Prihatin dengan kericuhan antara Transportasi Online dan Konvensional membuat saya ikut angkat bicara mengapa saya dari sisi konsumen lebih memilih transportasi berbasis online daripada konvensional, disini saya melihat dari sisi saya sebagai konsumen angkot dan taksi konvensional berbasis argo.

Dulu sebelum saya memutuskan untuk membeli motor pribadi saya lebih sering memakai angkot untuk sarana saya berangkat kuliah dan bekerja, saat kuliah saya harus berjalan sekitar 2 kilometer untuk bisa naik angkot hal ini dikarenakan rumah saya memang jarang dilewati angkot yang trayeknya sejurusan dengan kampus saya yaitu UNAIR, tentu anda tahu angkot apa yang saya naiki jika anda sebagai sesama warga Surabaya, setiap pagi saya jalan begitu jauh bahkan sampai di lokasi penjemputan baju saya penuh dengan keringat, saat naik angkot dan paling saya BENCI adalah angkot tersebut ngetem selama beberapa menit, jalannya juga lambat untuk mencari penumpang dan akhirnya saya sering kali nyampai di kampus telat karena hal tersebut.

Dalam hati saya sebenarnya terus berontak dan memimpikan untuk bisa punya kendaraan sendiri meski motor buntut yang penting saya gak harus jalan kurang lebih 2 kilo setiap harinya dan sering datang telat di kampus, namun selama 4 tahun kuliah ternyata hal ini tidak terkabulkan karena gak mungkin saya memakai motor orang tua sedangkan keluarga saya hanya mempunyai 1 motor saat itu.

Setelah saya lulus kuliah dan bekerja selama 3 bulan, saya membeli motor pribadi untuk pertama kali dan rasanya sungguh enak sekali, saya gak perlu merasakan semua hal yang saya alami saat saya kuliah dan saya pun bisa kemana mana dan nyampai di tujuan dengan waktu yang bisa saya tentukan sendiri.

Pengalaman saya ini mungkin pernah atau sedang anda alami di saat jasa transportasi online masih belum bermunculan, kini di era teknologi yang kian maju muncullah TRANSPORTASI ONLINE dimana yang saya rasakan saat ini lebih dimudahkan, baik dari segi tarif dan kepraktisannya, konsumen tidak perlu harus berjalan dan pergi ke pangkalan atau jalan dimana angkot tersebut beroperasi serta biaya yang bisa kita lihat sehingga antara konsumen dan driver taksi online ada transparansi biaya tarif, berbeda dengan dulu dimana jauh dekat dipatok tarif yang sama bahkan bisa lebih, sedikit pengalaman dimana saya akan belajar kelompok yang rumahnya sangat jauh dan saya membayar tarif atas sesuai biasanya, sopir angkot malah minta ditambahin biayanya, dengan alasan saya satu satunya penumpang yang jaraknya sangat jauh, mungkin jika gak ada saya angkot tersebut langsung puter balik.

Pengalaman dengan Taksi Konvensional dimana justru ini yang membuat saya infill se infillnya, tarif yang argonya gak bisa saya pahami membuat Taksi Konvensional menjadi alat trasportasi kedua jika jam angkot atau gak ada angkot di trayek tersebut, memang sih Taksi Konvensional bisa mengantar kita langsung kerumah berbeda dengan angkot yang mana kita diharuskan oper angkot jika trayek kita tidak sesuai dengan jalur angkot beroperasi, bahkan untuk tarif buka pintu taksi biayanya sudah lumayan….BUKA PINTU BRO….

Transportasi berbasis online ini jika dari kacamata saya sebagai konsumen merupakan jawaban dari apa yang konsumen butuhkan selama ini, dimana konsumen tinggal menentukan lokasi penjemputannya, tarif yang transparan serta diantar langsung di tujuan tanpa perlu oper oper lagi, DARI SEGI KONSUMEN Transportasi Online ini sangat membantu banget, saya membayangkan jika model ini sudah ada sejak jaman saya kuliah dulu, namun gak mungkin juga karena dulu internet juga masih belum secanggih sekarang.

Miris jika Transportasi online saat ini bentrok dengan transportasi konvensional apalagi di youtube banyak video tentang kebrutalan oknum transportasi konvensional yang SECARA GAK MANUSIAWI mengancam, merusak bahkan gak segan untuk berunjuk rasa massal yang mana yang pasti dirugikan adalah konsumen itu sendiri.

Alasan Transportasi konvensional yang menolak untuk maju dengan sama2 beralih ke teknologi online dengan alasan TIDAK BISA MAIN HAPE CANGGIH (APLIKASI) tidak menjadi alasan yang masuk akal, meski tidak dipungkiri alasan RIBET sering menjadi senjata namun dari sisi KONSUMEN, saya lebih memilih Transportasi Online karena kepraktisan dan transparansi biaya.

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

SILAHKAN MEMBERIKAN TANGGAPAN DIBAWAH INI