Honda Biker Day 2018…Absen Di Awal dan Akhir…Nasib Biker Balung Tuo

Saya masih ingat pertama kali menginjakkan kaki di gelaran Honda Biker Day 2011 di gunung bromo dimana saat itu masih menggunakan motor pinjaman dari kakak yaitu Honda Tiger 2000, sejak saat itu merasakan sekali euferia Honda Biker Day sebagai ajang berkumpulnya para bikers dari penjuru Indonesia menyatu dalam sebuah event.

Setahun berlalu dan akhirnya bertemu lagi di Honda Biker Day 2012 Prambanan Jogja, masih ingat waktu itu jarak yang ditempuh lumayan menguras waktu dan tenaga, riding sejak isyak dari Surabaya hingga akhirnya nyampai pada pagi jelang siang hari…capek iya…tapi bagaimana lagi, wong namanya juga biker cak.

Lanjut di Honda Biker Day 2013 Pantai Anyer Banten, mungkin inilah perjalanan yang paling bersejarah dan tertragis dimana saat itu beberapa rekan biker yang saya temui di jalan ada yang crash, bahkan saya masih ingat mas dani HMC yang rahangnya retak dan muka hancur karena tabrakan di daerah jawa barat.

Honda Biker Day 2014 di Pantai Pandawa Bali…inilah pertama kalinya saya riding ke Honda Biker Day dengan mengajak anak dan istri, kalo saya masih ingat waktu itu anak saya masih berumur 3 tahun, riding dari Surabaya menuju Bali menerjang hujan dan panas.

Lanjut di Honda Biker Day 2015 yaitu di Pantai Teleng Ria Pacitan dan lagi-lagi saya membawa anak dan istri kesini, riding sendiri bos, membawa anak umur 4 tahun dimana harus sabar karena rute berkelok di ponorogo yang membuat istri dan anak mabuk darat.

Di Honda Biker Day 2016 yaitu di Pantai Boom Banyuwangi, dimana baru kali inilah saya mengikuti Honda Biker Day Nasional bersama dengan AHM, mengendarai Supra GTR menerjang hujan dan jalan berkelok di Bali utara hingga akhirnya sampai di pantai Boom, tapi yang ngenes pas pulangnya…mending naik motor masbro…karena pas pulangnya naik mobil…langsung deh mendem gak ketulungan, kalo pas berangkatnya enak naik pesawat hehehe….pertama kali juga berangkat HBD naik pesawat gak riding lagi.

Aura biker kembali lagi di tahun 2017 dimana Gunung Kidul menjadi saksi puluhan ribu biker melebur menjadi satu, jujur balungan tuo sudah kerasa disini, riding dari malam hingga siang menerjang hujan membuat badan sakit bin jarem gak ketulungan, total 16 jam perjalanan dengan rehat beberapa saat cuman 10-15 menit, di jalan saya melihat banyak biker nyungsep di jalan ngawi, akibat kepleset saat ditikungan, dan saat itu juga kembali saya hanya riding bertiga dengan rekan seperjuangan di dunia biker.

Semua itu hanya untuk Honda Biker Day…

Dan pada bulan Oktober 2018 saya diajak kembali oleh rekan seperjuangan untuk hadir di Honda Biker Day 2018 Pangandaran, jujur fisik gak bisa dibohongin masbro, kalo kudu melintas dari Jatim, Jateng dan Jabar, bukan karena gak mau riding namun kondisi alam yang hujan membuat rasa trauma di 2013 dimana mas Dani kecelakaan didepan muka saya dan akhirnya beliau harus pulang naik kereta beserta motornya dan harus absen kerja selama 3 bulan.

Pertimbangan demi pertimbangan diselingi konsultasi ke istri yang akhirnya memutuskan gak jadi berangkat jika harus riding melintasi Jatim-jateng-jabar dengan jarak lebih dari 600 km, karena saat dulu HBD 2013 saya berangkat kamis malam dan minggu malam sudah di Surabaya lagi, sehingga sudah bisa dibayangkan kalo bukan modal nekad bin bonek sudah pasti gak akan nyampai di Anyer.

Sebenarnya dalam hati ingin sekali ke Pangandaran, melihat pendiri Honda Biker Day bersua dan berpidato karena saya tahu sejarah Honda Biker Day saat itu yang dipelopori oleh Lima Bikers yang merupakan pentolan bikers Bandung yaitu bah Ellya “Ekoey” Sherlly, Saeful “Epul” Arifin, Abah “Gondrong” Setiawan,  Hendriady de Keizer dan Agung Budiman berkontribusi dalam menggas penyelenggaraan Honda Bikers Day ini dengan difasilitasi oleh Bapak Demmy Firmansyah dari PT. Daya Adicipta Motora saat itu. Namun semuanya hanya jadi mimpi masbro dan pin cor HBD yang menurut saya sakral adanya ternyata harus absen.

Selamat tinggal Honda BIker Day 2018 Pangandaran, keberadaanku tak menimbulkan riak berarti bagi kesuksesanmu, meski rasa ini ingin datang namun saat ini rasanya tak lagi memungkinkan untuk lagi riding melintasi aspal lintas provinsi.

Artikel Terkait :

Artikel Terbaru :

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini