komentar Disini :