Mengapa nasib Rio Haryanto di F1 musim ini di ujung tanduk, apa penyebabnya?

Diposting pada

Rio-Haryanto-Manor-F1-2016-1

Pembaca otobalancing, tentu kita patut berbangga jika ada putra bangsa yang meniti prestasi mengharumkan nama bangsa di ajang kompetisi dunia, salah satunya adalah Rio Haryanto di F1 musim ini, namun Seri F1 Hungaria 2016, pekan depan, bisa jadi akan menjadi penampilan terakhir Rio Haryanto di F1 musim ini.

Adalah (Dewan Perwakilan Rakyat) DPR yang tidak menyetujui anggaran dana yang diajukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memberikan dana US$ 7 juta (Rp 100 milyar) yang selama ini dijanjikan kepada Rio dan team F1-nya.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengungkapkan

“Mekanisme pengajuan dana tersebut telah kami lakukan namun tidak  disetujui oleh DPR terlebih saat ini Kemenpora juga sedang dalam tahap pengetatan  anggaran, sehingga mohon maaf pemerintah tidak lagi mempersiapkan mekanisme penganggaran tersebut,” kata Imam.

Sebagai Informasi saja bahwa…

Untuk bisa tampil semusim penuh di Manor, pihak Rio harus membayar sebesar US$ 15 juta atau sekitar Rp 225 milyar. Hingga saat ini baru terwujud US$ 8 juta (Rp 100 milyar), dengan US$ 5 juta dari Pertamina dan US$ 3 juta dari usaha manajemen keluarga Rio.

Manor sendiri memberi tenggat waktu kepada manajemen Rio hingga 24 Juli 2016, untuk bisa memenuhi kekurangan dana tersebut demi bisa tampil semusim penuh. Jika tidak terwujud, mau tidak mau pebalap F1 pertama dari Indonesia itu harus rela menyingkir digantikan pebalap lain.

Sumber : Harian Surya dan berbagai sumber lainnya

menurut kategori

Gambar Gravatar
Terima Kasih sudah sudi menyambangi blog sederhana ini, saran dan kritiknya untuk kemajuan blog ini kedepannya. Email : givisurabaya@gmail.com

2 thoughts on “Mengapa nasib Rio Haryanto di F1 musim ini di ujung tanduk, apa penyebabnya?

  1. I’m impressed, I must say. Really not often do I encounter a blog that’s both educative and entertaining, and let me let you know, you’ve hit the nail on the head. Your concept is excellent; the problem is something that not sufficient persons are talking intelligently about. I’m very blissful that I stumbled throughout this in my search for one thing relating to this.

Monggo Komentarnya Kangbro :