Empat Fungsi Lampu Hazard Yang Disalah Kaprahkan…!!!

Masbro…saat ini tidak hanya mobil saja yang dilengkapi lampu hazzard, motor sport dan matik pun juga bahkan menjadi standart dari pabrikannya, meski begitu kita kudu tahu penggunaan dan sikap dalam menggunakan lampu hazzard ini, namun sudah banyakkah yang tahu…??? nyatanya gak masbro…bahkan cenderung salah kaprah namun membenarkan…dan gak sedikit yang meninggikan tensi karena merasa penggunaan lampu hazard yang dia gunakan selama ini adalah benar…lantas…bagaimana menurut hukum lalu lintas di Indonesia tentang tata cara penggunaan lampu hazard ini…???

Coba sampeyan baca Undang-Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ yang berbunyi:

“Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan.”

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang salah kaprah tentang penggunaan lampu darurat di jalan umum. Dalam UU tersebut sudah jelas tertulis bahwa lampu darurat berfungsi sebagai peringatan bahaya atau saat berhenti dalam keadaan darurat di jalan, jika tidak dalam keadaan darurat maka lampu tersebut sebaiknya tidak dinyalakan.

Jika melihat dari aturan tersebut, otobalancing melihat ada 4 kesalahan yang dilakukan pengendara yang salah kaprah dalam menggunakan lampu hazard :

  1. Menggunakan saat hujan

Penggunaan lampu darurat saat hujan tidak diperlukan karena justru akan menghalangi fungsi lampu sein yang justru dapat menyebabkan kecelakaan. Solusinya adalah dengan menyalakan lampu utama agar kendaraan masih bisa dilihat pengguna jalan lainnya.

Cuman masih ada yang mengatakan seperti ini :

Argumen yang demikian ini ternyata buanyak sekali lo cak…padahal jelas-jelas peraturan lalu lintas sudah menyebutkan :

“Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan.”

2. Menyalakan lampu darurat saat akan berjalan lurus di persimpangan

Nah ini lucu pisan cak…padahal kalo dinalar logika cak…dengan tidak menyalakan lampu sein saja maka sudah cukup menegaskan bahwa Anda akan berjalan lurus ke depan.

3. Menggunakan lampu darurat di lorong gelap atau terowongan.

Walah opomaneh iki cak…kalo kita berfikir secara logika cak menyalakan lampu darurat pada kondisi seperti ini tidak akan memberikan keuntungan apapun bahkan membuat pengemudi lain bingung…aneh to…la terus fungsi lampu senja atau lampu utama buat apa…kok sampai menyalakan lampu hazard…cem macem ae…

4. Menggunakan lampu darurat saat kondisi berkabut.

Jian tambah cekot cekot sirah ki cak lek sampai ada yang menggunakan lampu hazard saat kondisi kabut…padahal ya gak ngaruh…yang maksimal ya lampu lampu kabut. Jika tidak memiliki lampu kabut maka pengemudi dapat menyalakan lampu utama untuk penerangan jalan.

Terus ada pertanyaan tentang konvoi pejabat dsb yang menggunakan lampu hazard…jika melihat keadaan ini harusnya pejabat atau pihak manapun juga tetap mentaati peraturan sehingga tidak menjadi contoh yang keliru kepada masyarakat, karena pernyataannya pasti “Kan mereka pakai juga, ya kita juga pakai dong”

Walah cak…niru kok seng salah…padahal jelas2 ada aturannya, DIBAWAH INI adalah saat otobalancing menegur BIKER KOMUNITAS saat menggunakan LAMPU HAZZARD yang SALAH.

Siapa yg buat peraturan itu ya…

Sepertinya unik…

Sudah seharusnya dan wajib nyalakan lampu hazard… (asal jangan lebay… Dikit2 double sign (hazard)) Masalah membahayakan mau belok / pindah lajur ke kanan kiri? Solusinya:

1. Ya jangan jangan pindah wong hujan deras sekali…

2. Matikan lampu hazard… Pindah nyalakan sign kiri / kanan… Tapi dari jarak jauh dan kecepatan rendah.

3. Hujan deras sekali, lucu kalau masih ngebut… Kalau jaga jarak dan pelan… Ga masalah meskipun lampu hazard semua dan pindah2 lajur pelan.

 Note:

Lampu Hazard bisa digunakan maximal, bisa untuk memberi tanda kepada pengguna lain utk berhati2 di situasi dan kondisi apapun seharusnya.

Semoga masbro dan mbak bro pembaca otobalancing semakin tercerahkan dengan adanya artikel ini, yang tadinya gak tahu menjadi tahu yang sudah tahu monggo menguatkan dengan menuliskan artikel dibawah…kalo perlu beserta pengalamannya…biar dikemudian hari para pembaca lainnya bisa lebih tercerahkan.

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

Silahkan Memberikan Tanggapan Di Bawah Ini