Ditagih Uang Parkir, Oknum Dokter Mengancam Petugas Parkir dengan Senjata Api

Diposting pada

Kejadian terjadi di sebuah mall ini menarik perhatian publik, pasalnya seorang dokter tidak terima dan meminta gratis saat ditagih biaya parkir oleh petugas parkir mall tersebut, dengan mengacungkan senjata petugas parkir bersujud meminta maaf, hal ini tidak bisa dibenarkan apalagi oknum ini menggunakan mobil ber plat TNI AD saat itu.

Saat petugas parkir menagih, oknum dokter ini mengaku jika dia merupakan anggota TNI karena menggunakan mobil TNI, oknum ini minta di gratiskan biaya parkirnya, padahal untuk sekelas dokter Rp. 20.000 sangatlah tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan.

Setelah diselidiki ternyata oknum dokter ini bukanlah anggoto TNI, mengenai mobil ber Plat TNI AD itu karena sang istri merupakan dokter spesialis sebuah rumah sakit TNI AD, sungguh miris tenan masbro dimana kearoganan manusia bersikap semena2 kepada orang kecil, dimana petugas parkir hanya menjalankan tugasnya, apalagi biaya parkir juga tidak ada yang gratis meskipun itu adalah anggota TNI sekalipun.

Tidak terima dengan sikap oknum dokter ini, petugas parkir akhirnya melaporkan tindakannya ke kepolisian, sedangkan untuk kesatuan TNI menyelidiki dugaan kepemilikan senjata dan penyalahgunaan mobil dinas yang dikendarai, beredar isue jika senjata yang dipakai mengacam tidak teregistrasi di TNI AD.

Sungguh keterlaluan masbro, dan gak patut untuk ditiru, dan tidak seharusnya mentang2 keluarga TNI terus bertindak seenaknya sendiri sampai mengancam keselamatan orang lain, bagaimana jika senjata tersebut mengenai petugas parkir tersebut…??? bagaimana jika sampai meninggal dunia, siapakah yang mengurus keluarganya jika petugas tersebut mempunyai tanggungan anak dan istri, kejadian ini sungguh memalukan baik dari segi institusi yang dilibatkan (mobil TNI AD) dan keluarga (Istri TNI AD).

Ini Video lengkapnya :

Artikel Terkait :

Gambar Gravatar
Terima Kasih sudah sudi menyambangi blog sederhana ini, saran dan kritiknya untuk kemajuan blog ini kedepannya. Email : givisurabaya@gmail.com

Monggo Komentarnya Kangbro :