Kisah Inspiratif : Rela Jual Motor Sport 250cc Demi Ayah, Gojek Sambil Kuliah Dengan Motor Buntut

347
Ayah

Masbro…cerita ini berdasarkan sebuah kisah nyata anak seorang rekan saya yang saat ini telah menyadari jika selama ini apa yang dilakukannya adalah sebuah kekeliruan, meski begitu namanya orang tua pasti akan melakukan apa saja untuk membahagiakan anaknya tak terkecuali bekerja extra demi mencicil sebuah motor yang dibelikan untuk anaknya…monggo siapkan kopi dan cemilan karena cerita ini bisa jadi lumayan panjang.

Nama saya adalah antok, kini saya kuliah di jurusan ekonomi di sebuah universitas negeri surabaya semester awal, selepas kuliah saya juga berprofesi menjadi ojek online (gojek) untuk menebus kesalahan saya kepada orang tua karena keegoan saya di masa lalu, sejak kecil saya adalah anak yang sangat disayang oleh kedua orang tua saya meski saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara, ayah saya hanya seorang karyawan swasta sederhana dan ibu saya adalah ibu rumah tangga, ayah memang dikenal sebagai orang yang teladan bagi saya, jarang mengeluh meski akhirnya saya tahu banyak masalah yang dihadapi.

Sejak masih SD sampai SMA saya selalu diajarkan untuk selalu hidup sederhana dan apa adanya, ke sekolah saya sering jalan kaki atau naik sepeda ontel yang paling kesel adalah saat hujan dimana dengan seenaknya saja mobil atau motor berjalan kencang dan menghajar air hingga baju dan celana saya basah, apalagi kalo ada sepeda motor yang slebor belakangnya di copot…alhasil baju putih saya nampak bercak titik hitam akibat kotoran di jalan belum lagi mata kelilipan.

Semua itu saya jalani dengan suka hati meski dalam hati ini juga ingin mempunyai motor, tibalah saya memasuki masa sekolah wajib saya yang terakhir dan alhamdulillah saya lulus dengan nilai yang memuaskan, saya pernah meminta kepada ayah jika nanti lulus saya minta dibelikan sebuah motor dan ayah ternyata menyanggupi setelah sekian lama saya gak meminta sesuatu yang nilainya besar kepada ayah.

Singkat cerita saya kemudian diajak ayah untuk mengunjungi dealer, namun sebelumnya ayah meminta saya untuk bilang motor apa yang saya inginkan, dan saat itu saya bilang bahwa saya menginginkan sebuah motor merek H yang ber cc 250…saat itu tidak ada keluhan duit kurang dsb dari ayah, hingga akhirnya motor itu datang kerumah…saya merasa masih merasa ini sebuah mimpi, kehadiran motor idaman yang setiap malam saya impikan dan selalu menjadi wallpaper di hape saya sekarang hadir dalam wujud nyata.

Ini merupakan hadiah dari ayah karena saya berhasil lulus SMA dengan nilai bagus dan berhasil masuk universitas ternama di surabaya.

Saat kuliah saya selalu pede dan mempunyai banyak teman yang juga rata2 mempunyai motor sport 250 keatas, uang saku yang dikasi ayah saya tabung untuk bisa makan2 dengan rekan2…di kafe atau di resto…saya pun berhasil mendapatkan seorang pacar yang saya incar sejak saat perkenalan kampus (ospek), sering kami jalan bareng dan berkendara luar kota namun pastinya saya selalu ijin ke ayah dan selalu juga diberikan uang saku oleh ayah, kesibukan kuliah dan sekaligus mempunyai pacar membuat perhatian saya ke ortu tidak seperti dulu, berangkat pagi pulang malam menjadi hal yang biasa untuk saya.

AYAHKU PEJUANG BAGI KELUARGA

Saya tidak pernah menduga jika selama ini ayah berhutang kepada perusahaan dan mencari uang untuk mencicil motor saya dari hasil gojek setiap malam, karena memang saya selalu pulang malam jadi jarang bertemu dengan ayah…saat saya datang biasanya ayah, ibu dan adik semua sudah tidur karena saya sendiri sudah diberikan kunci gembok rumah dan kunci rumah karena seringnya pulang larut malam.

Hingga tak sengaja saya bertemu dengan seorang yang om priyo disebuah acara komunitas motor, kebetulan saat itu adalah acara 1 dasawarsa paguyuban motor H di surabaya dan om dwi merupakan salah satu pengurus klub/komunitas paguyuban motor H di kota surabaya, saat itu saya belum terlalu mengenal om priyo sebelum saya ditelpon oleh ayah jika kalo di acara itu ada salah satu temannya yang menjadi pengurus di paguyuban itu disertai dengan ciri2 orangnya…ternyata setelah bertanya kesana kemari saya akhirnya ketemu dan mengobrol tentang acara.

AKU SADAR AKU SALAH

Aku tak pernah tahu jika ayah ternyata mengorbankan waktunya hanya untuk mementingkan pendidikan dan cicilan motorku, ayah meminjam uang ke perusahaan untuk biaya masuk kuliahku dan berprofesi sebagai ojek online untuk membayar cicilan motorku yang harganya puluhan juta rupiah tersebut, jujur aku selama ini gak pernah tahu…hingga suatu ketika aku bertemu om dwi dan kemudian diceritakan semuanya…sontak aku sedih, aku malu, aku ingin marah kepada diriku sendiri, dimana saat saya senang2 bersama teman, makan enak bersama teman dari uang saku dari ayah ternyata ayah saya kerja keras membanting tulang di tempat kerja dan bertaruh nyawa di jalan tanpa lelah…aku memang gak pernah melihat ayah mengeluh capek dsb, karena memang saat saya berangkat kuliah ayah telah duluan berangkat kerja dan saat saya pulang ayah memang sudah tertidur.

Aku kemudian memandangi motor kesayanganku, apa yang aku lakukan saat ini…aku merasa berdosa kepada ayah, bagaimana jika ayah kemudian celaka dijalan….jujur aku tak rela….aku sayang sama ayah melebihi rasa cinta dan sayangku kepada pacarku sendiri, aku rela berkorban untuk ayah…untuk orang yang membesarkanku denga penuh kasih sayang…aku rela kehilangan semua asal ayah sehat dan bahagia.

KEHILANGAN PACAR

Hari itu setelah kuliah selesai aku mengajak jesica (pacar saya) untuk bertemu dan berbicara di sebuah taman yang gak jauh dari gedung kampus saya…disitu saya ingin bilang jika saya akan jual motor karena sebuah alasan yaitu orang tua, secara gak disangka jesica marah, dia tidak terima jika saya menjual motor…hal itu membuat saya sontak kaget…padahal saya berharap dia bisa menguatkanku untuk yakin bisa menjual motor kesayangan tersebut…namun ternyata harapan itu meleset, bahkan jesica mengancam untuk putus jika saya menjual motor itu…dan karena saya lebih menyanyangi ayah dari pada jesica akhirnya hari itu saya dan jesica resmi putus.

MEMERGOKI AYAH GOJEK

Hari itu setelah saya putus saya menjadi sangat terpukul, setiap teman mengajak saya makan atau keluar saya selalu tolak, hingga akhirnya saya memutuskan untuk pulang, saya pacu motor saya sekencang mungkin dan kemudian berhenti karena lampu merah lalu lintas, itu ayah….itu ayah….gak salah lagi itu ayah….tapi siapa yang dibonceng ayah…aku hapal motor ayah…motor buntut yang setia mengantar saya sekalah jika ayah sempat mengantar dan menjemputku dan itu juga adalah motor yang selalu menemaniku dan ayah jika jalan2 di kota surabaya.

Saya kemudian mengikuti pelan dan menjaga jarak sekitar 20 meter-an, hingga saya terhenti di sebuah kantor dan wanita yang dibonceng ayah pun turun dan saya melihat di jaket ayah logo gojek…(artinya ayah menjadi sopir gojek), saya pun terus mengikuti ayah sampai ayah berhenti di depan sebuah mall besar dan memarkir motor disitu…dan saya meneruskan perjalanan untuk pulang.

Saat ayah pulang saya tidak melihat bapak memakai jaket gojek seperti yang saya lihat sore tadi, ayah kaget melihat saya sudah pulang sebelum larut malam, dan menyapa…seketika itu saya melihat ayah dan tanpa saya sadari airmata berlinang, dan langsung saya menuju ke ayah dan sujut kepada ayah…dan menanyakan perihal kejadian tadi.

Ibu yang mendengar dan melihat kejadian itu juga menangis, ayah kemudian membangunkan saya dan mengatakan…”ah kamu salah lihat, ayah kan lembur kerja”…saya pun gak percaya karena mata saya gak pernah salah mengenali motor ayahku sendiri hingga kemudian ibu menghampiri dan memeluk saya dan kemudian menceritakan…tidak berapa lama ibu bercerita ayah memotongnya dan berkata “itu sudah tugas kita bu, jangan libatkan anak”…namun saya marah karena ayah menyembunyikan sesuatu yang selama ini tidak saya ketahui. Akhirnya dengan pengertian ibu ayah kemudian bercerita jika ayah masih menanggung biaya kuliah dan cicilan motor barumu, karena gaji ayah tidak cukup maka ayah terpaksa menjadi gojek demi menambah penghasilan.

JADI SOPIR GOJEK

Setelah ayah mengijinkan untuk menjual motor dengan cara meng oper kreditkan, saya juga ijin kepada ayah untuk menggantikan ayah menjadi sopir gojek, saya ingin membayar biaya kuliah saya sendiri dengan keringat saya sendiri…ayah sempat menolak sebelum akhirnya saya memintanya dengan sangat, dengan demikian ayah bisa kerja dan pulang sore dan bisa beristirahat sedangkan saya juga bisa menarik ojek online sepulang saya kuliah.

MENJADI LANGGANAN DOSEN

Sejak tulisan ini saya tulis saya baru menarik ojek online selama seminggu menggantikan ayah dan memakai ID ayah untuk ngojek karena saya belum mengurusnya, dan sejak saat itu saya menyadari ternyata teman saya yang dulu selalu mengajak makan dan nongkrong mulai menjauhi karena saya saat ini memakai motor butut dan selalu memakai jaket gojek saat kuliah…bahkan jaket gojek ayah ini saya anggap sebuah jaket yang penuh makna…karena selama ini ayah memakai jaket ini untuk membuat saya bahagia.

Jesica kini punya pacar baru, dan setiap bertemu saya selalu menghindar….ternyata ada jurang antara miskin dan kaya di kampus ini, namun saya gak peduli dengan semua itu, bahkan sekarang saya mempunyai pelanggan tetap di kampus yaitu dosen saya dan beberapa rekan kampus yang gak membedakan miskin dan kaya…mereka menyewa saya untuk jemput kuliah dan pulang kuliah atau mengajar…sejak seminggu ini saya gak pernah makan di restoran atau kafe dan mungkin itu gak akan terjadi lagi karena saya sekarang sibuk untuk menjalani profesi saya sebagai gojek online.

Dan uang hasil ojek online ini setelah dipotong bensin maka sepenuhnya adalah milik ayah untuk membayar di koperasi perusahaan, kini saya makan dirumah dan membawa bekal mie instant untuk makan kala sedang ojek online…dan tulisan ini jika om priyo baca semuanya…saya terima kasih ya om sudah menyadarkan saya…dan saya lebih tenang dan plong…bahkan sepulang kuliah saya gak sabar untuk terus ojek online dan saat pulang saya melihat wajah ayah saya yang riang gembira menyambut saya pulang.

“Kita tak kan pernah tahu betapa pengorbanan orang tua untuk kita, karena kita hanya bisa menikmatinya dan kini aku menyadari betapa pengorbanan orang tua begitu besar sampai saya tak pernah menyadari besarnya pengorbananya untuk saya”.

Original story – Antok

18 KOMENTAR

  1. Sangat menginspirasi saya sebagai seorang bapak…
    Tapi tidak seperti bapak di atas, saya akan terbuka dengan anak saya.. karena di situ ada proses pendewasaan yang bermanfaat bagi sang anak..
    Tulisannya baguss mas..

    • rekan saya ini biasanya terbuka, cuman saat minta motor dan biaya masuk kuliah rasanya gak tega setelah sekian tahun lamanya memendam ingin kuliah dan punya motor (keinginan anak sejak smp)

Komentar Gratis, Monggo Masbro Mbakbro