Part 2 : Action Cam yang Rekomended dan tidak Rekomended untuk Motovlog

55
534

Setelah tulisan pertama tentang ini selang sehari langsung dapat inbox, sms dan wa dari yang belum saya kenal yang menyerang jika tulisan saya secara tidak langsung menuduh mereka dan merugikan mereka, siapakah mereka….??? silahkan anda terka sendiri ya hehehe, namun meski saya bisa dikatakan sebagai orang nomer satu yang gak disukai oleh golongan mereka saya tetap tidak peduli, saya lebih peduli dengan rekan2 saya yang berkorban jiwa dan raga hanya untuk berkeinginan mempunyai Action Cam namun akhirnya kecewa karena tidak mendapatkan info yang baik tentang Action Cam apa yang gak rekomended untuk motovlog dan yang rekomended untuk motovlog, akhirnya, saat di pakai untuk motovlog menjadi kecewa, orang-orang inilah yang saya perhatikan meski akhirnya saya sendiri menjadi musuh bagi yang tega kepada mereka.

Jika belum baca part-1 ini linknya masbro :

Jangan beli Action Cam ini untuk Motovlog (Part 1 – Seller dan Buyer)

Oke masbro, langsung kepada pokok pembahasan, dimana saya akan menyebutkan beberapa Action Cam kelas bawah dimana harga paling maksimal adalah 2 juta, jadi bisa diterka jika harga diatas itu tidak termasuk ya, karena ada yang protes karena saya gak menyebutkan harga dan Action Cam nya dimana harganya 3 – 5 juta dikatakan jelek sama saya, hal itu tidak benar karena saya lebih suka membahas action cam yang harga maksimalnya 2 juta, kalo diatas itu ya masak dibilang jelek kan gak mungkin ya.

B-CARE

Banyak orang memilih action cam ini sebagai pilihan untuk bermotovlog, mulai dari X-1, X-2, X-3 namun dari semua seri tersebut saya lebih menyukai seri X-1, alasannya simple, saya sudah pernah merasakan semua seri tersebut dan yang paling rekomended adalah B-Care X-1, namun sayangnya tipe ini sudah sangat jarang ada di pasaran, kebanyakan yang sekarang adalah X-3 atau Bcare 4K.

Tipe X-2 dan X-3 memang lumayan dari segi video meski gak sebagus merek Bpro dan Xiomi Yi namun saya bilang lumayan, suaranya juga lumayan, maksudnya lumayan ANCUR apalagi setelah di modifikasi mic eksternal, harus ada perlakuan khusus agar micnya bisa terdengar lumayan, dan percayalah anda lebih baik gak membeli tipe X-2 dan X-3 ini dan lebih menabung 300-450rb lagi untuk bisa dapatkan yang lebih baik.

Jadi kesimpulannya, karena Bcare X-1 sudah jarang dipasaran, saya katakan Bcare X-2 dan X-3 tidak rekomended untuk anda beli.

KOGAN

Sama seperti Bcare diatas, produk yang agak mendingan hanya ada dua produk yaitu Kogan 1080 non wifi dan Kogan 1080 Wifi, sedangkan produk Kogan 4K dan 4K Ultra Plus dari segi suara gak rekomended sama sekali, mesti ada perlakuan khusus jika dibuat motovlog, modif mic eksternalnya kudu special dan rumit, apalagi ada Kogan 4K yang lensa lebar (Kogan 4K ada 3 versi) gampang banget trouble dan ringkih.

Kesimpulannya, jika masih ada Kogan 1080 baik non wifi dan wifi lebih baik anda beli tipe itu daripada yang ada label 4K nya untuk kegiatan Motovlog anda.

Merek Lain setara Kogan & Bcare

Merek seperti Cognos, HSDV, dan banyak merek2 sekelas itu dimana rentang harga 400-800 rb saya katakan tidak juga rekomended, alasannya karena karakter mesinnya adalah sama, kualitas video dan suara apalagi setelah di mod adalah sama dan juga membutuhkan perlakuan yang sama alias special untuk mendapatkan hasil yang bagus.

UNTUK FOTO MODIF SILAHKAN ANDA KLIK LINK INSTAGRAM INI

SJ-Cam All Series

Produk yang telah saya tangani antara lain Sj-4000, SJ-5000 dan SJ-5000+, Sj Cam merupakan produk global, artinya produk ini sudah tersebar banyak di beberapa negara termasuk Indonesia, kualitas videonya lumayan bagus dan hasil suara lumayan bagus juga, namun sayangnya action cam ini sangat sedikit yang menjual, entah kenapa ya saya jarang menemui penjual SJ-Cam, hanya satu dua baik di Online Shop maupun di toko kota saya berada, padahal produk ini lumayan bagus loh.

Bpro5

Dari 4 macam tipe yang beredar di indonesia yang banyak dipakai orang saya hanya merekomended 2 macam, yaitu Bpro5 AE-1 (ada tulisan Full HD) dan Bpro5 Alpha Plus (ada tulisan 2,5K), 2 macam lagi yaitu Bpro5 AE-2 alias Mark 2 alias 4K yang sekarang mesinnya juga dipakai di Bpro5 AE-2s yang sudah ada mic eksternalnya, saya sarankan 2 tipe terakhir ini mohon jangan anda beli meski labelnya 4K.

Alasan saya gak merekomended 2 tipe dari Bpro5 tersebut adalah karena kualitas mesin yang lebih jelek dibanding generasi awal yaitu Bpro5 AE-1 (Full HD), kualitas suara AE-2 juga jelek karena IC suaranya juga jelek, intinya saya gak menyarankan untuk anda membeli Bpro5 AE2 (4K) dan AE-2s (yang ada mic eksternalnya), bukan saya merasa tersaingi karena produk itu sudah ada mic eksternalnya, namun silahkan anda lihat youtube lek gak percoyo, lak ancur suaranya masbro.

Video tentang Bpro5 AE-2s (yang ada mic eksternalnya) :

Dan dibawah ini merupakan generasi awal dari Bpro5 AE-2s diatas dimana keduanya memiliki mesin yang identik meski di seri terbaru ada beberapa pembaharuan, sayangnya dari suara gak ada perubahan….sungguh disayangkan ca…brica….

Xiomi Yi (Cina & Inter) Gen-1

Bisa dikatakan Action Cam ini merupakan action cam SEJUTA UMAT, namun ketiadaan layar belakang di Yi generasi awal (Cina & International) membuat banyak yang galau yang akhirnya memilih yang ada layar belakang namun dengan kualitas yang lebih jelek, komponen yang dipakai oleh action cam ini kurang lebih sama dengan Gopro, dimana chipsetnya Umberella dan sensor Sony yang memang benar bisa diandalkan.

Dan kualitas suaranya juga bisa diandalkan bahkan bagi saya lebih dari cukup untuk kegiatan motovlog, sama seperti Bpro AE-1, Bpro AP dan SJ-Cam Series yang sama-sama mempunyai kualitas suara yang masih sangat manusiawi untuk didengar oleh manusia.

Hasil Rekaman Video & Suara dari Xiomi Yi :

Kesimpulan…

Jika masbro diberikan opsi diantara beberapa Action Cam di bawah ini, Manakah yang anda akan pilih dengan menimbang masalah Harga, Kualitas dan Keawetan (asal dipakai sewajarnya dan penyimpanan juga diperhatikan)…???

Jika saya dihadapkan diantara beberapa pilihan diatas maka yang saya lakukan adalah :

  1. Jika uang saya dibawah Rp. 500.000 maka saya hanya akan memilih : Bcare X-1, Kogan 1080.
  2. Jika uang saya berada di antara Rp. 500,000 – Rp. 800.000, maka pilihan saya ada di Kogan 1080 wifi, Bpro5 AE-1 (Full HD) dan Sj-Cam 4000.
  3. Jika Uang saya berada diantara Rp. 800.000 – Rp. 1.000.000, maka pilihan saya jatuh di Xiomi Yi (Cina atau Inter Gen-1) dan Sj-Cam 5000.
  4. Jika uang saya berada diantara Rp. 1.000.000 – Rp. 1.500.000, maka saya akan tetap memilih Xiomi Yi dan membeli aksesori pelengkap lainnya dari pada membeli Bpro5 AE-2 dan Bpro AE-2s (yang ada mic eksternalnya) atau membeli Sj-Cam 5000 dan aksesorisnya.
  5. Jika uang saya berada diantara Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000, maka pilihan saya ada di dua action cam saja yaitu Bpro5 AP (Alpha Plus = logo 2,5K) dan Sj-Cam 5000+.

Mohon maaf jika diantara nama diatas tidak disebut bukan berarti tidak patut dibeli, namun karena saya merasa action cam ini saya lebih butuhkan untuk kegiatan Motovlog jadi pilihan diatas merupakan pilihan yang sudah saya test, riset dan dicoba kualitas suaranya di berbagai media dan hasilnya lumayan dibanding list action cam yang tidak disebutkan.

Nah masbro, disini saya gak membahas selain dari beberapa merek diatas ya, dimana harganya diatas 2 juta, seperti GostDriff, Xena bahkan Gopro, semua merek itu ya gak usah dibahas sudah bagus dari sananya, wong harganya juga bagus kok, namun disini melalui tulisan ini saya merangkum semua keluhan, curhatan, diskusi, dan ungkapan kekecewaan para rekan-rekan yang menghubungi saya baik WA, IG, Inbox FB yang membahas tentang Action Cam.

Nantikan Part selanjutnya dengan pembahasan masih tentang action cam dan modifikasi action cam

Mohon maaf jika ada kekurangan pada artikel ini dan mohon maaf jika ada pihak yang tersinggung, dan untuk seller-seller yang merasa tersinggung silahkan karena disini saya juga mengajak untuk tidak melihat keuntungan materiil saja namun juga perasaan konsumen anda.

Baca artikel lainnya :

Seduluran Bersama
Saya hanyalah seorang blogger biasa yang ingin berbagi pengalaman kepada pembaca melalui blog ini. Informasi dan ilmu yang bermanfaat harus disampaikan kepada orang lain sebelum kita kembali padaNya. Add my FB Priyo Banyu Urip, IG Otobalancing, G+ Givi Surabaya

55 KOMENTAR

  1. Masih fair ini artikelnya, justru bisa dipakai referensi bagi yang mau beli action cam, apalagi serius mau ngevlog, terutama motovlog. Saya sendiri pakai yi inter, entah itu generasi ke berapa, belum terlalu mentingin suara, hanya untuk foto & video perjalanan saja.

  2. yey bpro AP masuk nominasi …
    jdi pengen mod lagi ah ngumpulin buat sjcam/yi/bpro ae…

  3. Jujur gak ngerasa kalo tulisan menjadi ektreme seperti ini, karena ini semua adalah sesuai dengan apa yang sudah saya ketahui, alami, lakukan, praktek dsb, jadi apa yang di artikel ini apa adanya

  4. klo eken h8pro sama xdv f60r sdh perna test jg gag??
    forum” ama vloger luar negri katax rekomended.

  5. Sampai kapan janji nya mau mengembalikan kamera kogan hitam saya yg sdh 1 bulan lebih terkatung-katung di anda ? Terakhir janji nya tgl 7/5/17 mau dikirim balik apa pun hasil mod mic external nya. Sampai hari ini kamis tgl 11/5/17 msh blm ada kabar lagi pengiriman atau no resi jne nya. Mohon serius lah kata-kata nya. Trims

    • Ya Allah, anda sama sekali tidak mempunyai hati nurani ya pak, baiklah saya jelaskan saja daripada menjadi fitnah, krn sejak kemarin2 sikap bos ini sama sekali gak membantu saya, anda sudah tahu pasti fisik saya saat ini gak sesempurna dulu, action cam anda pun adalah tipe jelek, karena sudah saya kerjakan tentu saya tanggung jawab untuk menyelesaikan, meski saya tahu action cam anda bobrok bin jelek dan sama sekali gak rekomendasi (heran saya, kecuali action cam anda sekelas xiomi yi atau gopro), saking jeleknya saya harus putar otak agar berhasil (padahal uang anda sudah saya transfer balik loh bos) tapi saya tetap ada niatan untuk menyelesaikan mod dan berharap berhasil.

      Dan rengekan anda sama sekali gak membantu bos, saya bisa saja mengembalikan dalam keadaan saat ini, tapi kan gak etis krn saya mengembalikan dalam keadaan tidak sempurna krn sudah saya modifikasi 50%, nanti malah marah2 lagi.

      Tolong lah, kita sama2 mengerti, saya ini berusaha membantu anda, tanpa imbalan pun saya bantu (kan uang sudah anda terima kembali) kurang apa coba saya sama anda bos…bos…bos

  6. Ini sih tidak ekstrim lebih ke informatif bagi calon konsumen toh si mas juga memberikan solusi bagi tiap tiap brand saya sendiri tadinya ngebet mau beli bpro5 ae2s mark II.
    Alhamdulillah dapat pencerahan.
    suwun masbro

  7. emang aksesoris perlu apaaja ya ? huehehe

    btw kan action cam pada lensa wide tuh, kalau mau aku pake ngerekam event yg rada serius (gasuka bawa kamera besarbesar, repot wkwkw. dan aku liat hasil video sama sound action cam skrg udah lumayan bisa diandalkan) kan hasil rekaman wide kurang cocok ya, apa yg harus diakalin biar flat kaya rekaman biasa ? thanks

    • Saran terbaik saya, jangan pakai action cam untuk kegiatan rekam event serius, pakai aja mirroless (kecil dan berkemanpuan lebih dari Action Cam), karena action cam lebih dikhususkan untuk kegiatan luar dan fun (Vlog, Daily Vlog, MotoVlog) yang notebene bukan digolongkan seperti kegiatan event yang serius ke bisnis….semoga jawabannya bisa melegakan

      • Huhehe bukan seserius event bisnis sih, lebih ke event harian kaya ngerekam bocahbocah keluarga lagi in action di depan umum, soalnya action cam mobilitasnya luar biasa sih berpotensi allrounder banget

        • Kemampuan action cam tidak bisa menandingi Miroless atau DLSR, itu satu hal yang harus diketahui dulu, jadi untuk kegiatan outdoor extreme action cam sangat rekomended, kalo pakai event meski outdoor kualitas rekam gak bisa mengalahkan kamera lain…intinya action cam bukan kamera yang diperuntukkan untuk hasil seperti kamera digital lainnya

  8. Om.Kalo Soocoo c100/s100 bagus gak ya kualitas suaranya kalo di mod mic external..?
    Mohon balas komenny om..
    TERIMAKASIH

  9. Terima kasih banyak mas,artikelnya sangat bermanfaat dan berguna bagi konsumen khususnya mereka yang sedang terjun jadi Motovlogger dadakan.

    Mas boleh ya,saya jadikan artikel ini sebagai bahan rujukan hehe

Komentar Gratis