otobalancing.net –  Kisah Jorge Lorenzo sebagai test rider di tim pabrikan Yamaha berakhir pahit setelah dia kehilangan posisi tersebut pada music depan, di anggap tidak becus dalam mengembangkan motor YZR-M1, Lorenzo harus rela posisinya digantikan Cal Crutchlow, keputusan itu membuat Lorenzo kecewa berat, terlebih karena manajemen Yamaha juga tidak terlalu agresif dalam melakukan tes selama musim kompetisi MotoGP 2020.

Sepanjang musim lalu, Lorenzo cuma menguji motor YZR-M1versi tahun 2019 yakni pada tes pramusim di Malaysia (awal Februari) dan tes di Portugal (Oktober),

“Saya disalahkan atas penampilan buruk saya di Portimao. Saya menjelaskan bahwa pada bulan Juni mereka memberi tahu saya tidak akan ada tes lagi,” kata Jorge Lorenzo, dikutip dari Corsedimoto.

“Tentu saja, saya pensiun untuk menikmati hal lain dalam hidup. Jadi, saya tidak berlatih karena saya seharusnya tidak melakukan tes lagi,” ucap dia menjelaskan.

Lebih lanjut, Lorenzo juga menyoroti kebijakan tim pabrikan Iwata yang alih-alih memberikan motor dengan spesifikasi terkini, dia malah selalu menunggangi YZR-M1 versi tahun 2019 dalam sesi tes.

“Itu sebabnya saya mengurangi kecepatan dalam latihan saya dan seorang test rider harusnya mengendarai motor tahun 2021 bukan 2019,” ujar Lorenzo.

Dalam kesempatan yang sama, pria Spanyol berusia 33 tahun tersebut menyebut setidaknya ada dua orang yang memengaruhi agar kontraknya tidak diperpanjang. Jorge Lorenzo memang tidak menyebut Managing Director Yamaha Lin Jarvis sebagai salah satu orang itu, tetapi dia yakin ada sosok penting di balik pemecatannya sebagai test rider yaitu Manager team dan Paprikan

“Saya pikir mereka membuat keputusan ini di bawah pengaruh satu atau dua orang, saya tidak berbicara tentang Lin Jarvis,” kata Lorenzo.

“Dua orang yang memengaruhi keputusan untuk tidak memperbarui kontrak saya dan pada akhirnya saya harus menghormati keputusan itu meski tak adil untuk saya,” tutur dia lagi.

1 KOMENTAR

SAMPAIKAN OPINI ANDA DI SINI :