Pasca melepas usaha pelumas, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) tetap berhasil meraih kinerja positif. Untuk tahun ini perusahaan konsumer otomotif berencana akan mengembangkan usaha yang sudah ada sambil mengintip peluang bisnis baru.

Targetkan keuntungan 5 – 10 % pada 2019

Dalam laporan keuangan tahun 2018, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatatat pertumbuhan 11% untuk pendapatan bersih sebesar Rp 15,8 triliun. MPMX juga laba bersih konsolidasi sebesar Rp 3,7 triliun termasuk di dalamnya capital gain terkait dengan divestasi strategis bisnis pelumas MPMX (PT Federal Karyatama).

Dalam keterangan resinya, pada tahun 2018 utang perusahaan turun sebesar Rp 2,8 triliun, sebagai akibat dari dipercepatnya pelunasan atas pinjaman menggunakan hasil divestasi yang diterima dari penjualan bisnis pelumas.

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati mengatakan tahun 2018 merupakan tahun yang kuat dan telah menjadi tahun yang produktif untuk MPMX.

Kemasan pelumas Federal Oil yang diproduksi di pabrik di kawasan industri Pulogadung, Jakarta, Kamis (25/2). FKT anak usaha PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, melalui dua plantnya, memproduksi rata-rata 216.000 botol oli setiap hari dengan 15 SKU, selain itu juga pelumas kendaraan roda empat.

“Divestasi bisnis pelumas merupakan sebuah kesuksesan dan hasil dari divestasi memungkinkan kami untuk melakukan pelunasan sebagian besar hutang perusahaan, memberi penghargaan kepada pemegang saham kami dan menumbuhkan bisnis dan operasi MPMX yang sudah ada,” kata Suwito dalam keterangan persnya akhir pekan lalu.

Secara terpisah, General Manager Corporate Communication MPMX Natalia Lusnita menjelaskan fokus perusahaan pada saat ini adalah memperkuat dan mengembangkan bisnis pada pertumbuhan organic. Yang dimana manajemen percaya bahwa operasional bisnis MPM masih berpotensi untuk menghasilkan profit.

“Namun demikian, kami tentu akan terus melihat peluang untuk mengembangkan bisnisnya secara non-organik jika ada potensi mengakuisisi bisnis baru yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham, serta para pemangku kepentingan lainnya,” kata Natalia

Sayangnya detail bisnis baru belum dapat dibeberkan. Yang jelas MPMX konsisten terus melihat peluang bekerja sama atau aliansi dengan mitra strategis dari berbagai industri terkait dan juga dalam tahap memonitor seluruh tren di area-area terkait serta melihat berbagai kesempatan yang ada.

Adapun tahun ini anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) ini menargetkan kenaikan pendapatan 5% sampai 10%. Dengan target laba yang ingin dicapai di kisaran Rp 400 miliar sampai Rp 450 miliar.

“Tentunya hasil tersebut akan didorong oleh beberapa faktor diantaranya pengembangan dan pencapaian dalam kinerja perusahaan melalui peningkatan produktivitas,” tambah Natalia.

Sekedar info saat ini MPM punya empat portfolio usaha yakni MPMulia, MPMInsurance, MPMFinance dan MPMRent. Kontributor terbesar dari pendapatan tahun lalu berasal dari MPMulia, yang menghasilkan sekitar 88% dari total pendapatan konsolidasi. Hal ini didorong oleh pertumbuhan penjualan yang kuat dari pasar kendaraan roda dua secara nasional.

MPMulia saat ini merupakan distributor sepeda motor Honda di Jawa Timur dan NTT. Dari catatan internal pada 2018, dilernya berhasil mencatat penjualan sebanyak 901.337 unit atau naik 7% dari periode tahun 2017.

Artikel Terkait :

SILAHKAN MEMBERIKAN TANGGAPAN DIBAWAH INI