otobalancing.net – Kangbro…sikap adem ayem yang ditunjukkan team Suzuki Ecstar MotoGP berbeda dengan team motogp lainnya, musim 2021 dimulai dengan posisi team yang banyak berubah, berkat keberhasilan tahun lalu, perombakan radikal di dalam tim dan kewaspadaan dari pesaing sangat ketara jika mereka tidak akan membiarkan Mir dan Rins berbuat terlalu banyak saat musim nanti berlangsung

Sekali lagi Suzuki Ecstar terkesan relatif tenang dalam pengujian selama lima hari di Sirkuit Internasional Losail Qatar, di mana Yamaha dan Ducati menjadi yang paling menonjol, namun apakah ketenangan Suzuki ini bukan menjadi gelegat yang misterius…??? otobalancing akan ulas lebih dalam alasan mengapa otobalancing harus menempatkan Suzuki sebagai favorit untuk mempertahankan gelarnya…!!!

KETENANGAN DAN KONSISTENSI
Tahun lalu (2020) setelah tes pramusim di Qatar selesai, tidak ada yang benar-benar menyangka jika Mir bisa memperebutkan gelar hanya dalam musim keduanya di kelas MotoGP, namun jika sampeyan mengikuti berita otobalancing di tahun lalu, di dalam garasi Suzuki, seluruh team memiliki perasaan puas tentang pekerjaan yang telah dicapai, dan skuad sepenuhnya siap untuk menuju ke Grand Prix Qatar dengan harapan akan menang.

Tentu saja cak…race itu tidak pernah terjadi, dengan pandemi virus corona yang menyerang dan seluruh musim ditangguhkan hingga Juli 2020, saat itu tidak akan pernah tahu seberapa bagus pengaturan Suzuki di tahun 2020 dalam balapan Losail.

Dua belas bulan berlalu dan dengan situasi global yang terlihat jauh lebih sehat, program pengujian musim dingin Suzuki hampir mencerminkan bayangan tahun lalu dan suasana antisipasi tetap ada di dalam tim saat bersiap untuk memulai lagi.

Mir dan Rins menyelesaikan lima hari di trek dengan cukup kuat, di urutan ketujuh dan kedelapan, tetapi dengan jarak yang hampir sama dengan para rider di depan pada kecepatan seperti yang mereka lakukan tahun lalu.

Saat ini Ducati, Honda dan Yamaha berharap bisa menang di lintasan lurus sirkuit gurun pasir, dengan itu maka mereka bisa menjadi ancaman di sirkuit mana saja.

Mungkin hal yang paling jitu tentang seberapa baik program pengujian Suzuki berjalan adalah bahwa sementara banyak saingan mereka masih bekerja untuk menyempurnakan mesin 2021 baru mereka, Mir dan Rins sudah berada di jalur yang benar dengan spesifikasi pertama mesin 2022, itu berarti progres Suzuki Ecstar setahun lebih cepat dari team lainnya

PEROMBAKAN MANAGEMENT TEAM TIDAK MEMPENGARUHI KINERJA
Berita paling berdampak dalam beberapa bulan terakhir bukan tentang part dan rider yang mengalami crash, tetapi justru hal yang mengejutkan bahwa bos tim veteran Davide Brivio pergi ke tim Formula 1 Alpine setelah dua dekade di MotoGP, menjalankan Yamaha terlebih dahulu kemudian Suzuki

Mengingat peran kunci yang Brivio mainkan dalam membangun tim, adalah bukti dari keterampilan manajemen sumber daya orang Italia yang cerdik tentang membangun tim yang tangguh sekaligus sukses.

Suzuki mempertahankan atmosfer tim kecil dimana masih ada anggota kepemimpinan senior yang tersisa telah dengan mulus menyesuaikan diri dengan peran dan tanggung jawab baru dalam grup manajemen, dan meskipun kepergian Brivio akan terasa, ini tidak akan merubah berbagai progres yang telah disusun sejak lama

MASALAH KUALIFIKASI TELAH TERATASI
Satu-satunya kelemahan Suzuki di tahun lalu adalah pada hari qualifikasi Sabtu meski pada akhirnya hal itu tidak terlalu menghambatnya dalam perburuan gelar, untungnya…berkat kemampuannya yang cukup luar biasa dimana kelebihannya adalah mempush ban baru dengan bahan bakar yang penuh sejak awal race motogp

Sebagian dari masalah kualifikasi berasal dari karakter mesin GSX-RR Suzuki yang terkesan ramah jika diajak untuk short lap, namun dengan simpanan data tahun lalu dan dengan motor yang tidak terlalu berbeda dengan tahun lalu berkat pembekuan pengembangan mesin, akan ada lebih banyak waktu untuk bermain dengan kecepatan satu lap dalam latihan dan itu harus terlihat dalam posisi grid selama latihan di qatar kemarin

MENTAL JUARA MIR TERUS BERKEMBANG
Tidak mudah untuk melupakan musim 2020 yang konsisten dan mengesankan bahwa Joan Mir baru berusia 23 tahun dan baru akan memulai tahun ketiganya di kelas utama, perkembangan Joan Mir yang semakin dewasa, terlihat melampaui usianya baik di dalam maupun di luar motor dan itulah yang membuat Juara Dunia memiliki mental untuk menjadi Juara Dunia selanjutnya

MUSIM 2021 MEMBERI KEUNTUNGAN BAGI SUZUKI
Sesuatu yang akan membuat sangat lega adalah prospek musim 2021 yang sebagian besar akan bebas dari perubahan dan membawa prospek menuju ke trek yang cocok dengan Suzuki di tahun ini (2021, berbeda dengan musim lalu dimana Suzuki kehilangan banyak trek yang kuat untuk GSX-RR seperti Assen, Philip Island atau Silverstone, namun fakta mengejutkan rival adalah saat bahwa begitu kuat di tempat-tempat bergaya stop-and-go seperti Red Bull Ring Austria dimana itu bukanlah pertanda baik bagi para pesaingnya.

PERSAINGAN 2 SAUDARA DAN KELUARGA DEKAT (MIR & RINS)
Ada banyak perubahan di team pembalap tahun ini seperti Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, hingga nama-nama yang lebih mapan seperti Jack Miller dan Maverick Vinales, dan bahkan juara kembali Marc Marquez yang baru pulih dari cidera, tapi bisa dibilang ancaman terbesar yang dia hadapi adalah Rins

Rins lebih cepat dari dua pebalap Suzuki tahun lalu bahkan berbagi jumlah kemenangan yang sama dengan rekan setimnya meski akhirnya tersingkir

Kesimpulan…
Kekuatan Suzuki masih belum sepenuhnya dikeluarkan kangbro, ini karena ada fokus yang dibagi yaitu test mesin 2022, namun otobalancing yakin jika sebenarnya Suzuki sudah mempersiapkan semuanya dan membiarkan team lain berjaya di sesi latihan, boso kerene ngendek wae cak dan memilih untuk tidak menonjolkan kekuatan, dan saat race kekuatan penuh diperlihatkan maka team lain akan kelabakan untuk menghadapi perubahan suzuki karena semua settingan sudah 80% fix untuk race selanjutnya

Artikel terkait :

Baca artikel lainnya :

SAMPAIKAN OPINI ANDA DI SINI :