Seragam Paguyuban Motor Saya Diambil Oleh Mereka, Perjuangan Yang Di Sia-Siakan…!!!

Entah bagaimana awalannya kala perjuangan yang tak kasat mata ini dianggap tak lagi berarti bagi mereka, apakah mungkin mereka melihat arti kata perjuangan itu yang terlihat mata dan bisa diraba dan dilihat…??? Tiga tahun lamanya merintis tanpa ada bantuan dan berjuang sendiri mungkin tak mengapa bagi saya, namun setidaknya kalian bisa melihat perjuangan yang tak kasat mata ini.

Kala malam dimana kalian tidur, pejuang tak kasat mata ini bekerja bahkan saat kalian tengah bekerja saya pun juga bekerja, namun sayangnya perjuangan ini menjadi sia-sia karena yang terlihat oleh mereka adalah kegiatan yang terlihat oleh sepasang mata.

Perjuangan ini bukan tanpa prestasi, kalian lihat saja sejak tahun pertama hingga saat ini dimana prestasi terus mengalir dan membuktikan kinerja meski itu tak terlihat oleh mata kalian, cobalah untuk lebih melihat dengan mata kalian yang lain, mata yang bukan hanya melihat hanya dari cucuran keringat dan peluh membasahi pakaian, namun lihatlah bahwa saat kalian bercucuran keringat dan membasahi pakaian demikian juga dengan saya.

Bertahun-tahun mendambakan sebuah apresiasi perjuangan karena merasa berprestasi di dunia maya namun tak kunjung ada, hanya sebuah seragam yang mewakili kegembiraan hati, seragam itu tak setiap kali terpakai dan hanya terpakai kala acara besar Paguyuban Komunitas Motor atau Hari Besar lainnya, namun ternyata tidak lama saya memilikinya karena seragam tersebut diambil oleh mereka.

Perjuangan tak kasat mata dianggap bukanlah perjuangan, tanpa apresiasi dsb…kecewa…sudah pasti karena seragam itu adalah wujud perjuangan meski hanya sebuah seragam yang nilainya kalo ditotal dari apa yang saya keluarkan setiap bulan untuk perjuangan ini tidaklah ada harganya, kan tadi saya sudah bilang…dianggap atau dilihat saja tidak apalagi didukung.

Paguyuban tersebut dengan angkuhnya tanpa ada perasaan melakukan hal tersebut tanpa sebuah pertimbangan, mungkin kalian semua tidak mengerti perasaan dan apa yang sudah saya lakukan selama ini demi Paguyuban itu, namun saya tidak meminta imbalan untuk mengganti itu semua, yang saya inginkan hanyalah apresiasi sebuah pencapaian yang sejak awal saya perjuangkan tanpa henti dan tak mengenal waktu dan jarak.

Ketawa dan tersenyum manakala kalian menyanyikan dan mengatakan bahwa kalian adalah biker Brotherhood, Ikrar 5 point gak sepantasnya kalian ucapkan atau itu hanya ucapan dibibir dan gak menembus hati…Pernahkah aku meminta sesuatu atau fasilitas kepada kalian…kalo iya silahkan sebutkan dan list daftarnya, namun jika saya balik, pernahkan kalian meminta saya dan saya menolak melakukan…nah itu juga list daftarnya…yang terjadi adalah…kala kalian melakukan sesuatu tanpa kalian suruh pun saya sudah melakukan tugas saya sebagai mana mestinya.

Namun ya sudahlah…kalian punya argumen sendiri-sendiri kok, wong saya cuman seorang dan kalian lebih dari seorang apalagi ada yang berlagak sok diplomatis dan ber otak profesor….Intinya adalah…

“Jangan Sia-Siakan perjuangan seseorang yang telah berjuang tanpa imbalan dan di hormati, pejuang itu cukup anda kasi sebuah penghargaan meski itu hanyalah sebuah seragam, karena baginya seragam itu melambangkan bahwa dia pernah menjadi bagian dan bersama-sama pernah berjuang dengan kalian”

Pray For Paguyuban merek sayap di kota pahlawan

(Tulisan ini dibuat bertepatan dengan hari Blogger Nasional) karena Blogger turut berjuang dan berperan meski perannya di dunia maya

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini