Enak Gak Enaknya Pasang PEN Di Tulang

otobalancing.net – Bagi rekan2 yang belum pernah mengalami patah tulang pasti belum pernah tahu bagaimana rasanya logam ditanam di dalam tubuh dan bagaimana reaksinya dengan tubuh, bahkan mungkin bertanya2 logam apakah yang ditanam di dalam tubuh itu dan kok bisa gak berkarat…??? Oke masbro kita ulas bareng2 ya.

Pen adalah

Penanaman logam Platinum yang memiliki sifat mekanik, fisik dan elektrik yang sangat menarik dibanding emas, Platinum lebih keras namun juga lebih mudah untuk ditempa, dan saat dipakai untuk penyambungan tulang dimana dipasang langsung ke tulang dengan memakai sekrup, sebaiknya dilepas bila tulang sudah menyambung sempurna sebaiknya dilepas jika sudah waktunya karena akan menggangu jaringan-jaringan di Pembuluh darah.

Logam Platina sangat aman untuk operasi tulang karena memiliki sifat kimia yang cukup unik, disamping merupakan logam murni dan mudah ditempa serta tidak teroksidasi pada suhu apapun meskipun terkorosi oleh halogen, sianida, sulfut ataupun basa kaustik, ketahananan logam ini terbilang sangat baik untuk korosi suhu tinggi dan memiliki sifat elektrik yang stabil, sehingga bisa digunakan untuk membantu dalam menyambungkan tulang.

Selama Pemasangan

Setahun yang lalu tepat ulang tahun saya 20 April 2017 saya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan engkel kaki retak dan tulang kering kaki patah di sebelah kiri, masuk ke rumah sakit RSAL kemudian ditangani oleh Dr. Totot dan pada 21 April 2017 saya dioperasi (tepat ulang tahun saya), setelah dioperasi dan sudah bisa beraktifitas beberapa bulan memang kadang ngilu dan nyeri sering kali mampir, namun gak saya hiraukan karena kalo dirasakan ya makin sakit jadinya, dari kondisi itu akhirnya menjadi terbiasa dan rasa nyeri dan linu sudah menjadi rasa yang gak bisa saya rasakan lagi.

Perlunya Lepas PEN

Ada dua jawaban tentang pertanyaan ini, mereka yang kontra dan yang pro., sebagian besar pasti bilang  gak usah dicabut kalau tidak menimbulkan masalah kesehatan, kalo menganggu aktifitas sehari-hari baru mikir nyabut pen.

Saya juga merasa pen di kaki itu tidak terlalu menganggu sampai memakai untuk memacu motor hingga di kecepatan di atas 100 km/jam dan saat berjalan jauh serta menuruni dan menaiki tangga. 10 menit pertama tidak ada keluhan sama sekali, lebih dari 10 menit baru kerasa ada yang linu di kaki kiri, krenyeng-krenyeng gitu, tidak sakit sih tapi ya tidak nyaman.

Jika sampeyan melihat foto rongen kaki saya, kebanyakan bakalan melotot dimana ada sekrup yang menembus tulang kering saya, bentuk sekrupnya runcing, tapi ya memang seharusnya begitu dari dulu sampai sekarang yang namanya mur ya ujungnya tajam, dan mengapa saat saya memacu motor kencang, naik turun tangga itu nyeri..??? ya ternyata memang karena PEN tidak selentur tulang, sehingga metabolisme tubuh saya mengirimkan sinyal ada yang tidak beres dengan tubuh saya dan otak segera memerintahkan tindakan untuk menghindari trauma dengan mengangkat kaki dari footstep atau beristirahat dulu saat jalan atau di tangga.

Elastisitas tulang terganggu karena adanya plat  yang tidak lentur dan bukan salah platnya karena kaku, justru harus keras, supaya bisa menopang tulang dengan baik dan tidak mudah patah. Tulang engkel saya tidak bisa merengang mengikuti arah tekanan karena kecantol plat, terjadi tarik menarik antara tulang dengan plat, yang satu mau merengang, satunya lagi berusaha mengencang yang akhirnya muncullah krenyeng-krenyeng tadi dan kita jadi mudah lelah.

2 KOMENTAR

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini