Pasang Klakson After Market Wajib Memakai Relay, Ini Alasannya !

otobalancing.net –  Klakson merupakan fitur standar pada sebuah kendaraan bermotor dimana berfungsi sebagai pemberi isyarat ke pengguna jalan lainnya, namun klakson bawaan motor dirasa kurang memuaskan dimana alasannya kurang keras, saya pernah punya pengalaman gak mengenakkan dengan klakson dimana saat saya berkendara tiba-tiba ada kendaraan menyebrang dimana saat itu kondisi jalan sedang lenggang, hampir saja tabrakan seandainya saya gak sigap mengerem dengan keras meski ban belakang geal geol.

Saat saya menegur penyebrang tersebut, eh di bilang “kan mas gak ngebel (klakson) ya saya kira mas sudah siap kalo saya nyebrang”, padahal yang terjadi saya sudah menekan bel saat jarak 30 meter sebelumnya…la kok dibilang gak ngebel….woalah cak cak.

Berkaca dari pengalaman itu akhirnya saya memutuskan untuk mengganti klakson motor standart dengan klakson aftermarket agar lebih keras suaranya, akhirnya saya mencari tukang pasang klakson di kota Surabaya, akhirnya saya menemukan spesialis servis dan pasang klakson yang bernama “HI”.

Baca juga : Menyingkapi Biker Klub/Komunitas Abal-Abal Yang Arogan Di Jalan…???

Toko klakson ini memang gak banyak menyediakan jenis klakson, namun yang dipajang bukan merek remeh lo cak…merek FERR, Stebell dan Bosch dimana bukan merek ecek-ecek di dunia per klaksonan ada disana, harganya juga bisa dibilang sebanding dengan kualitasnya dan sudah sekalian ongkos pasang juga, setelah deal harga saya memilih merek Klakson Keong Stebel Horn Trombe Itali.

Wajib Pasang Relay

Apapun klaksonnya (klakson standar pabrikan maupun klakson variasi) sebaiknya tetap dipasang relay. Makin besar pemakaian arus listrik untuk klakson semakin membutuhkan relay tujuannya supaya aliran arus listrik dari aki ke klakson tetap baik dan stabil, berdasarkan informasi dari toko yang 10 tahun lebih menangani dunia per Klaksonan “HI”

“Pada klakson standar pabrikan yang tidak memerlukan arus listrik besar, kondisi ini tidak terlalu penting untuk dirisaukan, karena dengan berbagai macam daya tekan jari tangan (lemah ataupun kuat) pun, klakson tersebut tetap mendapat konsumsi arus listrik yang cukup. Namun akan berbeda apabila Anda menggunakan klakson berdaya besar yang membutuhkan media penghantar listrik yang baik.

Daya tekan jari tangan yang lemah ibaratnya sebuah jalur jalan yang menyempit. Sementara, permintaan konsumsi arus listrik yang besar dari klakson adalah ibarat kendaraan yang jumlahnya sangat banyak melalui jalur jalan tersebut.

Hasilnya sudah dapat diketahui, kemacetan dan penumpukan kendaraan akan terjadi tepat di titik dimana jalur jalan menyempit”.

Baca juga : Test Ride Suzuki NEX II Jawa Timur, Mesin Dan Handling Mantap…!!!

Lalu apa kegunaan unit relay pada rangkaian klakson? Relay bekerja sebagai saklar otomatis, yang menghubungkan aki dengan klakson dimana alat ini sebagai pemicu agar relay aktif bekerja adalah saklar klakson yang ditekan oleh jari tangan, penggunaan relay ini jauh lebih menguntungkan tidak seperti pada rangkaian klakson tanpa relay.

Namun ada juga beberapa hal yang salah persepsi tentang Relay yang dianggap salah kaprah…

“Apabila setelah unit relay ditambahkan pada rangkaian klakson namun tidak menghasilkan efek yang seperti diharapkan, jangan langsung menyalahkan relaynya. Cobalah untuk menelusuri satu persatu, semua perangkat yang tergabung dalam rangkaian klaksonnya”, ungkap bapak pemilik toko HI yang ramah tersebut.

  • Pemasangan, apakah sudah benar dan sesuai dengan skema?
  • Kabel, apakah penghantar kabelnya sudah cukup layak untuk menampung beban?
  • Sambungan kabel dan sambungan terminal, apakah sudah baik?
  • Klakson, apakah klakson sudah lemah?
  • Aki, apakah aki sudah lemah?
  • Saklar klakson, apakah sambungan kontaknya masih bersih dari arang?
  • Relay, apakah Anda membeli relay yang baik kondisinya?

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini