Benarkah klub motor di Surabaya dipandang tidak positif dalam berkegiatan?

Diposting pada

image

Kabar beredarnya wacana Walikota Surabaya Bu Risma sebagaimana dikutip di web ini dimana disebutkan bahwa klub motor di kota Surabaya akan ditertibkan karena dianggap berkegiatan tidak positif? Benarkah demikian, mari kita ulas pelan-pelan.

Saya selain sebagai admin blog ini juga merupakan anggota salah satu klub di kota Surabaya, sangat terkejut dengan pernyataan Bu Walikota, entah apakah ini pernyataan yg sebenarnya oleh Bu Risma atau hanya bahasa media yg memuat berita tersebut yg menterjemahkan wacana Bu Risma sehingga seolah memandang negatif klub motor sehingga perlu di tertibkan, cuman ditertibkan dalam hal apa? Apakah karena nongkrong di pinggir jalan sudah dianggap tidak berkegiatan positif?

Memang diakui jika saat ini kota Surabaya sedang dalam proses mempercantik tatanan kota, terlihat di beberapa sudut kota taman-taman, area publik, hingga pedestrian juga tidak luput dari pembenahan yg dilakukan oleh Dinas Kota Surabaya, peraturan dilarang parkir di pedestrian juga sudah disosialisasikan kepada klub motor sejak lama, namun tidak memungkiri jika masih ada yg belum mematuhi peraturan tersebut, entah tahu atau tidak tahu bahkan mungkin ada yg gak mau tahu.

Bagi yang belum tahu aturan larangan parkir di pedistrian, saya akan menunjukkan dokumentasi yang saya rekam saat pertemuan dengan Satpol PP dan Dishub kota Surabaya, monggo disimak.

image

Dari cuplikan wacana Bu Walikota diatas ada beberapa point-point yang saya akan bahas, yaitu :

1. Mengapa Klub motor nongkrong di keramaian pinggir jalan

Klub motor berbeda dengan geng motor, geng motor tidak kopdar atau nongkrong di tempat keramaian, klub motor saat ini entah berupa komunitas atau independent saat ini bisa dikatakan merupakan sebuah organisasi masal yg tidak berbentuk, dengan kata lain ada sebuah kegiatan yang terorganisir yg biasanya didasari oleh AD ART baik yang tertulis maupun tidak tertulis, dan mengapa nongkrongnya di hari sabtu malam minggu? Ya karena waktu itu kebanyakan dipakai untuk melepaskan penat dengan berkumpul setelah bekerja 6 hari bagaikan kuda.

Jadi jika ada klub motor yang nongkrong di malam minggu dan mematuhi peraturan saat kopdar pastinya akan mempunyai alasan mengapa klub motor itu nongkrong.

Nah dari sini sudah agak jelas kan, apakah yang dimaksud dalam pernyataan Bu Walikota adalah klub motor beneran atau bukan.

2. Kegiatan yang bermanfaat dan positif

Klub motor tidak selalu hanya kopdar yg hanya sekedar nongkrong di pinggir jalan, saya sendiri anggota sebuah klub motor dan beberapa klub motor lainnya sebenarnya telah lama melakukan yang namanya kegiatan positif dan bermanfaat, contohnya :

Cabut paku di pohon di ruas-ruas jalan kota Surabaya, Donor Darah, Kerja Bakti bersih-bersih sampah di fasilitas publik dimana klub motor membersihkan sampah yg dihasilkan oleh para warga kota Surabaya sendiri saat ada acara Car Free Day, Penanaman Bibit dan tebar benih ikan di sungai dan masih banyak lagi kegiatan sosial yang saya sendiri yakin banyak yg bermanfaat bagi masyarakat.

Hal ini lalu menjadi pertanyaan, apakah kegiatan tersebut luput dari pantauan pihak-pihak terkait sehingga Ibu Walikota tidak mengetahui berbagai macam kegiatan yang dilakukan klub motor?

Padahal jika klub motor akan melakukan kegiatan yg bersifat publik atau bersentuhan langsung kepada masyarakat, pasti akan ijin kepada pihak-pihak terkait.

Hal ini tentu menjadi dilematis bagi klub motor yang telah suka rela meluangkan waktu, tenaga, fikiran dan koceknya untuk sebuah kegiatan positif, dan kok bisa hal luput dari perhatian Bu Walikota.

Klub motor yang mana yg ditertibkan…
Klub motor mana yang tidak berkegiatan positif…
Klub motor manakah yg tidak bermanfaat…

image

Jika memang klub motor di kota Surabaya dianggap tidak positif, saya yakin klub motor yang bermanfaat akan dengan suka hati membuktikan bahwa mereka telah berkegiatan positif, dokumentasi baik foto, video kegiatan di waktu yg lalu menjadi bukti Klub Motor manakah yang tidak positif dan kegiatannya tidak bermanfaat.

Opini ini merupakan opini pribadi penulis yang melihat berita tentang Ibu Walikota yang penulis kagumi dan idolakan sejak awal Bu Risma belum menjadi Walikota, penulis tidak bermaksud membalas pernyataan Bu Walikota, hanya saja klub motor di Kota Surabaya ini beraneka ragam.

Terimakasih buat pembaca yang telah menyimak blog ini, semoga diambil manfaatnya.

artikel terkait :

Gambar Gravatar
Terima Kasih sudah sudi menyambangi blog sederhana ini, saran dan kritiknya untuk kemajuan blog ini kedepannya. Email : givisurabaya@gmail.com