Honda Supra GTR Dianggap Motor Yang Gak Jelas Oleh UZONE.ID, Miris..!!!

141

otobalancing.net – Lucu kangbro portal berita ini yang bernama UZONE.ID, bukanlah murni portal berita otomotif eh sudah dengan pedenya menganggap Suzuki NEX II, Supra GTR dan Yamaha Freego merupakan motor yang buruk menurut penilaian dia, redakturnya atau bahkan adminnya ini yang nglindur bin nglantur…pekok dah.

Untuk Suzuki NEX II yang disebut buruk sama UZONE.ID sudah saya tulis disini (KLIK DISINI) dan seperti yang sudah terlihat di judul disebutkan oleh dia kalo :

Honda Supra GTR 150, Motor Paling Gak Jelas yang Masih Dipertahankan

Saat membaca langsung saya bilang yang gak jelas ya yang menilai dan menuliskan ke portal beritanya itu ya langsung ngakak guling-guling bin batin “kok pekok seng nulis”…bahkan dikatakan begini :

“Harusnya, saat segmen motor bebek semakin tenggelam, Honda mematikan saja Supra GTR 150 ini. Karena gak jelas juntrunganya.

Nama Supra sudah identik dengan motor bebek, dan sama sekali gak pernah menjurus pada sport, kecuali Toyota Supra yang mobil Sport.

Namun, gak selamanya kawin silang itu menghasilkan produk yang baik dan unik. Honda Supra GTR 150 ini contoh kegagalanya.

Hasil kawin silang antar Toyota Supra dan Nissan GTR, eh maksudnya hasil kawin silang antara motor sport dan bebek sebenarnya menjadikan Supra GTR unik sebagai sebuah motor, tapi eranya sudah berakhir.

Dan langkah Honda meluncurkan versi penyegaran dengan penambahan warna dan striping pun sepertinya jadi sia-sia.

Dengan semua ketidak jelasan itu, rasanya kami gak ragu untuk menjadikan motor kawin silang ini sebagai motor paling gak jelas alilas terburuk di tahun 2018 ini”

Begitulah yang dituliskan di websitenya…dia mengatakan saat segmen bebek menurun dan tenggelam, AHM disuruh untuk mematikan saja segmen bebek ini alias gak usah lagi jualan…nah ini lucu cak…koyok koyok dia wes pinter dalam hal industri otomotif…(la bok kiro warung ta asal tutup cak)…semua itu butuh aturan dan konsekwensi jika menutup salah satu portal divisi, belum lagi hitungan investasi, belum lagi jika kita bicara di sisi segmen dimana segmen bebek itu masih laku (la kok pekok nulis suruh nutup…ckckckck).

Seperti yang pernah saya tulis di pertengahan tahun 2018 ini jika penjualan sepeda motor bebek dari Januari hingga Juni tahun ini tercatat sebanyak 239.170 unit. Dibanding penjualan motor secara nasional angka tersebut menyumbang 8,86 persen. PT Astra Honda Motor ( AHM) selaku produsen sepeda motor menganggap kehadiran motor bebek masih dibutuhkan. Meski saat ini pasarnya diakui tidak lagi besar.

Entah hidup di daerah mana para admin-admin UZONE.ID…??? apa tidak melihat dulu perkembangan penjualan segmen bebek ya, kalo belum ini saya tunjukkan berdasarkan data ATPM sendiri dan sumber dari rekan otomotif lainnya dimana Kebanyakan di luar Jawa motor bebek masih banyak konsumennya. Kalau total pasar masih banyak di pulau Jawa, kalau area di luar (Jawa). Contoh Pekanbaru masih 20 persen, masih besar karena area perkebunan. Motor ini tetap diminati karena tangguh.

Dibilang motor gagal karena kawin silang

Argumen ini juga pekok bik dengkek masbro….jaman dulu saat supra masih belum GTR dimana mesinnya masih berkonfigurasi SOHC berpendingin udara dan banyak diadakan road race bebek tune up 110 cc…tuh para konsumen pengen motor bebek yang perkasa bak motor sport, bahkan saking pengennya banyak yang bore up bahkan langsung operasi turun mesin dan naikkan mesin motor sport di rangka bebeknya.

Ya aneh kalo dibilang Supra GTR adalah motor bebek gagal akibat perpaduan tipe bebek dan mesin DOHC yang identik seperti yang digunakan CB150R, CBR150R dan Sonic 150R, lepas dari baik buruknya produk semua itu ada trennya masbro…pada tahun antara 2010 baik sebelum dan sesudah sampai dengan 2012-2013, segmen motor bebek masih dicintai dimana motor jenis inilah yang paling bisa diajak untuk kebutuhan sehari-hari, baik kerja, ke pasar, jualan dsb…sedangkan motor sport masih dianggap sebagai motor kasta tinggi disamping harganya yang juga jauh lebih mahal dari tipe bebek.

memasuki 2015 sampai saat ini, segmen bebek dan sport perlahan bergeser ke matik, baik low matik atau Big Matik, kehadiran matik 150 cc juga mempengaruhi minat konsumen akan motor lebih praktis dari bebek dengan kapasitas mesin dan power yang lebih besar pula, bahkan harganya pun bisa dikatakan hampir sama dengan motor sport.

Jadi jika UZONE.ID mengatakan agar menutup produksi motor bebek saat ini, dikatakan motor gagal karena kawin silang…saya cuman bisa mengatakan…SAMPEYAN sudah MINUM OBAT kah…???

Baca juga :

Komentar Gratis, Monggo Masbro Mbakbro