Pasar Motor Sport Turun Apa Yang harus Dilakukan ATPM…???

otobalancing.net – Tidak bisa dipungkiri kangbro jika pergeseran segmen sudah terjadi di beberapa tahun terakhir, kita evaluasi saja di 2 tahun terakhir ini dimana pada 2017 pasar motor sport turun menjadi 2-3 % dan menurun kembali hingga 7-8 % ditahun 2018 ini, keadaan ini tidak bisa dipungkiri karena beberapa hal yaitu perekonomian yang tidak tumbuh secara signifikan dimana kebutuhan juga semakin meningkat dan mahal juga ada pergeseran segmen dimana konsumen saat ini lebih memilih segmen matik karena dinilai lebih praktis.

ATPM seperti Suzuki, Honda dan Yamaha terus berupaya membuat berbagai program baik secara nasional dan regional untuk mengcover penjualan khususnya motor sport.

Suzuki yang mana barusaja meluncurkan GSX 150 Bandit sebagai varian terbaru memang bisa dianggap telat dalam mengisi pasar motor sport, namun dengan harga yang kompetitif ditambah dengan fasilitas “TUKAR TAMBAH”¬† dan hadiah helm Full Face sehingga membuat GSX 150 dan GSX 150 Bandit bisa diterima di pasar. Sementara Honda dan Yamaha yang hanya memperkenalkan varian facelift CBR 150R dan CBR 250R dan varian baru yaitu R25 memang menyasar kepada modifikasi dan ubahan warna memang dikhususkan untuk konsumen yang menginginkan motor lebih terasa big bike sehingga ada kebanggaan dan bisa bergaya.

Namun tidak bisa dipungkiri jika kondisi jalanan di kota besar Indonesia yang macet menjadi penyebab pertumbuhan matik bisa mengalahkan penjualan motor sport. Motor matik sanggup memberikan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari, untuk itu memang berat jika ATPM hanya mengandalkan penjualan hanya dari pasar motor sport saja tanpa menciptakan yang akhirnya menjadi subsidi silang untuk pemasukan ATPM.

Last…Melihat gebrakan Honda yang di sektor matik saja mereka mempunyai berbagai varian mulai dari 125 cc hingga 250 cc menjadikan Honda nampak egois dalam memakan kue di pasar sepeda motor Indonesia, namun sekali lagi jika saat ini strategi Marketinglah yang menentukan segalanya, penetuan segmen sasaran konsumen dan penggarapannya juga harus tepat dan menyasar kesegala lapisan konsumen.

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini