Harga Rokok Menjadi 50rb Per bungkus apakah benar pemerintah menaikan harga rokok tersebut, bagaimana pendapat anda ?? | OTOBALANCING BLOG
OTOBALANCING VLOGBerisi tentang video Review, Test Ride dan segala hal tentang Otomotif

Harga Rokok Menjadi 50rb Per bungkus apakah benar pemerintah menaikan harga rokok tersebut, bagaimana pendapat anda ??

Usulan ini merupakan hasil studi dari Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany.

Studi ini mengungkap kemungkinan perokok akan berhenti merokok jika harganya dinaikkan dua kali lipat dari harga normal. Hasilnya 80 persen bukan perokok setuju jika harga rokok dinaikkan.

Akankah Orang Berhenti Merokok Jika Harga Satu Bungkus Rokok 50 ribu??, Dari sisi kesehatan bagus, tetapi dampaknya ke industri rokok & pekerjanya bagaimana nasibnya ??

Dengan harga rokok naik ada pula negatif dan juga positifnya, usulan hasil studi dari sisi konsumen, harusnya diimbangi studi dari sisi produsen loh, Pemerintah sadar betul  itu menjadi sumber mata pencaharian dan pendapatan (utama). Persoalannya kalau harganya digenjot sampai sekian puluh ribu, apakah itu tidak mematikan industri,

Jika industri ini sulit bertahan, maka dipastikan pertumbuhan ekonomi terkena dampaknya. Selain penerimaan cukai menurun drastis, tenaga kerja yang berada di sektor ini juga akan kehilangan pekerjaannya. Alhasil, pengangguran dan jumlah kemiskinan akan semakin melonjak drastis.

Ya ini adalah opini saya kalo kebijakan itu dijalankan, saya mempunyai pendapat begini

Perokok itu elastis, kalau dia mahal dia akan cari (harga rokok) yang lebih murah. Murah itu bisa jadi selundupan atau juga ilegal. Kalau begini kan pemerintah tidak akan dapat apa-apa. Penerimaan cukai tidak dapat, target penurunan konsumen rokok juga tidak tercapai

Seperti diketahui, wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp50 ribu/bungkus merupakan hasil survei dari Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia (UI). Dalam risetnya, sebanyak 46 persen perokok bakal berhenti merokok jika harganya dinaikkan sebesar 300 persen dari harga saat ini.

Dari survei juga diketahui bahwa 80,3 persen atau 976 responden mendukung kenaikan harga dan cukai rokok untuk membiayai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dukungan diberikan karena anggaran JKN selalu defisit setiap tahunnya.

Survei sendiri dilakukan terhadap 1.000 orang pada Desember 2015 hingga Januari 2016. Survei untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang kenaikkan harga maupun konsumsi rokok. Diketahui 41,3 persen responden mengonsumsi rokok satu hingga dua bungkus per hari dengan biaya Rp450 ribu hingga Rp600 ribu per bulan.

Bagaimana menurut mas bro sekalian?

Artikel Baru lainnya :

11 Komentar

Silahkan Tulis Komentar Anda :