Di Jepang, HP Hilang Bisa Ditemukan, Di Indonesia, Tutup Pentil Hilang…Iklaskan

121

Masbro…saat membaca postingan mas Galih Eko Prasetyo di grup Motuba bikin saya salut sama warga dan kepolisian di Jepang, pasalnya mas Galih ini kehilangan HP saat di kereta dan sampeyan tau sendiri kan kalo di kereta itu gak hanya 1-2 orang saja…ratusan bahkan ribuan…itu di Jepang masbro…coba di Indonesia…saya sendiri pernah kehilangan HP juga saat di kereta, dan pas balik lagi (belum 10 menit) sudah gak ada padahal orang yang duduk disebelah, depan dan samping masih sama dan karena kereta akan jalan lagi saya terpaksa kudu turun dan mengiklaskan HP saya…fikir saya “ya sudah lah, mungkin sudah jalannya” namun penyesalannya adalah data yang ada di HP tersebut dimana saat itu masih belum secanggih sekrang yang bisa di backup via online meski kita berganti hape.

Begini cerita pengalaman mas Galih di Jepang :

Sedikit cerpen dr cucu mbah, mengenai kejujuran di Japan di kendaraan umum, monggo disimak & semoga bisa kita mulai dari diri kita sendiri ya mbah. . .

“Selamat Pagi & Selamat Beraktifitas. Mari Ngopi”

Handphone.

Beberapa hari lalu saya kehilangan hape saya saat berada di dalam kereta Ginza Line, Tokyo.
Waktu kehilangan adalah jam 17.01 di Shibuya, saat peak hours di mana ratusan ribu warga Jepang pulang kerja ditambah turis yang memadati stasiun dan kereta.

Anehnya saya tidak panik dan tetap tenang, ada keyakinan bahwa HP saya akan diketemukan dan dikembalikan.
Ini Jepang, begitu kata orang-orang.

Saya melapor ke petugas stasiun yang bahasa Inggrisnya tidak terlalu baik namun sangat helpful.
Saya juga melapor ke polisi.
Merela tidak menjanjikan akan menemukan hape saya tapi berjanji akan menginformasikan apabila diketemukan, dan juga mengajak saya untuk proaktif menghubungi mereka mengingat banyaknya barang yang tertinggal atau hilang, dan untuk memudahkan verifikasi barang.

Sehari sebelum pulang, saya kembali ke stasiun yang sama dan ke kantor stasiun yang sama,. Saya diminta untuk datang ke Iidabashi Station di mana pusat lost and found berada.
Pas saya tanya, hape saya ketemu ya? Dia cuma jawab, Maybe, you have to check by yourself.

Akhirnya saya ke Iidabashi Station, tidak lupa si petugas memberikan free pass dari Shibuya ke Iidabashi.
Sesampainya di sana saya masuk dan menunggu, ada 3 orang lain di depan saya, dan semua barangnya ketemu, bahkan ada Ibu-Ibu depan saya kehilangan satu tas, dan pas dicek, dengan menggunakan bahasa Jepang, gestur beliau mengatakan tidak ada yang hilang.

Wow.

Tibalah giliran saya, saya mencoba memberikan deskripsi sedetail mungkin dan memberikan nomor referensi kasus saya. Bahasa inggris petugasnya tidak terlalu baik tapi sangat membantu.
Menunggu sekitar 5 menit, mereka sibuk mencatat dan mencari dari dalam ruang penyimpanan, akhirnya saya melihat hape saya di sana, petugas lalu meminta saya membuktikan bahwa itu hape saya dan saya buka lah Whatsapp yang memang ada nama saya.

Lalu hape saya dikembalikan dan saya diminta mengisi form di bawah ini, saya meminta izin untuk memfoto laporan bersama hape saya untuk bisa dipublikasikan.
Saya juga diberikan free pass untuk kembali ke Shibuya.

Luar biasa. Luar biasa. Luar biasa.
Alhamdulillah. Harga hapenya sih relatif murah dan bentuk hapenya memang sudah sangat usang, tapi nilai historisnya tidak bisa dibeli, dan data yang ada di dalam sangat berharga.

Saya sangat berterimakasih kepada para petugas dan terutama kepada orang yang sudah mengembalikan hape saya.

Level Kejujuran : Orang Jepang.

Nah piye cak…itu hanya ada di Jepang…HP jadul atau HP murah hilang masih bisa ditemukan lagi, coba di Indonesia…tutup pentil hilang…sampeyan iklaskan ae cak…tutup pentil ilang aja harapan kembali 0 % apalagi HP…namun itu juga tidak lepas dari kebijakan pemerintah disana yang mana di setiap HPnya terbulding dengan kartu yang diregitrasikan ketat untuk masing2 pemakai, jadi untuk mengambil HP orang lain malah gak guna karena HP dan kartunya menjadi satu kesatuan, berbeda dengan di Indo yang kartunya bisa dilepas pasang bahkan gonta ganti nomer pun gak masalah, jadi kalo hilang ya tinggal jabut nomernya dan di buang…HP sudah berpindah kepemilikan.

Monggo yang punya pengalaman lain dishare di kolom komentar dibawah, karena dengan anda berkomentar maka menambah saya untuk lebih bersemangat dalam menulis….terima kasih.

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

Komentar Gratis, Monggo Masbro Mbakbro