Perawat Nasional Hospital Disebut “Dipaksa Mengaku Salah”…??? Benarkah Demikian

otobalancing.net – Dunia kesehatan gempar dengan kasus pelecehan seksual yang dialami seorang wanita yang kebetulan merupakan suami dari seorang pengacara dimana pelecehan tersebut diabadikan dalam sebuah video yang viral beberapa waktu lalu, dimana dalam video tersebut korban wanita berteriak untuk meminta perawat tersebut mengaku bersalah karena menyentuh bagian vital korban.

Tentu ini merupakan sebuah dilema dimana pelaku (Zunaidi) hanya melakukan tugas dengan melepas sadapan disposible ECG Elektrode yang menempel di dada pasien, sadapan yang berjumlah 6 buah dan 3 diantaranya menempel di sekitar payudara pasien, pada saat itu pasien dalam kondisi pemulihan setelah operasi, kesadaran pasien mesih belum sepenuhnya sadar, malah yang perlu dipertanyakan dari korban berdasarkan kejadian di video adalah apakah saat dibius atau dibawah pengeruh obat bius pasien sadar dengan pelepasan alat tersebut…??? Logikanya (saya beberapa waktu lalu juga pernah operasi) apapun yang terjadi setelah di anastesi atau dibius lalu alat yang ada di dada dilepas jelas tidak terasa karena masih pengaruh anastesi, cuman itu terjadi kepada saya masbro, gak tau lagi kalo korban memang merasakan.

Kepolisian Resort Surabaya sudah menetapkan Zunaidi pelaku pelecehan sebagai tersangka dan meminta maaf baik kepada korban beserta keluarga dan kepada seluruh perawat di Indonesia

Kasus ini menjadi pelajaran untuk tidak menjadi fitnah di kemudian hari dengan memberikan penanganan pasien kepada perawat yang mempunyai jenis kelamin yang sama agar tidak menjadi kasus serupa di kemudian hari…karena kerugian bukan hanya dari pasiennya saja namun juga keluarga pelaku dan institusi rumah sakit dan organisasi perawat indonesia.

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini