Suzuki NEX II Disebut Terburuk Oleh UZONE.ID, Adminnya Kurang Tidur Kayaknya…!!!

otobalancing.net – Susah memang jika menulis hanya dengan mengandalkan opini yang gak jelas, seperti yang ditulis di web UZONE.ID ini yang berjudul “3 Motor Baru Terburuk 2018 Versi Uzone.id, Dari Suzuki Nex II Sampai Honda Supra GTR”, entah apa sih yang difikirkan oleh admin sampai menilai sebuah motor hanya dari harga murahnya saja tanpa membandingkan kualitasnya.

Tapi okelah mari kita sama2 kupas dengan apa yang sudah UZONE.ID tuliskan…!!

Jadi gini kisanak…ada alasan mengapa motor tersebut di bandrol murah seperti halnya Suzuki NEX II ini dimana saat ini menjadi motor entry level termurah di kelasnya, perlu kisanak lihat jika Suzuki NEX II ini memang benar-benar motor Entry Level tanpa ada fitur seperti halnya Beat, murahnya ini agar memang konsumen yang benar-benar dikalangan menengah kebawah bisa membeli meski tidak bisa dipungkiri jika Suzuki juga masih membangun jaringan sebagai pelayananan kepada konsumen.

Dibilang murah memang sebanding dengan apa yang disandangnya, namun masalah rasa baru beda dimana Skutik yang punya konsumsi BBM 49 km per liternya ini mempunyai ground clearance 15 cm dan ketinggian seat mencapai 74 cm, postur duduk juga nyaman sekali berkat jok yang empuk khas Suzuki dipastikan naik Nex II tidak bakal pegal, ternyata setangnya tinggi dipadu dengan floorboard yang luas.

Yang istimewa menurut saya adalah shockbreakernya yang mampu meredam getaran selama perjalanan dengan baik sekali. Empuk tapi stabil, inilah kata kunci dari Suzuki NEX II selain dari modelnya yang ramping dan pergerakannya lincah. Meski dinaiki dua om-om gendut, suspensi tetap ga ada gejala mentok. Suspensi tetap stabil dan tidak ada gejala mentok meski ditunggangi dua pengendara yang overwheight.

Suzuki juga sengaja menjaga harga motor tetap murah bahkan selalu ada dibawah kompetitornya namun hal ini bukan berarti murahan cak…(lek gak percoyo deloken sejarah), hal ini dikarenakan karena Suzuki memang ingin membuat motor yang dibuat khusus untuk masyarakat yang membutuhkan motor untuk kegiatan sehari-hari dan harga terjangkau.

Entah apa yang difikirkan penulis UZONE.ID sehingga tanpa data yang jelas langsung menjudge Suzuki NEX II merupakan motor yang buruk, apa sampeyan ini memang aslinya gak suka sama Suzuki atau bagaimana ya…??? seharusnya sebagai penulis di bidang otomotif, menjudge sebuah produk itu haram hukumnya karena kita kudu tahu jika gak akan pernah ada motor yang sempurna dan sesuai dengan kebanyakan orang.

Jika anda bandingkan dengan Honda dan Yamaha yang punya cabang dealer lebih banyak dari Suzuki ya memang secara volume Suzuki NEX II kalah dengan Beat, namun jika dibandingkan dengan MIO, apakah sampeyan tahu jika penjualan MIO turun drastis selama kurun waktu 2018 ini…??? Penjualan nasional NEX II perbulannya mencapai 4000-5000 unit perbulannya cak.

Menurut saya Suzuki NEX II dijual mulai Rp 14 jutaan, bagi saya ini adalah sebuah motor yang sangat terjangkau. Inilah yang disebut sebagai investasi, mungkin yang nulis harus jajal all matik entry level barulah bisa menyimpulkan.

“3 Motor Baru Terburuk 2018 Versi Uzone.id, Dari Suzuki Nex II Sampai Honda Supra GTR”

Bercanda loh…wkwkwk….baca dulu ini baru nulis min Berawal Dari Nekad, Rider Suzuki NEX II Ini Jelajahi Papua Hingga Jakarta

3 KOMENTAR

  1. Suzuki ini sudah nostalgia bagiku udah lebih bagus. tambah lagi di jelekin udah di beli produknya ehh malah di hina dasar pengemar honda kalok gak suka nama suzuki mending cari motor yang merek honda yang kelas keatas aja mas jangan menjatohkan merek lain… semoga aja suzuki lebih the bes the power full saya sebagai privasi udah tau omongan bermerek honda udah menjatuhkan motor suzuki dasar gak tau diri pembualan

  2. Sebenarnya konsumen kebanyakan hanya mengenal yg mana yg laku keras, jadi hanya ikut-ikutan, mereka gk tau kualitas motor dan qualiti control, misal merek A (laku keras), merk B (sedang-sedang) merk C (kurang laku) justru sekaran merk A lah yg qulity control nya gk sepurna, itu saya alami sendiri, dua bulan yg lalu saya beli motor baru merk A di dealer daerah saya, setelah saya amati kok di sambungan cover body ada yg regang seperti gk rapat gitu, padahal yg sebelah kanan bagus rapet gk ada celah, tapi yg sebelah kiri kok regang sampai 1 cm, waaaah ini qulity control gk bagus ni, itu saya baru tau setelah 1 bulan dari pembelian motor baru, akirnya saya bawa ke bengkel resmi motor tersebut untuk di perbaiki, kata mekanik tidak bisa itu sudah bawaan dari pabrik, Saya kaget… Mana mungkin produk motor yg sudah tersohor bikin motor kok bodynya regang sebelah, la trus apa gunanya qulity control, masak pabrik yg sudah terkenal bahkan penjualannya nomor satu tapi masalah qulity control di abaikan, semenjak itu saya menyesal beli merk itu, akhirnya motor yg baru beli 2 bulan saya jual lagi. Dan saya beli baru lagi dg mer C dan dan akhirnya saya suka dg merk C, masalah qulity control merk C saya acungi jempol, Bakan sampai sambungan rangkanya las-lasanya rapi, cover body rapi gk ada yg regang seperti merk A, saya tidak mikirin harga jual kembali, prinsip saya beli motor untuk menunjang aktifitas bukan jual beli, yg penting nyaman, harga murah kualitas ok, dan yg saya suka mesinya badel baget, harga murah tapi tidak murahan, penasaran motor apa yg saya suka adalah SUZUKI. Urusan mesin joos irit, kuat dan tahan pukul, quality control jangan di tanya boleh di bandingin, maslah harga paling murah tiada banding, tapi tidak murahan,
    Saya suport SUZUKI pantang menyerah, teruslah inovasi saya dukung 100% SUZUKI.

    • Terima kasih kang atas tanggapan dan komentarnya
      Tidak bisa dipungkiri jika harga jual Suzuki jatuh itu sebenarnya karena hukum ekonomi pasar…namun kebanyakan konsumen memilih yang laku keras…

      Suzuki sendiri tidak banyak dipasaran bukan karena barangnya gak bagus loh…skrg kita hitung saja dealer yang jual, seperti peribahasa lebih banyak kail yang ditebarkan maka peluang untuk mendapatkan ikan akan besar juga…kita bandingkan saja dealer honda dan suzuki di kota surabaya…suzuki ada 5 sementara honda…puluhan…belum jumlah salesnya dimana per dealer suzuki 4-5 sales, sedangkan honda perdealer lebih daripada 5…belum lagi sales freelance yang suka sebar brosur di pinggir jalan

      Faktor leasing juga berpengaruh dimana kalo honda sepertinya gampang banget leasingnya (ya karena banyak yang beli padahal konsumen gagal bayar juga ada), berbeda dengan Suzuki yang gak sebanyak honda jualannya sehingga leasing juga harus selektif memilih konsumen…sudah jualan dikit eh banyak gagal bayar ya sama juga rugi juga

      pointnya “Mau beli bodi atau mesin dah”

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini