Tiga Ojek Online Terima Penghargaan Dari Polrestabes Surabaya

otobalancing.net – Aksi tiga ojek online ini patut ditiru meski sempat membahayakan dirinya sendiri, di antaranya Mahardika Nugraha (28) warga Mulyorejo, Soeroso (51) warga Tambaksari, dan Dwi Agus (33) warga Jojoran, Kombes Pol Rudi Setiawan, selaku Kapolrestabes Surabaya, amat mengapresiasi dengan kepedulian dan keberanian para pengemudi ojek online terhadap apa yang dirasakan orang di sekelilingnya.

Mahardika Nugraha salah satu pengemudi ojek online yang menjalani luka ringan pada kaki dan dahinya, diakibatkan terjatuh kali menggagalkan cara penjambretan, dari kejadian polisi sukses menangkap dua penjambret, masing-masing berinisial HF (26) dan HD (30), keduanya warga Surabaya. Acara pemberian penghargaan dihadiri sekeliling 150 pengemudi gojek dan sejumlah jajaran kepolisian.

Kronologi Kejadian

Mahardika Nugraha (28) pengemudi Gojek (ojek online) menemukan penghargaan dari Polrestabes Surabaya atas keberanian dan kepeduliannya untuk menggagalkan cara dua pelaku jambret di Jalan Karang Menjangan, Surabaya, pada Selasa, 27 Maret 2018, sekeliling pukul 09.00 WIB dengan cara menabrak motor pelaku, yang menimbulkan kedua pelaku dan dirinya terjatuh dari motor, akibatnya, Mahardika menjalani luka ringan pada bagian kaki dan dahinya, sementara pelaku, sukses ditangkap oleh dua pengemudi Gojek lainnya yang tak sengaja melintas dan solidaritas membantu rekan sesama gojek dan polisi yang waktu berpatroli.

Aksi tersebut disaat Mahardika melintas di kawasan Jojoran, dia mendengar sudah ada seorang wanita yang berteriak jambret dan seketika dia langsung mengejar pelaku itu.

“Awalnya aku berangkat kerja, melintas di depan Jalan Jojoran Gang 1. Terus aku dengar mbak ini berteriak jambret. Begitu aku dengar, langsung aku kejar. Waktu melalui di depan samsat, aku pukul dia helm, pelaku semakin kencang. Terus aku pukul lagi, dia belok kiri motong mobil. Sebelum kantor BPJS, aku tabrak dari samping kanan, sehingga pelaku terjatuh dan aku pun ikut jatuh,” kata Mahardika

Sedangkan korban, Ummi Farida (22), terjadi kali saat memakai telepon genggamnya saat berkendara lalu meletakkannya di dashboard motor sebelah kiri.

“Lalu tiba-tiba sudah ada dua orang laki-laki tak diketahui, yang berboncengan memepet motor aku. Lalu salah satu pelaku mengambil HP (handphone) aku saat aku cukup lengah. Seketika aku sadar dan berteriak jambret. Kemudian dibantu sama teman-teman ojek ini dan polisi yang kali waktu berpatroli,” kata Ummi. 

“Kejahatan terjadi bukan hanya terjadi karena ada niat, namun karena ada Kesempatan”

*sumber : suara surabaya

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini