Halo pembaca…

Selamat datang di Otobalancing, kali ini OB akan membahas tentang mobil, segmen LCGC nampak gak habis untuk OB ulas, ditambah kehadiran Cayla dan Sigra yang mana merupakan calon pesaing kuat dari Datsun Go dan Go+ Panca, sebagai merek pelopor LCGC 7 seater, Datsun mendapatkan keuntungan dengan mencuri start lebih awal di hati masyarakat, namun brand Toyota dan Daihatsu dimana Avanza dan Xenia dikatakan sebagai mobil sejuta umat seolah memberikan tantangan sendiri bagi Datsun, lantas apa upaya Datsun?

Yup…sebelumnya saya berfikir Datsun akan terancam namun anggapan saya salah, Datsun menganggap hadirnya si kembar Toyota Calya dan Daihatsu Sigra sebagai hal yang positif, Datsun melihat kehadiran Calya dan Sigra justru bakal semakin menggairahkan pasar LCGC, sehingga tak perlu ada yang dikhawatirkan.

“Dengan adanya produk baru dari merek lain, pasar LCGC potensinya akan semakin membesar. Kalau pun akhirnya ada kompetisi, itu wajar. Jadi saya lihat belum akan ada efek negatifnya karena segmenya akan terus besar,” ujar General Manager Marketing Strategy Nissan Motor Indonesia (NMI), Budi Nur Mukmin.

Keyakinan Budi ini diperkuat dengan data rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih kecil. Dari 1.000 orang, baru sekitar 50-nya saja yang sudah memiliki mobil. Bandingkan dengan Thailand yang sudah mencapai 300 per 1.000 orang.

“Migrasi dari motor ke mobil juga masih rendah. Kebanyakan yang beli mobil masing orang-orang lama. Artinya peluang untuk LCGC sebagai mobil pertama masih sangat besar untuk semakin bertumbuh. Kalau sekarang kontribusinya sudah 20 persen, ke depannya akan semakin meningkat,” imbuhnya.

Toyota Calya dan Daihatsu Sigra rencananya akan dirilis di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016, Agustus mendatang. Calya akan dibandrol mulai Rp 129,5 juta – 149,5 juta. Sementara harga jual Daihatsu Sigra akan lebih murah dari Calya.

Jadi no problem buat Datsun…

Silahkan Komentar Di Bawah Ini