Kru Bus Jurusan Jember Menjadi Copet Untuk Kejar Setoran, Edian…!!!

otobalancing.net – Jika sampeyan sering bepergian Surabaya – Jember dan sering kecopetan bisa jadi ini merupakan karma yang sampeyan kirimkan kepada pencopetnya, aksi pencopetan dilakukan di wilayah Probolinggo, Lumajang, dan Jember dan kemarin polisi mengamankan kru bus Restu jurusan Surabaya-Jember tersebut yang ternyata komplotan copet.

Mereka adalah M Hafid Sunny (20), kondektur asal Kelurahan Sidotopo Wetan Kenjeran, Surabaya. Kemudian kernet M Zaenal Abidin (20), asal Dusun Paitonan Gambirono Bangsalsari. Seorang lagi, Heru Susanto (35), sopir asal Dusun Dukuh Sia Rambigundam Rambipuji, Jember.

Modusnya, kondektur menghalang-halangi penumpang yang hendak turun dan keluar dari bus. Sedangkan, sang kawan dari belakang sudah beroperasi mengambil handphone atau dompet, lalu dioper ke sopir dimana ternyata sopirnya malah membawa senjata api.

“Anggota kami melakukan penangkapan terhadap crew bus yang terdiri dari Sopir, Kondektur dan Kernet, dimana kondektur bus berperan sebagai penghadang korban, dan kernet berperan sebagai ekskutor yang selanjutnya diserahkan ke Sopir bus, dan terungkapnya pelaku ini setelah ada penumpang tujuan banyuwangi yang kehilangan HP saat turun dari Bus tersebut di terminal Tawangalun,” ujar Kapolres Jember saat memberikan pres releas usai menerima kunjungan Tim Penilai Independent Kemenpan RB RI pada Selasa (27/3/2018).

Kapolres menambahkan, dari pemeriksaan sementara, pelaku melakukan aksoi pencopetan dengan alasan untuk mengejat setoran, namun hal ini masih akan dikembangkan lagi dengan memanggil pihak perusahaan tempat pelaku bekerja.

“Soal pengakuan pelaku kami tidak bisa mengambil kesimpulan, namun kami akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan tempat pelaku bekerja untuk dimintai keterangan,” ujar Kapolres.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 363 yaitu pencurian dan pemberatan, namun untuk pelaku Heru Susanto, polisi akan menambahkan pasal berlapis yaitu UU no. 12 tahun 1952 tentang tindak pidana penyalah gunaan senjata api.

“Semua pelaku akan kami jerat dengan pasal 363, namun khusus untuk sopir bus yang berinisial HS akan kami tambahkan pasal berlapis yaitu UU Darurat no. 12 tahun 1952 tentang kepemilikan senjata api,” pungkas Kapolres

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini