3 dosa biker dan driver pada aki

2
40

Sebelum memulai artikel ini marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk meratapi dosa-dosa kita kepada aki, aki tuh gak salah, yang salah kita bro, tau gak sih lo…wkwkwk, joke ya guys, tapi emang bener loh kalo kita tuh banyak dosa sama aki disadari atau tidak, karena kita juga umur aki gak bisa lama, dosa kan kita, padahal normalnya aki tuh umurnya sekitar 2 tahun kurang dikit gak pakai lebih.

image

Dari kesemua dosa-dosa kita kepada aki OB hanya menyebutkan 3 dosa aja yang paling sering kita lakukan sadar atau tidak sadar yang efeknya langsung kepada keberlangsungan hidup si aki, adapun ketiga faktor tersebut yaitu :

1. Kualitas aki itu sendiri
2. Kelistrikan
3. Perilaku

Namun dari kesemua faktor tersebut yang paling besar pengaruhnya yaitu PERILAKU si pemilik aki atau pengguna kendaraan.

Kita tau kalo jenis aki itu ada aki basah dan aki kering, kalo anda pengguna aki basah anda wajib membaca benar-benar artikel ini, OB telah berkonsultasi kepada Pak Dayat salah satu mekanik AC yang tempo hari pernah OB mintai pendapat tentang masalah AC, beliau bilang kebanyakan pemilik aki basah lupa dalam mengkontrol ketinggian cairan aki, di aki basah ada garis rentang normal ketinggian cairan, kalo sudah dibawah itu wajib hukumnya cairan itu ditambahi, turunnya cairan didalam aki akibat normal dari proses penguapan cairan aki ketika aki mendapatkan charge berlebih dan dalam waktu yang lama, contohnya saat berkendara dengan jarak yang jauh.

Saat cairan berada di level di bawah ambang normal maka permukaan elemen aki akan nampak dan langsung bereaksi dengan udara, keadaan ini dapat membuat risakny elemen aki basah tersebut.

Dosa kedua…
Aki mendapatkan beban berlebih karena penambahan aksesoris atau beban kelistrikan kerena prilaku pemilik kendaraan saat menggunakan kendaraannya, contoh kecil perilaku ini yaitu kalo di kalangan pesepeda motor ketidaksengajaan menginjak rem kaki sehingga menjadi beban laju motor yang akibatnya RPM menjadi rendah.

Dosa ketiga
Aki selalu dalam keadaan undercharge, apa maksudnya dengan keadaan ini yaitu keadaan dimana aki kurang mendapatkan supply listrik yang mana didapat saat kendaraan melaju.

Contoh gampangnya gini, siapa yang sering berkendara jarak dekat seperti di seputaran komplek rumah atau hanya beberapa meter, hal ini menjadi faktor aki menjadi tidak tersupply dengan maksimal, wong saat stater aja udah makan listrik banyak eh malah dipakai dekatan trus dimatikan habis itu di stater lagi trus diparkir, mana aki bisa dapat kepuasan batiniah bro buat melahap listrik.

Sebagaimana kita tahu bahwa beban terbesar aki ya saat stater kendaraan, apesnya saat digunakan hanya berada di RPM rendah, apalagi ini dilakukan berulang ulang tentu saja muatan aki lambat laun pasti berkurang.

Last…
Nah itu lah kira-kira dosa kita kepada aki yang harus kita renungi bersama, semoga dengan artikel ini akan banyak berkurang aki-aki yang tak berdosa yang bisa hidup lebih lama karena kepedulian kita kepada aki.

Baca artikel terkait :

TIPS & TRIK :

MODIFIKASI :

Seduluran Bersama
Saya hanyalah seorang blogger biasa yang ingin berbagi pengalaman kepada pembaca melalui blog ini. Informasi dan ilmu yang bermanfaat harus disampaikan kepada orang lain sebelum kita kembali padaNya. Add my FB Priyo Banyu Urip, IG Otobalancing, G+ Givi Surabaya

2 KOMENTAR

  1. Pakainya buat keliling komplek satu putaran. Padahal jaraknya ngga lebih dari 100 m. Manasin motornya lebih lama dari pemakaian motornya.

    #EfekBBMMurah

    • Hiyahh…manasin mesin gak usah lama2, ntar deh kemarin aku dikasi tau teman mekanik ada alasannya apa gitu, skrg aku cuman manasin paling 1-2 menit aja

Komentar Gratis