otobalancing.net – Banyak rider terinspirasi dengan helm yang digunakan oleh pembalap MotoGP, gak cuman bentuknya yang ditiru…namun juga corak dan warna juga…ada yang di cat/airbrush bahkan ada juga yang hanya main stiker…namun sebenarnya apa yang istimewa dari helm MotoGP ini…???

Sebelum kita bahas silahkan anda subcribe channel youtube otobalancing dan blog otobalancing agar blog dan vlog otobalancing bisa berkembang lebih dalam menghadirkan informasi seputar dunia otomotif

Pembalap MotoGP tak bisa sembarangan memilih helm, anda bisa membayangkan dimana para rider MotoGP memacu motor melawan udara hingga kecepatan lebih dari 300 km/jam itu pasti membutuhkan proteksi yang mumpuni sehingga kepala dan juga tulahng leher aman dan nyaman dan sekaligus mendukung system terpadu aerodinamika saat memacu kecepatan lebih tinggi.

Meski merek helm yang digunakan rider MotoGP beragam namun pada dasarnya teknologinya mirip-mirip…seperti halnya teknologi yang digunakan pada helm MotoGP Valentino Rossi

Langkah pertama AGV memscan wajah dan kepala Rossi dengan teknologi canggih dan berbagai hal yang rumit secara 3 dimensi, setelah itu Rossi diminta untuk menjajal helm tersebut apakah pas atau tidak, helm MotoGP juga dilengkapi dengan berbagai sensor dimana sensor ini memiliki peranan untuk memonitoring banyak hal yang tersambung dengan alat monitor teknisi di paddock

Balik lagi ke awal pertama kali pembuatan helm pembalap MotoGP. Produsen harus benar-benar dan ekstra hati-hati dalam mengukur ukuran kepala. Informasi ukuran kepalanya nantinya juga akan diberikan langsung kepada setiap pembalap.

Para produsen helm juga harus bisa menjamin sisi luar helm harus sesuai standar kekuatan internasional, sementara dari sisi dalam kepala pembalap harus bisa terasa nyaman mempunyai ruang udara yang cukup sehingga tidak mengganggu pembalap saat berkeringat, dan tidak mengganggu penglihatan.

Kerap kali produsen helm juga mendapat permintaan khusus dari setiap pembalap yang bekerja sama dengannya, contohnya jika ada seorang pembalap yang memiliki keringat berlebih, biasanya produsen akan memberikan tambahan atau menyesuaikan materialnya agar benar-benar membuat pembalap nyaman.

Tidak hanya dalam hal bahan, pembalap juga kerap punya permintaan khusus dalam hal desain. Produsen biasanya menyediakan empat helm dalam satu seri grand prix. Empat helm tersebut belum termasuk helm cadangan yang ditujukan untuk keadaan darurat jika sewaktu-waktu pembalap membutuhkannya secara mendadak.

Ventilasi mulut di helm MotoGP juga didesain yang memungkinkan pembalap dapat menyeetel saat lari 100 km/jam, 150 km/jam, 200 km/jam, 250 km/jam, 300 km/jam, 350 km/jam itu beda-beda jumlah angin yang masuk. Jadi lari 100 km/jam ke bawah angin nggak masuk, lari 250 km/jam angin masuk tapi nggak terlalu kencang…kurang lebih seperti itu penjelasannya

Begitu juga dari bagian dalam helm, busanya dibuat senyaman mungkin dan tidak memungkinkan helm goyang-goyang saat dipacu di kecepatan tinggi, soal visor atau kacanya pun berbeda…ketebalan kaca dan kualitas optikal visor tersebut dibuat agar pebalap bisa tetap fokus di kecepatan sekencang apa pun.

Selain itu, bahan helm juga berbeda antara helm biasa dan helm buat balapan MotoGP. Jadi, helm lebih aman dan lebih ringan, bahannya composite carbon kevlar. Kalau helm biasa itu thermoplastic, fiber biasa. Itu semua pengaruh. Ngaruhnya untuk ringan dan sebagainya.

Oke kang…sampai disini sampeyan semua bisa memahami betapa rumit dan pentingnya safety dari helm apalagi sekelas ajang MotoGP kan, namun di musim 2020 ini tau gak helm merek apa yang paling mendominasi…???

Urusan pembalap negara Spanyol memuncaki daftar terbanyak di musim ini dengan total ada 9 pembalap, 6 dari Italia, 2 dari Perancis, sementara dari Afrika Selatan, Australia, Inggris, Jepang dan Portugal masing-masing hanya 1 pembalap saja

Namun untuk urusan merek helm, Italia masih memuncaki rangking pertama terbanyak sebagai helm yang dipakai oleh pembalap MotoGP dengan memakai AGV, Suomy, Nolan, dan X-Lite, sementara merek Jepang menduduki rangking ke dua dengan merek Arai dan Shoei

Sementara di posisi ketiga ada produsen helm asal Prancis, yakni Shark dan posisi keempat ditempati produsen helm dari Korea Selatan, yaitu HJC, selain itu ada helm asal Amerika Serikat, Bell dan Scorpion dan hal yang menarik yang patut kita banggakan adalah helm Indonesia dimana KYT juga dipakai oleh pembalap MotoGP yaitu pembalap Spanyol Aleix Espargaro

Dan Joan Mir sebagai Juara Dunia MotoGP musim 2020 ini memakai helm AGV…coba kalo pakai helm KYT bisa bangga juga Indonesia nih karena turut andil dalam perolehan Juara Dunia MotoGP

1 KOMENTAR

SAMPAIKAN OPINI ANDA DI SINI :