Miris Cak…!!! Otak Pembunuhan Sopir Go-Car Adalah Mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI)

“Jangan bunuh saya, kasihan anak dan istriku”

otobalancing.net – Sedih masbro jika anda melihat fakta bahwa pembunuh sopir G0-Car ini memang kejam dan tidak berakal sehat, alih-alih ingin menguasai harta namun ternyata nyawa sang sopir menjadi korban, entah setan apa yang merasuki para tersangka ini hingga mengakibatkan seorang istri dan anak kehilangan sosok ayah yang selalu dinantikan setiapkali sepulang kerja dan berkumpul dengan keluarga.

Tyas, sang Mahasiswa dan Otak Pembunuhan menyangkal dirinya sebagai eksekutor, dia mengaku hanya memegang tangan dan kaki Try, sopir Go-Car yang menjadi korban.

Otak Pembunuhan

“Yang eksekusi itu Poniman dan Hengki, saya hanya pegang tangan dan kaki saja. Termasuk yang memesan Go-Car dan juga buang mayat ke Muara Sungang itu mereka berdua, Bayu pegang kaki korban karena sempat melawan,” kata Tyas saat diperiksa oleh penyidik Subdit Jatanras di Mapolda Sumsel, Senin (2/4/2018).

“Jangan bunuh saya. Kalau mau ambil uang, mobil dan harta ambillah. Tetapi tolong jangan bunuh saya. Saya masih ada anak dan istri,” kata Tyas menirukan perkataan terakhir korban saat dalam kondisi dijerat.

Poniman dan Hengki semakin keras menarik tambang di leher korban yang duduk di kursi kemudi mobil. Sampai akhirnya korban tidak berdaya dan tewas di dalam mobilnya sendiri, aksi pembunuhan terhadap Try Widyantoro (44), sopir Go-Car yang hilang sejak 15 Februari lalu saat ditemukan, jasad korban sudah tinggal tulang belulang.

Kronologi

Ada empat pelaku perampokan dan pembunuhan sopir taksi online, Tri Widyantoro (44) diringkus polisi, satu diantaranya tewas ditembak polisi, dan mirisnya otak kejahatan itu adalah seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri).

Aksi sadis itu mereka lakukan dengan berpura-pura memesan angkutan dari Jalan Kapten Anwar Arsyad, Pakjo, Palembang menuju Kenten Ujung, Banyuasin, Kamis (15/3), saat berada di kebun sawit Tanjung Lago, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, tersangka meminta berhenti dan ketika itulah salah satu tersangka menjerat leher korban menggunakan tali tambang.

Sementara tersangka lain membekap mulut korban hingga tewas. Lalu, jasadnya dibuang ke semak-semak dan baru ditemukan polisi sudah menjadi tulang, Jumat (30/3), lantaran terbilang sadis, para tersangka akan dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP, Pasal 338, dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana mati.

Artikel Terkait :

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini