Pengalaman 8 Tahun Memakai Honda Verza…!!!

oleh -40 views

otobalancing.net – Kangbro…salah satu unit riwa riwi yang otobalancing miliki adalah Honda Verza yang admin beli pada tahun 2013 lalu dengan bandrol kalo gak salah masih 17 juta, dimana kemunculannya berselang 2 bulan dengan saudaranya yaitu Honda CB150R

Saat itu admin bimbang memilih antara Honda CB150R atau Verza 150, namun pilihan jatuh kepada Verza 150 dimana pertimbangannya ada beberapa faktor antara lain :

  1. Harga yang lebih murah
  2. Mesin SOHC yang minim perawatan dan murah
  3. Jelas lebih irit karena memakai mesin legendaris GL yang sudah injeksi
  4. Bentuknya gak kayak NMP (bapak2 an)
  5. Tangki 12 liter (enak buat touring krn gak sering ke POM)

Namun bukan berarti gak ada kekurangan meski saya akui kekurangan itu adalah murni pandangan pribadi admin, antara lain :

  1. Rem belakang masih tromol
  2. Suspensi masih double skok
  3. Gak ada engine stop
  4. Lampu bohlam (AHO)
  5. Spidometer campuran analog dan digital

MODIFIKASI

Modifikasi pertama kali yang admin lakukan adalah memasang braket box GIVI beserta box GIVI E45, ternyata keuntungan Verza 150 yang mempunyai baut 2 disisi kanan dan kiri sehingga total mempunyai 4 baut sangat bisa diandalkan, box GIVI e45 dengan full box sampai saat ini gak pernah turun atau istilah lainnya mleyot, hal ini ditunjang dengan pemasangan braket GIVI yang memang proper, jadi saya sarankan untuk para pemilik Verza 150, beli aja braket sekalian box GIVI kalo pengen awet bertahun tahun

Baca disini : Perbedaan Mesin CRF 150L Dan Verza 150

Modifikasi kedua adalah lampu utama, lampu bohlam yang saya rasa kurang terang pencahayaannya saya pensiunkan dan saya ganti dengan HID Projie yang mana sangat memuaskan saat dipakai perjalanan, sinarnya sangat fokus dan tidak menyilaukan (kecuali di dim), sekalian system AHO (automatic headlamp on) juga saya matikan dan saya ganti dengan saklar on of kepunyaan SUZUKI SKYWAVE, hasilnya selama 8 tahun awet banget, bahkan saklarnya pun gak pernah ganti…memang ya, barang kepunyaan SUZUKI ini awet bener, meski saya beli saat itu agak mahal (70rb) untuk saklar saja namun kerasa awetnya hingga 8 tahun ini

Modifikasi ketiga saya mengarah kepada suspensi belakang dimana sebenarnya sih saya memang gak sreg dengan tongkrongan Verza 150 yang masih double skok, terkesan kurang gagah menurut saya, akhirnya saya meminta bantuan rekan saya yang kebetulan adalah tukang las listrik sekaligus modifikator motor2 rekan komunitas di daerah Surabaya dst, ongkosnya 250rb sudah sekalian braket monosok yang terbuat dari plat tebal yang ternyata awet hingga saat ini, sementara monosoknya saya percayakan kepada Yamaha Byson yang lebih empuk ketimbang kepunyaan NMP

Modifikasi keempat saya mengarah ke klakson yang mana saya percayakan kepada ahli klakson yang terkenal di daerah Surabaya, klakson yang saya pakai adalah FERR yang mempunyai bunyi sama seperti yang dipakai oleh BMW jadi gak terlalu mencolok seperti bunyi klakson after market lainnya, masih OEM lah…masih mending daripada bawaannya yang suaranya radak malu maluin kalo buat ngebel

Modifikasi kelima saya memutuskan untuk mempesiunkan rem tromol yang akhirnya saya ganti dengan rem cakram OEM All New CB150R dan untuk peleknya juga saya ganti kepunyaan old CB150R, alasan mengapa pelek saya ganti adalah saya gak mau ngebor yang kwatir akan gak presisi dan akan bermasalah di kemudian hari, dan karena ukuran pelek Old CB150 dan verza adalah sama untuk ukuran depan dan belakang maka saya memakai system tukar tambah yang akhirnya saya cuman mengeluarkan uang 750rb untuk mendapatkan rem cakram dan pelek belakang set CB150R

Modifikasi keenam yang memang mau gak mau harus dimodifikasi adalah ban, dimana ban standart jujur gak enak banget dan akhirnya saya putuskan untuk menggantinya dengan merek after market, saat penggantian awal dulu memakai FDR Genzi pro dengan ukuran 90/80 bagian depan dan 120/70 di bagian belakang, selang 2-3 tahun kemudian saya mengganti dengan merek PIRELLI dan Aspira Premio dengan ukuran 90/80 untuk depan dan 100/70 untuk bagian belakang

Loh kok belakang lebih kecil cak…??? ya untuk membantu akselerasi saja biar lebih enteng dan BBM nya lebih hemat

Modifikasi ketujuh dan yang terakhir adalah gear set yang bawaannya adalah 14/41 yang akhirnya saya ganti dengan ukuran 14/45, wih kok lompatnya banyak banget cak…??? ya sekali lagi biar lebih enteng saja dan akselerasi lebih responsif, saat mengurangi kecepatan juga sangat terbantu dengan engine break yang tentu lebih responsif

Saya memang gak terlalu suka ngebut kalo pas makai Verza 150, paling mentok 100 kpj, dan itu bagi saya sudah kencang, namun apakah saya gak suka kencang…??? kalo gak suka kencang, la ngapain saya ikutan road race komunitas cak, dan juga sering test motor di jalanan kosong, speed tertinggi adalah di 225 kpj dengan mengendarai Honda RC213V-S di sirkuit sentul…wes ya, gak suka ngebut cuman saat pakai verza saja cak

IRITNYA TERJAGA HINGGA SAAT INI

Selama memakai Verza 150 ini, saya rasa motor ini sangat cocok untuk kaum kere hore seperti saya, budget BBM dengan modal 100rb perbulan sangat bisa dicapai dengan kisaran maksimal jarak hingga 650km lebih dikit, perawatannya juga sangat bisa ngirit banget, bahkan jarang sekali servis di bengkel kecuali urgent, kalo cuman ganti oli, setel gear saja cukup dirumah saja cak

Meski di 2018 nama Verza150 sudah berganti menjadi CB150 Verza, namun tongkrongan standartnya gak mencerminkan seperti saudaranya tersebut, dan modifikasi yang saya lakukan dengan mengganti double skok ke monosok dan rem tromol menjadi rem cakram barulah bisa dikatakan sebagai CB150 Verza, wong partnya juga pakai OEM CB150R kan…hehehe

Delapan tahun dan berjalan ke tahun sembilan ini saya sangat puas dengan performa dan ketangguhan meski nih motor berat banget karena memang sebagian besar partnya masih memakai besi cak, namun beratnya ini bikin motor stabil kala diajak jalan

Aku Dan Verzaku…!!! Si Irit Nan Bandel (Base from true story)

Kesimpulan
Verza 150 ini bukanlah motor yang bisa diajak kencang, namun karena gak kencang itulah konsumsi BBMnya jadi lebih irit, jadi bisa dikatakan kalo motor ini memang cocok untuk para BPJS seperti saya, oke masbro itulah sedikit pengalaman saya tentang verza 150 yang saya pakai selama 8-9 tahun ini, oh ya…diawal kemunculannya motor ini dikatakan sebagai produk gagal oleh banyak orang, bahkan banyak yang mencibir kalo verza 150 ini adalah motor sport tapi tenaga kayak matic, tapi terserahlah…kan saya sudah pakai selama bertahun tahun dan mendapatkan kepuasan saat memakainya, mau dibilang produk gagal, gak keren, gak kencang…bagi saya masa bodo, yang terpenting motor ini sangat mengerti keadaan saya dulu hingga saat ini

Artikel terkait :

Baca artikel lainnya :

Tentang Penulis: otobalancing

Gambar Gravatar
Anda juga dapat menyampaikan pemikiran Anda di bawah ini melalui bagian komentar. Anda juga dapat mengikuti kami di Facebook , di Instagram @otobalancing atau berlangganan saluran YouTube otobalancing

Silahkan Komentar Disini :

No More Posts Available.

No more pages to load.