Bos Besar Osamu Suzuki Resmi Mundur, Bagaimana Perkembangan Suzuki Di Indonesia…???

oleh -1 views

otobalancing.net – Kangbro…Perusahaan otomotif utama Jepang Suzuki Motor Corporation (SMC) mengumumkan jika bos besar Suzuki, Osamu Suzuki telah pensiun dan mengambil peran sebagai penasihat senior dengan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum biasa yang akan diadakan di Juni tahun ini.

SMC juga mengatakan jika dewannya telah mengusulkan pengangkatan Toshihiro Suzuki, direktur dan Presiden saat ini dan putra Osamu Suzuki, sebagai Ketua Dewan Direksi.

Profil

Osamu sebenarnya lahir dengan nama Osamu Matsuda. Hidupnya mulai berubah setelah menikah dengan istrinya Shoko Suzuki yang merupakan cucu dari pendiri Suzuki Motor Corp Michio Suzuki. Osamu kemudian mengganti namanya menjadi Suzuki dan bergabung dengan Suzuki pada 1958.

Selama hampir 40 tahun kepemimpinannya, Osamu mengubah wajah Suzuki dari yang tadinya muram menjadi salah satu produsen mobil terbesar di dunia, salah satu strategi yang berhasil adalah dengan memasuki pasar India di 1980-an dimana Suzuki saat ini masih menguasai pasar di sana.

Efek Untuk Suzuki Di Indonesia

Di Indonesia Suzuki menjadi satu-satunya produsen otomotif yang menjual sepeda motor dan mobil, tidak seperti mobil cak…penjualan motor di dealer-dealer Suzuki terbilang seperti bumi dan langit, improvisasi produk yang juga minim membuat keadaan semakin parah yang mengakibatkan banyak dealer motor Suzuki tutup

Jika jaringan pendukung ambruk, akan sangat sulit untuk membangun kembali, butuh extra effort luar biasa untuk melakukannya, inilah yang harus menjadi warning buat para pabrikan lain. Hilangkan rasa pongah dan arogan jika ingin sukses. Listening…mendengarkan, tidak merasa paling superior, perbaiki layanan dan mengikuti pasar. Keras kepala adalah pangkal dari kehancuran kangbro

Saya masih ingat saat AHM juga mengalami fase tersebut seperti Suzuki ini, Tetap kekeuh enggan melakukan perubahan sebelum mereka dihantam Yamaha ditahun 2007 lewat hadirnya Vixion, alhasil Megapro dan Tiger anjlok cak. Pasar matic menurun drastis dipukul Mio, namun mereka akhirnya menganalisa…apa yang salah..??? dan tidak butuh lama, perombakan besar-besaran dilakukan plus membuka diri terhadap masukan. Hasilnya??. Perubahan drastis dirasakan pada kubu AHM, baik dari produk, layanan hingga strategi marketing sekarang

Kesimpulan

Dengan mundurnya Bos Suzuki saat ini, diharapkan penerusnya bisa membuat terobosan yang greget di Indonesia dimana Suzuki harus banyak belajar dari pabrikan lain yang sukses mencuri perhatian konsumen, kondisi sekarang wis kritis untuk jaringan Suzuki, lalu kira2 solusinya bagaimana…???

Jika di luar negeri Suzuki seperti raksasa yang sulit untuk dikalahkan, berbeda kondisinya dengan di Indonesia, kompetitor sering mengadakan pertemuan dengan blogger, media, konsumen dan komunitas untuk mendapatkan masukan mengenai strategi dan input produk, rilis produk mumpuni yang disukai oleh pasar dan genjot marketing secara brilian, semakin cepat semakin baik pastinya, apalagi kompetitor saat ini terus menciptakan produk yang memenuhi keinginan konsumen, jangan sampai konsumen Suzuki akhirnya berpaling dan menjadikan market Suzuki semakin mengerucut kembali

Wes gak jamannya skrg berkoar mengungulkan mesin Suzuki jaman dulu cak, karena kenyataan saat ini jaman sudah berubah, jika Suzuki sudah dipercaya dengan ketangguhan mesinnya, saatnya sekarang Suzuki berimprovisasi dengan fitur yang memanjakan konsumen, jika dulu pabrikan yang menentukan apa yang terbaik untuk konsumen namun di jaman saat ini, masukan konsumen menjadi penentu produk tersebut diterima oleh masyarakat

Artikel terkait :

Baca artikel lainnya :

Tentang Penulis: otobalancing

Gambar Gravatar
Anda juga dapat menyampaikan pemikiran Anda di bawah ini melalui bagian komentar. Anda juga dapat mengikuti kami di Facebook , di Instagram @otobalancing atau berlangganan saluran YouTube otobalancing

Silahkan Komentar Disini :

No More Posts Available.

No more pages to load.