Transportasi Online VS Transportasi Konvensional, Siklus Moderinisasi Yang Dikebiri…!!!

199

Sudah banyak berita baik di media cetak dan elektronik bahwa ada sebuah persoalan serius berujung kepada kekerasan bahkan ancaman baik fisik maupun psikis di bidang transportasi Indonesia berbasis online, dan sang pelaku transportasi konvensional (biasa) merasa terintimidasi dengan hadirnya Transportasi mordern ini, sebenarnya apa yang melandasi adanya konflik antara dua pelaku usaha ini, apakah ada persaingan tidak sehat antara kedua pelaku ini, mari kita kupas masbro.

Jika menyaring dari berbagai berita yang ada masalah antara online dan biasa ini ada beberapa hal yang bisa kita saring dan seringkali ditanyakan dan dimasalahkan sampai menimbulkan kericuhan fisik dan psikis, antara lain :

  1. Faktor Utama 

Secara ekonomi disini kita bicara tentang bisnis dimana ada dua faktor yang mendasari antara lain antar sesama pelaku usaha serta pelaku usaha dan konsumen, jika permasalahan antara sesama pelaku usaha memang untuk menciptakan persaingan yang sehat harus ada kesamaan dalam persaingan ini dimana perdebatan berujung demo yang mendasari 3 hal yaitu (Tarif, Akses dan Kemudahan), jika berpandangan menurut kacamata konsumen maka 3 hal tersebut bakalan menjadi pilihan utama dimana Taksi Online hadir dengan sebuah inovasi yang terkait dengan teknologi kemajuan jaman yaitu Aplikasi.

Jika ada sesama pelaku usaha yang sama kemudian bertarung di bidang yang sama kemudian yang satunya berjalan dengan tarif murah saya kira ini masih fair, namun yang menjadi masalah disini ada ketidakseimbangan sebenarnya dimana Taksi Biasa harus mengeluarkan bermacam biaya terkait operasional dan perijinan sedangkan yang satunya tidak dan ini yang harus menjadi PR bagi pemerintah agar terciptanya persaingan yang sehat.

Masalah yang kini terjadi dengan ketidakseimbangan ini menimbulkan situasi dimana pelaku Taksi Konvensional berebut rejeki dengan Taksi Online, inilah yang menjadi salah satu persoalan dimana ada razia, sweeping hingga tindakan anarkis dan perusakan kerap terjadi seakan dibenarkan dan seakan Transportasi Online adalah jasa yang terlarang, padahal biang keributan ini hanyalah masalah berebut masalah PERUT.

Aplikasi Transportasi online memang bukan murni penyedia jasa trasnportasi melainkan hanya sebuah jasa pelayan IT yang masuk dicelah dimana kebutuhan dan teknologi dapat mengacu kepada kemodernan, dan terbukti konsumen merasa terbantu dengan adanya transportasi online, keadaan inilah yang kemudian dijadikan masalah oleh transportasi konvensional yang merasa berstatus LEGAL atau RESMI dimana merasa sudah mentaati undang2, taat bayar pajak, KIR sedangkan Transportasi Online tidak ada aturan seperti itu dimana secara perorangan seorang pelaku Transportasi Online sudah bisa beroperasi sedangkan Transportasi Konvensional tidak bisa.

2. Modernisasi

Aplikasi Transportasi Online merupakan aplikasi modern yang membantu konsumen dalam hal transportasi, konsumen merasa terbantu dan mengakui keefisienan transportasi online ini, bahkan Transportasi Online saat ini bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat karena terobosan ini sangat terbilang baru dan bisa bermanfaat untuk masa mendatang.

Namun saat sebuah kemodernisasi hadir pastilah bakalan akan bersinggungan dengan yang lama dan sudah lama mapan dan ini terjadi di sektor apapun tidak hanya di bidang transportasi, dan memang sudah saatnya Pemerintah mendukung sebuah potensi ekonomi baru namun juga bisa membuat aturan main yang baik bagi semuanya sehingga KONTROVERSI antara Online dan Konvensional tidak akan lagi terjadi dimasa yang akan datang.

Kendalanya disini adalah para pelaku yang sudah merasa nyaman dengan keadaan saat ini dan tidak mau berubah mengikuti perkembangan jaman dan teknologi, hal ini yang bisa membuat macetnya dan terus menerus akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam soal PERUT, dimana yang berbasis online akan semakin cepat, ringkas dan praktis dalam mendapat pendapatan dan yang masih kukuh dengan gaya konvensional akan semakin terpuruk dan akhirnya merasa terancam bahkan terintimidasi.

Anda masih ingat di era dulu dimana Trem dan Becak di Ibukota merupakan alat transportasi yang paling populer di masa lalu…??? dan apa yang terjadi…Bajaj, Robur, Bus hadir sebagai bagian dari modernisasi pada saat itu, dan keadaan kala itu terjadi lagi di masa kini dimana Taksi Konvensional, Ojek Pangkalan, merasa terancam kelangsungan hidupnya dengan adanya Transportasi berbasis Online seperti GRAB, UBER dan GOJEK.

Keadaan tersebut sebenarnya merupakan siklus alami dari sebuah perubahan jaman masbro.

3. Sisi Keuntungan

Siapa yang yang paling diuntungkan dengan hadirnya Transportasi Online ini…??? tentu masyarakat sekaligus konsumen, warung makan yang semakin laris dengan adanya gofood dari gojek, penumpang yang merasa aman bepergian karena tidak kwatir kecopetan dengan berdesakan, serta tarif yang bersahabat dibanding taksi konvensional, karena Transportasi Online dan Konvensional hadir untuk kesejahteraan masyarakat.

Jika masalah tarif yang dipersoalkan, apakah yang online akan mendekati konvensional atau konvensional mendekati online, jelas konsumen memilih konvensional saja yang mendekati online karena konsumen memilih online karena tarifnya memang lebih murah dari konvensional dari aspek manapun, jika online disetarakan dengan konvensional maka yang terjadi konsumen akan menjerit dimana mau naik konvensional mahal, online mahal yang akhirnya kembali lagi kepada kepemilikan kendaraan pribadi karena merasa kendaraan inilah yang dirasa menguntungkan.

Dan jika tarif online disetarakan dengan konvensional, apalah artinya kemajuan modernisasi disini toh tarifnya sama bahkan bisa jadi nanti konvensional akan membuat aplikasi serupa yang lebih bagus….APA ARTINYA dan MANFAATNYA MODERINISASI…???

Dan kesimpulan dari tulisan ini adalah…JANGAN YANG ONLINE MEMATIKAN YANG KONVENSIONAL DAN YANG KONVENSIONAL JANGAN MEMATIKAN ONLINE karena pada dasarnya semua ini untuk kepentingan masyarakat dan konsumen.

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

 

Komentar Gratis, Monggo Masbro Mbakbro