Kupas Tuntas Alat Aerodinamika Baru Di MotoGP 2021, Jian Mumet Cak…!!!

Diposting pada

otobalancing.net – Kangbro…Ducati memang pantas disebut sebagai team yang penuh inovasi, alih-alih menciptakan berbagai inovasi dilakukan untuk mengimbangi power yang super kencang motor, eh malah menjadi trend di MotoGP dan akhirnya menjadi proyek percontohan bagi team lainnya

Ducati adalah raja aerodinamika MotoGP, manager team Ducati Gigi Dall’Igna dan insinyurnya telah menghabiskan lima musim terakhir demi mengembangkan bodywork yang dirancang untuk mengurangi wheelies alias hambatan udara, untuk memungkinkan rider lebih mudah melahap tikungan dan meningkatkan stabilitas pengereman baik saat di memasuki tikungan maupun saat hard breaking

Menurut analisa otobalancing, jika sampeyan melihat perbedaan antara mobil F1 dan motor MotoGP sampeyan harus setuju jika aerodinamika motor jauh lebih rumit daripada mobil karena body motor ramping, lancip dan ada banyak bagian yang terbuka, belum lagi inovasi bentuk motor terkadang berubah…ini berbeda dengan di mobil F1 yang inovasi lebih banyak terlihat di sektor mesin, hal ini membuat motor MotoGP lebih mudah terangkat roda depannya dan terkadang roda belakang juga…rumit yo cak, podo cak…hehehe

Akhirnya para insinyur mulai berfikir dan menerapkan teori jika ground effect dapat diterapkan pada motor MotoGP sehingga menciptakan lebih banyak cengkeraman agar kecepatan tikungan bisa lebih cepat dan memperpendek lap time

Baca juga : Bermasalah dengan Facebook…!!! Fans Page, Instagram Terpaksa Pindah Warung

Aero Ducati baru yang diluncurkan di Qatar pada akhir pekan lalu menunjukkan bahwa Ducati sekarang sedang mencoba untuk meningkatkan grip saat menikung, alat ini memiliki saluran di kedua sisi fairing yang lebih rendah, mengambil udara yang mengalir di kedua sisi roda depan, memutarnya hampir 90 derajat dan mengeluarkannya ke bawah.

Jack Miller sendiri mengungkapkan bahwa aero baru memang membuat motor tampak lebih stabil terutama saat memasuki tikungan, namun analisa otobalancing menunjukkan hal yang lebih dari itu kangbro, masih ingat kan artikel otobalancing mengenai Johann Zarco yang mencapai topspeed 352,9 km/jam yang mana kecepatan itu adalah kecepatan tertinggi selama latihan di sirkuit Losail Qatar

Link disini : Edian Jaran Cak…!!! Zarco Masih Bisa Geber Motor Ducati Lebih Dari 352,6 Km/Jam

Jika otobalancing bedah lebih dalam kangbro dengan menggabungkan beberapa fakta inovasi ducati selama ini, terlihat tepi trailing sayap tengah (antara sayap atas dan saluran udara) tampak lebih tinggi dari tepi depan, yang menghasilkan tekanan lebih rendah di bawah sayap yang langsung menyedot motor ke bawah, sementara saluran downwash adalah kebalikannya yang akhrinya menghasilkan tekanan lebih rendah di atas saluran, yang meningkatkan kekuatan sayap di atasnya.

Aliran udara di bawah fairing sepeda motor MotoGP yang dipacu dengan kecepatan tinggi akan berantakan alias tidak beraturan, sehingga roda depan akan banyak menimbulkan banyak getaran, menciptakan turbulensi, udara bertekanan rendah di bawah dan bagian belakang sepeda akan menjadi kacau dan menghambat laju motor, inovasi ducati menjadikan sebuah saluran udara yang langsung meneruskan menembakkan di bawah untuk meningkatkan tekanan udara di area tersebut yang akhirnya akan mengurangi hambatan.

Dengan adanya downforce, motor MotoGP memliliki 2 keuntungan yaitu, tidak hanya mengurangi hambatan udara namun juga untuk meningkatkan kecepatan di garis lurus, hal ini bisa terjadi karena inovasi tersebut dapat membersihkan aliran udara di bagian belakang motor yang membuat pengendara lebih stabil

Seperti yang sudah-sudah kangbro, inovasi ducati selalu diprotes oleh team-team lainnya, dan jika memang beneran akan dipakai sepanjang musim MotoGP 2021, maka ducati harus melegalkan alat ini dan akhirnya bakalan menjadi alat yang sah untuk dipakai ducati dan juga team lainnya

Mohon maaf jika otobalancing kembali mengingat era 2 tahun lalu dimana terdapat perdebatan antara ducati dengan team motogp lainnya dimana persoalannya adalah kontroversi pendingin ban belakang Ducati yang akhirnya juga diterapkan di motor team lain, saya masih ingat pernyataan bos team ducati dimana Dall’Igna sangat ingin meningkatkan pengetahuan aero, sementara Aprilia, Honda, Suzuki dan Yamaha semuanya setuju bahwa mereka tidak ingin pengembangan aero berlanjut dengan kecepatan seperti itu, bahkan KTM ingin semua perangkat aero dilarang…nah piye iki jal

Saat itu HRC angkat bicara dimana Takeo Yokoyama mengatakan jika motor MotoGP merupakan prototype motor yang teknologinya bakal dikembangkan dan  dapat ditransfer ke sepeda jalanan, itulah sebabnya aerodinamika ekstrim ducati bukanlah cara yang tepat untuk diterapkan….asli panas cak waktu itu bahkan sampai dorna turun gunung buat meredam situasi

Pihak teknisi Suzuki saat itu juga turut berbicara dimana mereka sebenarnya suka sekali dengan teknologi aero karena sebagai teknisi sangat suka dengan hal yang baru, namun pengembangan ini memerlukan biaya yang sangat tinggi, dan jika ada salah satu team yang tidak memiliki cost yang tinggi sudah pasti akan tertinggal dengan team ber cost tinggi

Namun Kepala teknisi Aprilia Romano Albesiano ternyata mendukung keputusan ducati ini, bahkan mantan perancang sasis Cagiva 500 itu ingin memperkenalkan efek Meredith ke MotoGP. Fenomena ini ditemukan oleh insinyur Inggris Frederick Meredith pada tahun 1930-an, dengan menggunakan desain sistem pendingin yang cermat untuk menggunakan panas yang dihasilkan oleh radiator untuk menciptakan gaya dorong, karena panas menambah energi ke aliran udara.

Yang paling terkenal, efek ini digunakan dalam pesawat tempur Mustang P-51 saat Perang Dunia Kedua, dengan udara panas yang keluar dari radiator akan menghasilkan sedikit dorongan, dan baru-baru ini, sytem tersebut digunakan di mobil Formula 1 dengan radiator dipasang di terowongan sidepod.

Memang hal ini memberikan dampak yang luar biasa merugikan dimana memberikan pendinginan yang memadai untuk mesin balap adalah masalah besar, karena semakin besar radiator, semakin besar hambatannya. Jadi, jika dapat menggunakan energi kinetik dari panas radiator untuk mengimbangi hambatan itu, itu adalah keuntungan yang penting, namun mobil F1 memiliki ruang untuk terowongan radiator sementara motor MotoGP tidak…inilah yang akhirnya menjadikan ducati dan aprillia bersemangat membuat inovasi dalam hal aeodinamika

Impian setiap insinyur ducati yang melihat sistem pendingin mobil F1 adalah untuk menerapkan sistem ini pada sepeda motor, karena jika kita dapat membuat sistem pendingin yang optimal seperti ini kita mendapatkan dorongan dari radiator, bukan hambatan. 

Last…
Seru juga yo cak jika kita mengikuti perkembangan teknologi di motogp, namanya juga motor prototype kangbro, jelas akan ada sebuah inovasi baru di dalam dunia kendaraan bermotor roda dua, sementara mereka sibuk memikirkan system aerodinamika, otobalancing cuman bisa ngopi sambil bermimpi…piro ya gaji teknisi MotoGP rek…hahaha

Artikel terkait :

Baca artikel lainnya :

5 thoughts on “Kupas Tuntas Alat Aerodinamika Baru Di MotoGP 2021, Jian Mumet Cak…!!!

Silahkan Komentar Disini :