Touring Surabaya Bandung Lintas PANTURA Dengan Suzuki Bandit 150

otobalancing.net – Mungkin bisa dibilang ini merupakan perjalanan nekad, dengan menempuh jarak total Surabaya Bandung (berangkat pantura, pulang selatan) dengan total 1.592 km yang harus kami lalui 3 hari 2 malam saja, jujur saja perjalanan lintas provinsi ini kami hanya berbekal uang saku seadanya (tanggal tua masbro hehehe) yang kami hitung berdasarkan kalkulasi hitungan BBM dan biaya konsumsi selama perjalanan bersama Suzuki GSX 150 Bandit kami melakukan perjalanan, bersama dengan Koordinator Bandit Community Jatim (BCI) yaitu bro Andik (Surabaya) kami berdua berangkat bersama dengan berboncengan.

Misi kami ke bandung adalah menghadiri DEKLARASI BANDIT COMMUNITY INDONESIA CHAPTER BANDUNG yang di gelar di lokasi Ciwedey Bandung pada 26 Oktober 2019 kemarin.

Awalnya sih ingin naik motor sendiri-sendiri namun karena kita juga dikejar oleh waktu (sama-sama kuli) mau gak mau kita harus hemat tenaga dan efisiensi waktu dengan cara berboncengan, apalagi kalo pakai 2 motor tentu hitungan BBM juga jauh lebih besar.

Jumat malam sekitar jam 23.00 wib kami berangkat dari Surabaya dengan pengisian BBM pertama full tank, sengaja memang tanki BBM Suzuki Bandit dibiarkan dalam kondisi hampir kosong saat pengisian tersebut dikarenakan untuk memudahkan kalokulasi perhitungan berapa jumlah BBM yang kami keluarkan selama perjalanan ini.

Rest pertama kami adalah di rembang, jujur nih pantat sudah panas dan sudah bad mood duluan karena macet panjang di area Lamongan – Babat, sembari makan kami melepas lelah sekitar 1 jam dimana kami sudah merencanakan rest kedua di kota Semarang, sekitar jam 05.30 kami tiba di kota Semarang dan memutuskan untuk ngopi sejenak di jalan bypass Semarang sembari mengisi BBM kedua

Rasa kantuk tak tertahankan saat kami menuju SPBU terdekat membuat kami harus tidur sekitar 2-3 jam di kawasan SPBU, setelah dirasa badan sudah agak enak dan mata telah lumayan bisa melek lagi, kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Bandung, sesampai Cirebon kami mengisi kembali BBM ketiga

Singkat cerita akhirnya kami sampai di kota Bandung pada jam 23.00 di hari sabtu, berbekal share lokasi yang diberikan oleh panitia di grup WA Bandit kami menyusuri jalan pegunungan yang sejuk dan enak banget untuk Bandit berakselerasi, setelah sampai di lokasi acara kami disambut dengan biker Bandit yang juga datang dari berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengan (Magelang) dan kami Jawa Timur (Surabaya).

Mengusung tema ‘Bandung Lautan Api’, Ketua Umum terpilih BCI Bandung Raya bro Dimas Eka mengatakan :

“Kita disini membangun perkumpulan pengguna sepeda motor Suzuki GSX150 Bandit di daerah Bandung Jawa barat untuk menjalin keakraban, kebersamaan dan silahturahmi hingga membentuk rasa solidaritas”, ucap Dimas.

Dzumanji yang merupakan Ketumnas BCI Pusat juga turut memberikan apresiasinya

“Selamat atas deklarasi BCI Bandung, jaga sinergitas dan solidaritas, semoga BCI Bandung dapat menjadi komunitas yang mewadahi, mengayomi para anggota yang tergabung di dalamnya dan memberikan manfaat dalam bersosialisasi. Aamiin,” katanya.

Performa Bandit di etape pertama Surabaya – Bandung

Jujur saya dan bro Andik tersenyum lebar kala melihat Suzuki Bandit 150 yang kami kendarai masih dalam keadaan sehat walafiat, padahal selama perjalanan kami sangat sering berhadapan dengan jalan bergelombang dan memacu dengan kecepatan 90-120 km/jam (berboncengan), dikala jalan sepi apalagi di kejar oleh waktu mau gak mau kami harus geber dan menyiksa motor agar cepat sampai tujuan.

Sebenarnya antara tega gak tega karena saat diperjalanan Bro Andik bercerita kalo Suzuki Bandit 150 yang kami kendarai ini baru ganti oli di km 4000, dan saat kami pakai adalah di km 9000 an…artinya saat perjalanan ke Bandung ini masih menggunakan oli yang sudah terpakai selama 5000 km lebih…namun begitu tak terlihat mesin yang kasar, berat dan bahkan tidak menyangka kalo oli di mesin ini sudah berusia melebihi batas yang direkomendasikan pabrik…tapi gimana lagi…kita posisi di perjalanan dan sudah mau sampai Bandung…berharap pas di acara bisa ketemu dengan rekan di SMG Suzuki dan besoknya bisa mampir ke dealer untuk ganti oli…namun nasib berkata lain dan kami tidak bertemu…ya wes trimo nasib wae.

Suspensi dan Sasis TOP Abis

Berat badan saya dan bro Andik bisa dibilang kayak angka 10…saya yang memiliki berat 90 kg sementara bro Andik 55-60 kg, sampeyan tahu sendiri kan bagaimana kondisi jalan Pantura yang bergelombang lumayan parah, namun begitu kami tetap memacu motor antara 90-120 km/jam karena mengejar jam.

Bicara masalah handling, selama perjalanan kami merasa Suzuki GSX150 Bandit memberikan kombinasi yang pas, dimensi yang kompak dengan setingan suspensi cukup stabil dicoba meliuk-liuk dan menikung di sepanjang jalan PANTURA, tidak ada gejala slip meski masih menggunakan ban bawaan DUNLOP.

Suspensi pun mantap saat digunakan melaju diatas 90 kilometer per jam pada jalan aspal dan saat dipakai melewati jalan BETON yang tak rata, kami merasakan suspensi bekerja dengan baik, nyaman saat rebound, pas dan pokoknya antara suspensi depan dan belakang sama-sama kompak memberikan kenyamanan, bahkan saat melewati gundukan di sepanjang perjalanan apalagi saat melewati jalan ditengah hutan masih terasa mantap.

Meski melalui perjalanan yang sangat panjang juga lelah yang tak terkira, kami senang bisa bertemu dengan para saudara kami di BCI yang telah kami anggap sebagai saudara kami sendiri

Di artikel selanjutnya kami akan berbagi sensasi perjalanan dari Bandung ke Surabaya melewati Jalur Selatan.

Artikel Terkait :

Artikel Terbaru :

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini