otobalancing.net – Kangbro…dikabari oleh salah satu kepala cabang salah satu brand di kota saya mengenai pemberlakuan DP 0% yang bakal berlaku per 1 Maret 2021 besok membuat saya penasaran untuk mengkaji lebih dalam, dan sudah jelas tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian. Berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai 31 Desember 2021

Namun cak…DP 0% patut sampeyan perhatikan management resikonya, kalo cuman tergiur DP 0% saja siapa yang gak mau, namun perlu sampeyan ketahui konsekuensi yang langsung terasa begitu ambil kredit motor DP 0 persen adalah nilai cicilan yang lebih besar ketimbang ambil kredit dengan DP, sebab bayar sepeda motor tanpa DP sama aja menyetujui peminjaman seharga sepeda motor beserta bunganya.

Coba aja deh sampeyan minta rincian hitung-hitungannya ke lembaga pembiayaan. Pasti bakal jauh perbedaannya antara bayar cicilan dengan DP dan DP 0 persen.

Beberapa teman saya menceritakan saat dia mengambil motor dari salah satu leasing dengan DP 0%, salah satu cara menyiasati cicilan yang besar selain menaikkan DP adalah ambil jangka waktu pelunasan atau tenor yang panjang. Makin panjang tenornya, makin kecil cicilannya.

Memang cicilan tiap bulannya jadi kecil, tapi kalau ditotal-total, keseluruhan cicilan yang dibayarkan jadi sangat besar cak, bahkan, total bunganya aja bisa setengah dari pokok kreditnya, bisa sampeyan bayangkan betapa besarnya cicilan yang nanti sampeyan bayarkan?

Karena itu, rekan saya mengatakan bayar cicilan dengan tenor yang singkat lebih menguntungkan, walaupun nilai cicilan tiap bulannya besar seenggaknya total kredit yang kamu bayarkan gak besar-besar amat.

Efek dari pada kebijakan ini adalah gak sedikit orang yang tanpa pikir panjang langsung beli sepeda secara kredit..namun kangbro kudu hati-hati karena banyak orang yang terjerat utang dari kredit motor padahal mereka ambil jelas-jelas punya uang muka alias DP, apalagi yang pakai DP 0%

Dampak lanjutan yang bakal terjadi kalau kredit motor sampai macet adalah skor diĀ Informasi DebiturĀ atau iDeb jadi jelek. Asal tahu aja nih, iDeb digunakan lembaga-lembaga keuangan buat mengukur apakah pengajuan pinjaman disetujui atau ditolak.

Dalam iDeb, ada skor-skor yang menjadi ukuran kualitas kredit debitur, skor yang bagus bikin seseorang berpeluang besar buat dapat pinjaman nantinya. Sementara kalau skornya buruk, jangan harap pengajuan pinjaman bisa lolos.

Baik atau buruknya skor ini tergantung dari seberapa lancar si debitur membayar cicilan. Kalau lancar, skor kreditnya bagus. Kalau macet, ya pasti skor kreditnya buruk. Ujung-ujungnya cak…dengan skor kredit yang buruk, peluang meraih pinjaman lainnya jadi sulit.

Kesimpulan
Pembebasan uang muka sebenarnya hanya mengalihkan biaya yang semula dibayarkan dalam bentuk DP ke cicilan bulanan. Sebagai ilustrasi, jika dalam skema normal pembayaran pertama pembelian mobil sebesar Rp50 juta dan selanjutnya Rp5 juta per bulan, maka dengan skema tanpa uang muka sejak cicilan pertama hingga kredit lunas menjadi Rp8 juta.

Semoga bermanfaat cak untuk bijak dalam mengambil kredit

Baca artikel lainnya :

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :