otobalancing.net – Kangbro…jangan bilang sampeyan sayang anak cuman kalo dirumah saja, namun kalo di jalan baru ketahuan kalo sampeyan gak sayang anak dengan mengajak jalan2 anak pakai motor tanpa menggunakan helm dilalah ortune seng pakai helm….nah iki seng katane sayang itu dari manane to kangbro….??? Amit2 kalo pas jatuh kepala anak langsung kena aspal atau benda lain di motor dan jalan sampeyan sebagai ortu bakal menyesal seumur hidup.

Kebanyakan berfikiran “Dekat kok, gak usah pakai helm” atau “Dekat kok, di jalan kampung jarang ada polisi” apalagi “Disini jarang ada polisi, jadi tenang wae”, lah kalo sampeyan memang sayang sama anak sampeyan mosok ya alasan jarak dan polisi menjadi alasan untuk mengindahkan keselamatan anak…??? apa sih cak susahnya beli helm atau mengajarkan anak untuk memakai helm wong sekarang helm untuk anak juga banyak yang lucu2 dan menarik jadi kalo ortunya sudah taat pakai helm pastinya tinggal merayu anak dengan membelikan helm yang menarik perhatian, namun bukan hanya menarik dari segi gambar…ada beberapa hal yang mesti sampeyan perhatikan, dan ini merupakan pengalaman OB dan istri kala membelikan helm kepada anak OB dan saya bakal share kepada jenengan semua.

Lingkar Kepala

Perhatikan ukuran kepala anak dengan helm dan pastikan tidak terlalu ketat dan kendor, kudu pas karena kalo tidak justru bakalan berbahaya karena kalo terlalu ketat bakalan menyiksa anak dan kalo kendor bakal mengurangi fungsi dari helm itu sendiri dan akhirnya memberikan cidera yang lebih besar kepada anak.

Jaga Beratnya

Sah saja sampeyan membelikan helm keren kepada anak sampeyan, namun perlu diingat jika leher anak tidak sekuat leher orang dewasa, anak kudu nyaman tidak terlalu berat dan gak terlalu enteng, kalo dalam komposisi pabrikan helm berat helm anak dikisaran 800-900 gram kalo lebih dari itu dikwatirkan leher anak akan cepat pegal karena menopang bobot yang berat dan juga kesulitan menggerakkan kepala dan akhirnya anak tidak mau memakai helm karena tidak nyaman.

Pengancing

Usahakan ada pengancingnya kangbro, dan modelnya pun juga jangan menyulitkan anak saat di membuka, pilih yang benar2 aman, mudah dan simple penggunaannya, karena anak juga sampeyan ajarkan untuk memasang dan melepas helm sendiri nantinya.

Kualitas Helm

Saat anakn OB berumur 2 tahun, itulah saat pertama OB membelikan helm pertama untuknya, bahkan sampai sekarang kalo gak pakai helm sudah pasti rewel kalo pas naik motor, itu karena sudah menjadi kebiasaan sejak dini, saat dulu memilih helm memang tidak bisa dipungkiri sangat sedikit yang menjual helm khusus untuk anak, OB sendiri kudu muter2 kota surabaya untuk mencari helm yang ber SNI, meski seharian mencari ubek2 kota surabaya, karena gini kangbro…kita gak bisa sembarangan memilih helm untuk anak, dengan alasan gambar menarik dan murah namun faktor safety nya dihiraukan, karena nantinya helm tersebut bakalan berfungsi untuk melindungi anak sampeyan dari cidera yang parah.

Azzam dengan helm pertama dan kesayangannya + kacamata andalan

Kesimpulannya kangbro…yang terpenting adalah edukasi dini kepada anak, OB sendiri sudah memulai saat anak berusia 1 tahun dan baru menginjak tahun ke-2 dimana kado ulang tahunnya adalah sebuah helm, kado sebagai wujud sayang kepada anak sekaligus memberikan edukasi kepada anak pentingnya memakai helm saat berkendara, dan hingga saat ini helm hadiah tersebut masih dipakai bergantian dengan helmnya yang baru, tapi dasar anak ya…kalo sudah jatuh cinta sama helm yang pertama meski sudah berumur, helm baru jarang dipakai, namun yang terpenting adalah…kesadaran anak untuk memakai helm sudah tumbuh dari dalam hatinya sendiri tanpa dipaksa.

SILAHKAN MEMBERIKAN TANGGAPAN DIBAWAH INI