otobalancing.net – Masih teringat di kepala saat melintas di daerah jalan Diponegoro ada sepasang bapak ibu yang sudah umuran jatuh tersungkur di speedtrap, untung saja saat itu tidak ada mobil di belakangnya dan barusan kamis kemarin ada pengendara kecelakaan karena mengerem mendadak dikarenakan ada speedtrap yang warna sudah pudar sehingga tidak terlihat oleh mata dan baru terlihat beberapa meter

Saya tidak bisa membayangkan jika sepasang bapak dan ibu tersebut yang mungkin akan berangkat ke rumah cucunya dimana diselimuti perasaan bahagia namun endingnya berakhir dengan kesedihan akibat sakitnya jatuh di aspal dan saya gak bisa membayangkan jika pengendara kecelakaan tersebut adalah ojek online yang sedang mengantarkan orderan Go Food dan akhirnya makanannya rusak dan kena komplain sehingga akhirnya dapat bintang 1 karena orderannya rusak…apakah akan ada yang bisa bertanggung jawab atas akibat speedtrap di jalan utama tersebut…???

“Di Darmo Indah Sari itu, jalan dari arah Manukan ke kota, itu paling padat. Nah kemarin itu dipasang polisi tidur. Kalau kendaraan cepat, kalau ngerem mendadak yang belakang nabrak. Kebetulan pagi ini baru saja terjadi,” kata Hendri Bukasiang (70) pendengar salah satu radio SS saat menyampaikan beritanya

Aturan Speedtrap
Speedtrap merupakan alat kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan kendaraannya. Speedtrap hanya ditempatkan pada jalan di lingkungan pemukiman, jalan lokal yang mempunyai kelas jalan III C, dan pada jalan yang sedang dilakukan konstruksi.

Kemudian, speedtrap pada jalur lalu lintas dapat didahului dengan pemberian tanda dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, serta harus diberi tanda berupa garis serong dari cat berwarna putih. Speedtrap menyerupai trapesium dan bagian yang menonjol di atas badan jalan maksimum 12 sentimeter (cm), kedua sisi miringnya mempunyai kelandaian yang sama maksimum 15 persen, dan lebar bagian atas minimum 15 cm.

Alasan dipasang Speedtrap
Speed bam itu dipasang dengan berbagai alasan, seperti sering terjadi kecelakaan lalu lintas dan dijadikan arena balap liar, namun inilah akhirnya yang menjadi masalah dimana banyak di tempat2 yang pemasangannya akhirnya tidak mengikuti aturan sehingga akhirnya menimbulkan spekulasi dan akhirnya saling menyalahkan

Last…
pemasangan polisi tidur harus sesuai peraturan. Kebanyakan pengendali kecepatan atau polisi tidur yang dibuat sekarang ini lebih banyak melanggar aturan itu. Sehingga banyak pengendara dirugikan.

Sebab efeknya tidak hanya pada ketidaknyamanan, tetapi berefek pada kesehatan juga kerusakan pada komponen suspensi kendaraan, adanya getaran speed trap yang tiba-tiba berefek pada getaran badan berlebih, bahkan getaran bisa terasa sampai kepala.

Komentar nitizen
“Merugikan pengguna jalan yg lainnya, lama2 bs merusak kendaraan pengendara yg lainnya, seharusnya polisi sndri berpatroli di tempat dan pada hari dan jam yg biasanya diadakan balapan liar, kalau patrolinya cm di awal2 aja, g seterusnya, itu sm aja bohong, kalau mau jera, wes tah patroli tiap hari aja mereka ditempat yg dicurigai digunakan untuk balapan liar pst mereka males buat nyari tmpt lg untk balapan liar lg”

“Tiap hari kerja lewat jalan Merr dari perempatan stikom sampe gunung anyar bikin PUSING tiap hbs ngelewatin speedtrap selalu geleng geleng kepala, rasanya KOPYOR isi kepala”

“Speedtrap seperti itu mengganggu pemakai jalan yg lain, getaran merusak shockbreaker, kalo pengen yg enak bikin gundukan/dataran naik setinggi 5cm selebar 1m, tiap jarak 100m dicat warna terang (kuning/oranye) dijamin berhenti, kalo kecepatan tinggi pasti terbang, kecepatan rendah tetap aman dan nyaman”

Kejadian di MERR

https://web.facebook.com/watch/?v=309737856844061

Menurut pembaca sekalian SPEEDTRAP Bisa mengurangi kecelakaan atau menambah kecelakaan tuh gara2 kendaraan tiba2 rusak saat melewati speed trap?

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini