Review Ban City Grip Pro Dan Aspiro Premio Supertivo Di Suzuki NEX II

otobalancing.net – Berawal dari keterpaksaan cak dimana ban belakang sudah mampir tambal ban 4 kali (belakang 3, depan 1) bahkan untuk ban belakang kondisi terakhir ada sobek sedikit karena dihajar aspal pandaan yang gak bersahabat, hal ini dikarenakan suspensi belakang Suzuki NEX II yang empuk bin bikin nyaman untuk rider, alhasil saya usaha manahan diri gak jajan sembarangan selama 2-3 bulan ternyata membuahkan hasil, maklum lah cak saya cuman kuli jadi jangan harap seketika bisa membeli sesuatu langsung breg pasang.

Aspira Premio Sportivo

Ban belakang adalah ban yang pertama kali saya ganti mengingat lumayan parah dan saya gak mau kalo pas touring saya mendorong di tengah jalan perbukitan yang jarang ada tambal bannya, karena belinya disertai dengan perjuangan maka saya gak mau sembarangan untuk membeli atau asal beli saja, maka dari itu saya mempelajari dan mencari testimoni dengan rider2 yang sudah memakai ban ini sebelumnya sebelum saya memutuskan untuk membelinya.

ASPIRA PREMIO SPORTIVO merupakan ban motor tubeless dengan teknologi PROGD (Progressive Groove Design) yang mendesain alur dan tapak ban yang berbeda untuk ban depan dan belakang sesuai dengan fungsinya. Sportivo akan memberikan pengalaman berkendara yang luar biasa dengan ban yang sporty ketika melakukan manuver dan perjalanan jarak jauh di segala cuaca.

ban ini diproduksi di pabrik milik PT Evoluzione Tyres, perusahaan joint venture antara Pirelli tyre S.p.A dan PT Astra Otoparts (AOP) Tbk, alhasil ban ini memang buatan lokal namun mempunyai standart dan kualitas import.

Konstruksi side wall pada ban tubeless Aspira Premio Supertivo ini juga lebih kokoh, dalam keterangan resmi di websitenya “bahkan saat diduduki sekalipun, tidak langsung gepeng tertekan ke bawah. Hal ini disesuaikan dengan kebiasaan bikers di Indonesia yang kerap overload dan sering tidak memperhatikan tekanan angin, ban kerap dibiarkan kempis. Kedua kebiasaan buruk tersebut bisa membuat ban cepat ‘benjol’ jika konstruksinya tidak diperkuat”.

Saatnya berkendara

Setelah mengendarai selama sebulan, feel menggunakan ban ini gak bisa dianggap remeh masbro, pada kondisi jalan kering ban ini terasa begitu mencengkram aspal dan paling terasa enaknya ban ini yakni pada saat kita melahap tikungan demi tikungan, dan sengaja memang saya gunakan ban ini untuk ban belakang Suzuki NEX II karena hanya berperan untuk akselerasi saja dan memang terbukti saya puas dengan performanya.

Sampeyan benar-benar akan merasa “tertipu” dengan harga ban ini yang tergolong murah dan merek yang tertera yakni Aspira.. padahal setelah merasakan langsung ternyata ban ini memiliki performa seperti ban Pirelli banget!

Michelin City Grip Pro

Selang sebulan saya membeli ban belakang, akhirnya saya bisa mengumpulkan uang untuk membeli ban depan, dalam sebulan terakhir saya juga mempelajari apakah saya akan menggunakan merek dan tipe yang sama seperti ban belakang atau tidak nah akhirnya terjawab saat saya banyak menemui para rider yang juga menggunakan ban ini untuk kebutuhan touring dan harian.

Untuk ban depan, Michelin City Grip Pro memang sangat cocok dan sesuai dengan alur bannya, dimana alur ban ditengah, bead dan kedalaman tapak yang bervariasi tergantung kemiringan sepeda motor (30% di tengah dan hingga 35% di bahu ban), MICHELIN City Grip Pro mampu lebih efektif  menerobos dan meyingkirkan air, selain itu di websitenya disebutkan jika :

“Masa pakai ban ini rata-rata sekitar 30.000 km untuk ban depan dan 20.000 km untuk ban belakang”

Itulah mengapa saya memakai ban ini hanya untuk ban depan saja, apalagi ada juga teknologi perlindungan di Michelin yang membuat saya terpincut untuk memadukan dengan pelek depan Suzuki NEX II saya :

Memilih ukuran

Gemes dengan cungkringnya ukuran ban Suzuki NEX II (depan 90/80, belakang 90/90) saya rasa masih kurang di mata saya yang haus akan performa dan style ini, alhasil saat meminang ban belakang Aspira Premio Sportivo saya memilih ukuran 110/80 dimana naik 2 tingkat dari standartnya.

Sisa jarak memang sedikit sekali tersisa, namun gak menyentuh atau geser ke filter…feelnya…ya terasa seperti ban besar lainnya…laju kian stabil, pede dan profil “80” sangat membantu redaman jalan sebelum diteruskan ke suspensi NEX II yang memang terkenal empuk. Sedangkan untuk ban depan saya memilih ukuran 90/90 dimana menjadi terlihat kekar dan bantet (isitilah jowone cak).

Saat masih unyu-unyu

Last…

memilih ban janganlah grusa grusu…pelajari bahkan cari info sebanyak banyaknya…testimoni yang sudah pakai jangan cuman dari satu rider saja…anggap ban itu adalah investasi hidup sampeyan, salah pilih ban juga bisa merugikan kantong…semoga sampeyan semua mendapat manfaat dari pengalaman saya dan Suzuki NEX II kesayangan saya ini.

Terima kasih atas perhatiannya.

Artikel Terkait :

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini