Strategi Penjualan Motor Premium, KTM Harus Lebih Fokus Dan Terukur

otobalancing.net – Hingga saat ini Indonesia merupakan lahan subur bagi pertumbuhan sepeda motor, seperti halnya KTM yang merupakan pemain baru di dunia otomotif di Indonesia yang saat ini mempunyai banyak dealer yang tersebar di seluruh Indonesia, di Jawa Timur sendiri dealer KTM ada di kota Surabaya dan Sidoarjo dimana dua kota ini merupakan salah satu barometer industri di Jawa Timur.

Baca juga :

Strategi penjualan KTM khususnya di wilayah Jawa Timur juga harus berbeda dengan menjual motor pada umumnya, sebar brosur di jalan atau merapat di pasar bukanlah langkah yang tepat untuk memasarkan motor kelas premium sekelas KTM, kalo untuk sekelas pameran di Mall masih tidak ada masalah, saya lebih setuju jika model pemasaran motor sekelas KTM adalah dengan cara membranding kafe anak muda yang berkelas dengan memajang motor KTM disana atau bisa juga dengan bekerjasama dengan tenant2 sehingga ada kerjasama yang simbiosis mutualisme.

Saya sih lebih senang menyebutnya dengan Zona KTM, dimana area pameran entah di mall atau di kafe anak muda dan berkelas menjadi brand KTM untuk memposisikan diri sebagai motor premium, selain itu dari segi promosi di sosial media juga diharapkan untuk lebih memperlihatkan kegiatan dealer sehingga publik mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh KTM sehingga menarik minat pasar untuk mengenal KTM lebih jauh dan memutuskan untuk membelinya.

Beberapa rekan saya mengatakan jika motor KTM adalah motor hobi, oleh karena itu selain KTM berpromosi above the line, KTM juga melakukan aktivitas below the line. Hal dilakukan agar lebih mendekatkan KTM dengan konsumen sehingga lebih mudah memasarkan produk, dengan bersentuhan langsung dengan produk, konsumen akan segera mengetahui citra merek KTM dan bisa langsung mengevaluasinya.

Sementara itu, bersentuhan langsung dengan konsumen membuat para salesman KTM bisa mengetahui respons calon pembeli sehingga bisa mendapatkan informasi tentang kebutuhan mereka, memang hal ini bagai pisau bermata dua dimana konsekuensinya tentu pasar yang disasar KTM menjadi lebih sempit. Soalnya, yang mempunyai kesempatan besar untuk membeli produk premium berkualitas tinggi itu adalah konsumen berkantong tebal, akan tetapi terbukti di Indonesia masih banyak konsumen yang mencari the top quality product, itulah yang KTM harus penuh karena kenyataannya jika sampeyan lihat kompetitor yang sama-sama menjual merek premium, pasarnya masih besar untuk kedepannya.

Komentar Gratis, Monggo Masbro Mbakbro