Produk Sudah Bagus, Suzuki Harus Serius…!!!

Diposting pada
ktm indonesia

Melihat geliat produk Suzuki sejak era GSX 150 Series hingga NEX II, masyarakat terutama pecinta motor Suzuki sangat gembira dengan kehadiran produk tersebut, namun segmen ini sepertinya kurang digarap dengan serius dimana kita bisa melihat banyak event-event Suzuki yang hanya sekedar event tanpa ada efek yang menonjok di pasaran.

Ada yang mengatakan kepada saya jika Suzuki NEX II itu adalah motor sejuta umat….entah ini orangnya ngelindur atau bagaimana, karena kenyataannya apa yang dia omongkan tidak sesuai dengan kenyataan, kenyataan yang bagaimana…??? kenyataan yang mana event-event Suzuki NEX II kurang menggarap pasar Milineal alias pasar anak muda, hal ini dikarenakan image Suzuki NEX II yang sudah lekat dengan dangdut dan game2 yang sudah merakyat dimana itu bukan sesuatu yang saat ini digemari oleh anak muda meski via valent dan nela karisma saat ini menjadi idoal dangdut masa kini, namun jika sampeyan tanya kepada anak jaman sekarang, bentuk acara apa yang lebih disukai…saya yakin bukan dangdutan…hehehe.

Seharusnya penerapan event disesuaikan dengan lokasi dan sasaran, rokok djarum super merah yang pasarnya saat ini hanya di tukang becak ya larisnya hanya di tukang becak, tapi masak sih tukang becak gak mau naik kelas ingin rokok Malboro misalnya, tukang yang identik dengan djarum 76 masak gak ingin mendongak keatas dan merasakan djisamsoe.

Seringnya kali penempatan event dan waktu tidak sesuai dengan yang diharapkan, pokoknya asal jalan saja, hal ini bisa jadi membuat mubazir mengingat dana yang dikeluarkan pasti tidak sedikit, penerapan event jaman feodal dan systemnya ini sudah gak jaman untuk masa kini, Suzuki perlu adanya konsep dan penyatuan divisi baik itu promosi, marketing, after sales, keuangan apapun itu.

Saya memang bukanlah orang Suzuki yang tahu akan seluk beluk Suzuki, namun sebagai pecinta otomotif saya merasa tak rela jika produk yang sudah demikian bagus ini hanya digarap dengan event yang itu itu saja, pernah saya tanya kepada orang Suzukinya sendiri dan dia berkata pesimis karena kalah fitur, menurut saya…ya bagaimana bisa maju kalo dengan produk sendiri saja sudah pesimis, seharusnya…maksimalkan yang ada, jangan manja dengan fitur meski tidak bisa dipungkiri jika fitur adalah sales point untuk menggoda konsumen, namun jadikan kekurangan  fitur ini dibuat menjadi kelebihan dengan membuat segmen promosi yang mengesankan jika minim fitur namun tak menjadi hal utama, karena yang penting menurut saya yaitu kenyamanan dalam berkendara, karena kalo fitur saya yakin Suzuki bisa kok mengaplikasikan, namun Suzuki inginkan motor yang bisa dibeli oleh semua segmen, baik segmen keluarga dan anak muda terutama.

Dongkol juga saat dikatakan motor Suzuki adalah motor gak laku, motor gak segmen, motor murahan…saya saja bertanya-tanya kok bisa mereka mengatakan hal tersebut…dan lagi-lagi…penerapan promosi dan event yang memang membuatnya seperti itu.

Namun sebelum masukan itu disampaikan, yang dibawah juga menggarap segmen dengan serius, eventnya juga serius, pelaksanaanya serius, seriusnya yang bagaimana…??? lihatlah kompetitor…wong saat ini kompetitor juga melirik apa yang dilakukan Suzuki dan meniru kok, jika memang Suzuki tidak ingin head to head kepada kompetitor namun paling gak system promosinya juga yang kekinian sehingga masyarakat tidak bosen dan image motor suzuki tidak hanya sebagai pilihan kesekian oleh konsumen namun menjadi sebuah pilihan yang melihat dari hal lain selain harganya yang “murah”.

Tulisan ini sebenarnya tidak ada maksud lain kepada Suzuki, karena saya sendiri pun mempunyai NEX II sebagai tunggangan sehari-hari, namun perhatian penulis saat menanyakan NEX II kepada anak muda khususnya generasi milineal mengatakan jika NEX II itu bukan motor anak muda banget, alasannya simple….karena Suzuki NEX II tidak digarap serius khusus untuk pasar anak muda…kalo gak percaya silahkan saja lihat event Suzuki NEX II…apakah anak muda banget atau bagaimana…???

Artikel Terkait :

Artikel Terbaru :

Monggo Komentarnya Kangbro :