Cerita Nyata : Nenek Tua Penunggu RANU REGULO hidup sendiri sebatang kara | OTOBALANCING BLOG
OTOBALANCING VLOGBerisi tentang video Review, Test Ride dan segala hal tentang Otomotif

Cerita Nyata : Nenek Tua Penunggu RANU REGULO hidup sendiri sebatang kara

Masbro, jika sampeyan mengira ini cerita mistis, sampeyan keliru…ini cerita bukan dari alam gaib, ini cerita asli di dunia nyata, cerita ini saya dapatkan dari seorang teman nitizen yang kebetulan pernah mendaki di kawasan Taman Nasional Tengger Semeru, diceritakan ada seorang Nenek Tua yang sudah Renta dan terlihat tidak terurus, berpakaian sangat sederhana dan lusuh sendirian di dalam hutan tersebut, berikut ceritanya :

Iki kisah nyata dullur,..
Tdi siang aq jln” ke arah penanjakan mahameru,..cz perjalanan sya tampa tujuan akhirnya aq terdampar di daerah ranu kumolo low gk salah.
Trus tampa sengaja aq mlihat nenek yg udah tua hidup d dalam hutan sendirian tampa ada penerangan sdikitpun,.
Dan inilah rumah dn tempat tinggal orang tua tesebut,makan nasi basi atau karak,.lauk pauknya mengumpulkan daun”nan d sekitar lokasi itu.
Sempat saya wawancarai dn kelihatannya bukan orang gila cz stiap pertanyaanku slalu d jawab dgn masuk akal..
Mohon kita beri doa buat orang tua ini,cz katanya dia tdk mmpunyai anak dn hidup sebatang kara.dn kita harus bnyk belajar dari orang tua ini..dan inilah rasa sukur dn sabar yg sebenarnya.

(setelah diralat bukan Ranu Kumolo, yang benar Ranu Regulo)

Baca artikel lainnya :

Ranu Regulo adalah sebuah kawasan camping ground dalam wilayah Taman Nasional Tengger Semeru. Letaknya yang hanya beberapa ratus meter dari pos pendaftaran pendakian Gunung Semeru menjadikan akses menuju Ranu Regulo jauh lebih mudah daripada ke Ranu Kumbolo, dengan ketinggian 2100 mdpl Ranu Regulo mampu memberikan sensasi dingin dan pemandangan yang memanjakan mata.

Dan berbagai cerita berkaitan dengan nenek tersebut sangat beragam, mulai dari Juru Kunci, menunggu anaknya yang hilang di kawasan tersebut, sampai penduduk asli daerah Ranu Regulo, namun apapun ceritanya masbro, jika kalian berkesempatan kesana jangan lupa untuk berkegiatan SOSIAL juga kepada nenek ini.

Karena menurut cerita rekan Nitizen, jika kesana hendaklah membawa beras, alat masak (karena diketahui si nenek memasak menggunakan kaleng cat yang sudah berkarat yang pasti sudah tidak higienis).

Jika anda merasa tulisan ini bermanfaat, silahkan anda share masbro, agar lebih banyak orang yang tahu dan kebetulan ke sana agar bisa membawa bekal untuk si nenek.

Silahkan Tulis Komentar Anda :