Saat Komunitas Dijadikan Alat Dan Permainan = Kehancuran Perlahan

Otobalancing.net – Masbro…baik sampeyan dan saya tentunya tentu akrab dengan yang namanya komunitas karena sejatinya manusia itu adalah sebagai mahluk sosial, setiap orang ingin komunitasnya langgeng dan terus berjalan sampai kapanpun, namun tidak bisa dipungkiri jika dalam visi dan misi komunitas tersebut ada yang didalamnya yang tidak sejalan, oleh karena itu banyak komunitas bubar bahkan vakum karena ulah yang demikian.

Tujuan utama ber komunitas adalah saling berinteraksi dengan sesama, jika sampeyan berkecimpung di dunia binatang sampeyan pun akan gabung di komunitas pecinta binatang untuk lebih memperkaya ilmu dan pengalaman, saat hadir pertama kali di sebuah komunitas jelas semangat membara selalu tertanam, memikirkan bagaimana komunitas maju itu sudah menjadi pembicaraan sehari2, rancangan demi rancangan disusun lalu dibuat dan dilaksanakan, seneng banget melihat kekompakan antar anggota komunitas.

Namun seiring dengan waktu saat komunitas tersebut kian besar muncullah bibit2 individu yang merasa berada di zona nyaman komunitas tersebut, padahal mereka lupa bagaimana susahnya membangun komunitas tersebut, proses dan jerih payahnya seakan sudah dilupakan, tak ada lagi semangat ingin maju seperti hal nya dulu.

Hingga suatu saat ada beberapa anggota yang ternyata visi dan misinya berbeda secara tak sadar, seakan merasa benar akan tindakannya hingga tak sadar membuat tindakannya untuk komunitas berdampak negatif, komunitasnya dianggap tidak mampu mendidik anggotanya dengan benar, jujur kalo sudah dalam taraf kondisi seperti ini, bukannya komunitasnya yang gak mau mendidik, masak kayak anak SD saja kudu diberitahu tanpa merasa sadar diri, setiap anggota yang berjuang bersama merasa tak enak hati untuk memberitahu takut tersinggung bahkan timbul permasalahan baru di internal, itu karena mereka bersabar dan masih menghargai anggota tersebut, seperti di awal dimana saat gabung di komunitas terbentuk ya karena mempunyai visi dan misi yang sama.

Kejadian di atas mungkin banyak dialami para pembaca, karena setiap permasalahan sebuah komunitas pastilah sama meski sampul atau covernya berbeda2 namun intinya setiap komunitas yang terdiri dari beberapa individu pastilah juga berbeda pemikiran, ada yang pemikirannya terus maju demi komunitas, ada yang maju untuk dirinya sendiri bahkan ada yang gak ingin maju dan hanya mendompleng nama saja untuk kepentingan pribadi.

Makanya itu susah juga mencari bibit anggota komunitas yang sejalan dan seirama, karena di beberapa kasus ada anggota yang menggunakan topeng sebagai alat penyamaran dimana saat momen yang tepat aksi yang merugikan komunitas dilancarkan, tentu ini menjadi kerugian sendiri untuk komunitas dan anggota lainnya, semoga kita selalu terhindar dari individu yang memakai topeng dan hanya ingin memanfaatkan nama komunitas untuk kepentingan pribadi.

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini