otobalancing.net – Tidak bisa dipungkiri jika motor jepang memang lebih luwes buat pembalap masbro, lihat saja kala Rossi saat berada di Honda dan Yamaha lalu ke Ducati bahkan Lorenzo pun juga sama, kali ini giliran Zarco pembalap rockie yang selalu haus akan kemenangan dan satu-satunya pembalap satelite Yamaha Tech 3 yang sanggup mengobrak abrik barisan pembalap pabrikan di musim 2017 dan 2018 kemarin ternyata juga masih kesulitan beradaptasi kala team Tech 3 beralih dari Yamaha ke KTM.

Meski saat ini tidak lagi bersama Tech 3 dan baru kali ini bergabung dengan team pabrikan Zarco sadar ia perlu menyesuaikan gaya balapnya dan juga karakteritik RC16 agar bisa semakin kencang.

“Kita harus ingat saat Lorenzo membalap dengan Ducati, butuh waktu lama baginya beradaptasi. Dan saat ia menang, rasanya seperti melihatnya dengan Yamaha, perbedaanya tidak besar. Itu berarti, kuncinya adalah bekerja dengan motor. Memberi feeling lebih baik kepada pebalap,” jelas Zarco.

“Saya tetap berpikiran terbuka untuk beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan saya dengan motor. Namun kami tahu bahwa bertahan dengan beberapa cara, jika tim tahu itu adalah cara bagus, itu akan terbayar.”

Ia juga menambahkan tak akan mengikuti gaya balap agresif rekan satu tim barunya, Pol Espargaro.

“Oleh karena itu saya harus menemukan basis saya, karena saya tak bisa membalap seperti Pol. Saya bisa menemukan beberapa gagasan, dan terkadang mencoba hal seperti yang dilakukannya,” tandasnya.

“Namun saya tak bisa menirunya, dan saya tahu gaya balap smooth saya bagus. Ini benar-benar gaya balap Zarco, saat saya memiliki feeling saya bisa sangat konsisten, dan tiap waktu kami meningkatkan catatan waktu. Saat kami bisa konsisten dengan catatan waktu 1 menit 38 detik, itu akan sangat menarik.”

Silahkan Komentar Disini